Filipina dan Indonesia adopsi cara baru penilaian siswa dalam belajar virtual
Elshinta
Kamis, 27 Mei 2021 - 20:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Filipina dan Indonesia adopsi cara baru penilaian siswa dalam belajar virtual
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Menilai bagaimana siswa dalam memahami dan menguasai sebuah materi pelajaran adalah bagian penting dari pendidikan. Pengujian bisa membantu pendidik untuk mengevaluasi seberapa baik siswa dalam  mempelajari materi dan menginformasikan desain kurikulum. Unsur penting penilaian dalam mendapatkan momentum di lingkungan akademis adalah kemampuan pendidik untuk meningkatkan penyampaian umpan balik untuk mengukur kapabilitas siswa di luar ingatan atau keterampilan mengambil tes.

Menurut Chukwudi Ogoh,  Assessments and Feedback Technologies Consultant di perusahaan teknologi untuk integritas akademik Turnitin, metode pengujian tradisional berfokus pada penilaian sumatif dan berisiko tinggi, seperti ujian akhir dan tes standar, yang mengevaluasi dan membandingkan siswa dengan tolak ukur dan berdampak signifikan pada nilai akhir studi atau perjalanan siswa dalam mengenyam pendidikan.

“Pendekatan penilaian ini memiliki keterbatasan dalam memungkinkan pendidik menyampaikan umpan balik formatif yang mendorong pembelajaran lebih dalam oleh siswa. Banyak siswa di seluruh Asia Tenggara saat ini belajar online tanpa ada kesempatan untuk menghadiri kelas tatap muka. Akibatnya, sistem sekolah mengevaluasi ulang apakah metode pengujian standar dapat dialihkan ke ruang kelas virtual dan jika memungkinkan pendidik untuk melihat apa yang telah dipelajari siswa,” tuturnya saat dihubungi (27/5).

Departemen Pendidikan Filipina (DepEd) memperbarui kebijakannya seputar kelanjutan pembelajaran dasar bagi siswa sekolah dasar dan menengah untuk memasukkan pedoman penilaian untuk mendukung perkembangan siswa di lingkungan saat ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemdikbud) telah mengambil langkah serupa, mendesak pendidik untuk membuat penilaian yang membantu mereka memahami kemampuan dan hasil belajar siswa mereka dan memastikan bahwa siswa tidak ketinggalan. Semakin banyak sekolah di wilayah ini yang mengadopsi cara-cara baru untuk memberikan penilaian yang adil dan efektif dalam lingkungan belajar virtual dan jarak jauh, yang memfasilitasi pembelajaran siswa dan siap melengkapi desain pembelajaran yang lebih berkelanjutan.

Menurut Chukwudi, selain penilaian sumatif dan berisiko tinggi, pengujian dapat bersifat formatif dan berisiko rendah. Ini berarti bahwa pengujian dibangun untuk mengumpulkan informasi sepanjang termin yang menjadi dasar pembelajaran siswa.

“Beberapa format penilaian seperti esai bentuk panjang dan pekerjaan penelitian tertulis, memungkinkan peluang umpan balik formatif yang lebih besar, sementara yang lain seperti benar atau salah dan pilihan ganda mungkin lebih terbatas dalam hal apa yang dapat diukur oleh pendidik, tetapi lebih efisien dari perspektif waktu.” ujar Chuk dalam rilis tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Kamis (27/5). 

Penting bagi pendidik, tuturnya, untuk menemukan keseimbangan antara waktu yang dihabiskan untuk menilai dan waktu berinteraksi dengan siswa. Menyampaikan umpan balik formatif dengan membuat kursus yang menggabungkan beragam metode penilaian, adalah salah satu cara untuk mencapainya. Terlepas dari platform pembelajaran atau metode penyampaian, penilaian formatif dapat membantu pendidik memahami bagaimana siswa mereka belajar dan mengungkap tren kelas seputar pengajaran konsep-konsep tertentu.

“Misalnya, untuk menilai kedalaman pemahaman siswa tentang suatu topik, pertimbangkan pertanyaan yang memerlukan jawaban bentuk panjang. Untuk mengevaluasi luasnya pengetahuan dalam jangka waktu singkat, pertimbangkan pertanyaan pilihan ganda. Menggunakan berbagai format penilaian akan memungkinkan pendidik untuk mengekstrak nilai umpan balik tanpa menambah waktu yang dihabiskan untuk penilaian, sementara juga memenuhi kebutuhan belajar siswa yang unik.” tambahnya. 

Dengan lingkungan pembelajaran online yang tidak sinkron ini, pendidik dapat melihat peningkatan kasus ketidakjujuran akademik dan penggunaan metode seperti contract cheating. Dengan banyaknya siswa yang belajar jauh dari pengawasan para pendidik, mereka semakin banyak menyusun makalah untuk menghindari kegagalan dalam suatu kursus atau untuk memenuhi tenggat waktu. Pengawas ujian elektronik juga menimbulkan pertanyaan tentang faktor keadilan jika semua siswa tidak memiliki komputer dengan kamera dan mikrofon yang berfungsi, koneksi Wifi yang dapat diandalkan, atau tempat yang tenang untuk mengikuti ujian tanpa gangguan.

“Solusi penilaian berbasis teknologi juga membantu sekolah memperkuat praktik terbaik dalam berbagai format penilaian, dengan memasukkan kerangka kerja untuk umpan balik yang tepat waktu dan efektif dan memastikan bahwa penilaian berisiko rendah dapat sering dilakukan untuk mengukur pembelajaran,” tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Unimal Lhokseumawe akan kuliah tatap muka jika dosen dan mahasiswa sudah divaksin Covid-19
Rabu, 28 Juli 2021 - 16:55 WIB
Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe Dr. Herman Fithra mengatakan, pihaknya akan m...
Unimal Lhokseumaweh siap gelar vaksinasi bagi mahasiswa
Rabu, 28 Juli 2021 - 15:06 WIB
Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr, H. Herman Fithra melakukan silaturahmi dengan para wart...
Presiden Jokowi minta kampus tidak pagari disiplin ilmu terlalu kaku
Selasa, 27 Juli 2021 - 14:12 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi tidak memagari atau membatasi disiplin ilmu s...
PPDB SMA Kota Depok, warga aksi keprihatinan tolak siswa titipan 
Senin, 26 Juli 2021 - 16:04 WIB
Sejumlah warga yang bergabung dalam Forum Doea-Doea berunjuk rasa di SMAN 1 Depok. Mareka memasang s...
Lima mahasiswa UB ciptakan `body lotion` daun kelor 
Minggu, 25 Juli 2021 - 15:14 WIB
Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) terinspiras...
Mahasiswa dan alumnus Unhas antusias ikuti vaksinasi massal kedua
Kamis, 22 Juli 2021 - 17:36 WIB
Mahasiswa dan alumnus Universitas Hasanuddin antusias mengikuti vaksinasi massal gelombang kedua di ...
PPDB Kota Depok berakhir lancar, belajar masih daring 
Kamis, 22 Juli 2021 - 13:48 WIB
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 tingkat SMA Negeri dan SMK Negeri di Kot...
Guru diminta bantu sosialisasi vaksin bagi pelajar
Kamis, 22 Juli 2021 - 12:57 WIB
Para guru di Kota Tangerang, Banten diminta membantu menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada...
Kemendikbud danai tiga penelitian di ITN Malang  
Rabu, 21 Juli 2021 - 11:36 WIB
Tiga penelitian ITN malang mendapat `gelontoran` dana hibah pembinaan dari Kementerian Pendidikan d...
Satgas TNI bagikan peralatan sekolah untuk anak di perbatasan
Minggu, 18 Juli 2021 - 08:45 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY melakukan kunjungan ke lembaga pendidikan ana...
Live Streaming Radio Network