Projo sebut kontroversi capres 2024 terlalu dini
Elshinta
Selasa, 25 Mei 2021 - 12:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Projo sebut kontroversi capres 2024 terlalu dini
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - DPP Projo menyatakan kontroversi politik pencapresan yang saat ini terjadi jangan sampai membuat masyarakat abai pada penanganan pandemi Covid-19 dan dampak ekonomi yang ditimbulkannya.

"Tetap fokus pada penanganan Covid-19 bersama pemerintah, pencapresan masih jauh. Soal Ganjar Pranowo atau calon lain nanti saja menjelang 2024," kata Sekretaris Jenderal Projo, Handoko dalam pernyataannya, Selasa (25/5).

Handoko menjelaskan bahwa pemilihan presiden memang bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperbaiki kondisi bangsa. Presiden hasil Pilpres 2024 harus mampu membawa Indonesia lebih baik daripada sekarang. Namun hiruk-pikuk debat politik mengenai pencapresan masih terlalu dini untuk dilakukan.

Jangan sampai masalah Pilpres 2024 justru menyita perhatian publik sehingga mengalahkan upaya pencegahan Covid-19. Saat ini, masyarakat bersama pemerintah masih fokus dalam pencegahan Covid-19 setelah mudik lebaran.

Handoko menekankan bahwa pandemi Covid-19 juga mengakibatkan perekonomian melemah di seluruh dunia. Kebangkitan ekonomi nasional menjadi kebutuhan mendesak.

Projo berkomitmen untuk bersama masyarakat dan pemerintah menghalau pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional. Sedangkan keterlibatan Projo dalam pencapresan akan dilakukan pada saatnya nanti.

Dia mengatakan Projo berpendapat Indonesia akan dibangun dengan pondasi kondisi saat ini. Maka pemimpin yang akan datang juga tidak lepas dari visi dan misi besar yang telah dicanangkan.

"Projo tetap bersama Jokowi. Siapa capres yang akan didukung nanti akan kami diskusikan bersama," ujar Handoko. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Roro Esti tolak Anggota DPR dapat fasilitas hotel untuk isoman
Kamis, 29 Juli 2021 - 16:24 WIB
Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti menolak dengan tegas adanya kebijakan pemberian fasilitas hote...
Puan Maharani ajak masyarakat  pupuk optimisme hadapi pandemi
Kamis, 29 Juli 2021 - 11:57 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan membangun optimisme ...
F-NasDem tolak fasilitas isoman hotel bintang tiga
Kamis, 29 Juli 2021 - 06:00 WIB
Ketua Fraksi Partai NasDem Ahmad M. Ali menegaskan bahwa fraksinya menolak fasilitas isolasi mandiri...
Permudah penanganan Covid-19, Legislatif: Libatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat 
Rabu, 28 Juli 2021 - 15:45 WIB
Percepatan penyelesaian penanganan Covid-19 DPR RI Komisi l meminta pemerintah mengevaluasi formulas...
 Dinilai tidak akuntabel, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Magelang dimosi tidak percaya oleh kader 
Rabu, 28 Juli 2021 - 15:13 WIB
Tiga pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat  menyatakan mosi tidak percaya terhadap K...
 Oded sakit, Sekda: Belum pernah ajukan PLT Wali Kota Bandung
Rabu, 28 Juli 2021 - 14:48 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Jawa Barat, Ema Sumarna menyatakan pihaknya belum pernah men...
MUI usulkan pemerintah longgarkan PPKM dan perketat Prokes
Rabu, 28 Juli 2021 - 11:56 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta pemerintah melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyara...
28 Juli 1808: Daendels mengeluarkan peraturan baru
Rabu, 28 Juli 2021 - 06:00 WIB
Pada tanggal 28 Juli 1808, Gubernur Jenderal Daendels mengeluarkan peraturan baru, mengganti residen...
Relawan JoMan kritik fasilitas isoman mewah DPR
Selasa, 27 Juli 2021 - 21:08 WIB
Kebijakan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR menyediakan fasilitas Isolasi mandiri (isoman) bagi angg...
PDIP gelar tabur bunga peringati Peristiwa Kudatuli
Selasa, 27 Juli 2021 - 17:24 WIB
Pengurus DPP PDI Perjuangan menggelar tabur bunga dalam memperingati Peristiwa 27 Juli 1996 yang ker...
Live Streaming Radio Network