Tingkatkan imun tubuh dengan minuman organik
Elshinta
Minggu, 16 Mei 2021 - 22:15 WIB |
Tingkatkan imun tubuh dengan minuman organik
Salah satu varian minuman organik Sonnentor Stormy Weather Tea. (ANTARA/HO)

Elshinta.com - Kesadaran orang akan gaya hidup sehat saat ini makin meningkat, ditandai dengan makin banyaknya varian produk serba organik. Dari sayur, daging, hingga bumbu dapur dan juga minuman seperti teh atau kopi.

Sonnentor merupakan merek produk rempah organik asal Austria. Diluncurkan pada tahun 1988, ketika rempah organik kurang dikenal dan kurang diminati. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Johannes Gutmann sebagai pemrakarsa Sonnentor untuk terus mencoba menawarkan produknya yang berbahan alami organik dan tanpa pengawet, agar orang lain juga bisa merasakan manfaat sehat seperti yang dialaminya.

Sonnentor yang dalam bahasa Jerman berarti "Gerbang Matahari", disambut baik di kalangan penganut gaya hidup sehat. Sonnentor menjadi pionir untuk inovasi dalam sektor organik dan perusahaan yang ramah lingkungan selama lebih dari 30 tahun.

Selain memproduksi beragam bumbu rempah untuk masakan, Sonnentor juga memiliki lini rempah untuk minuman. Lini minuman rempah organik ini bahkan menjadi salah satu favorit bagi masyarakat di Eropa karena selain bahannya yang organik alami berkualitas, juga dikemas secara praktis, dan manfaat sehatnya benar-benar terasa di tubuh.

Beberapa minuman favorit dari Sonnentor antara lain; Ginger Energy (jahe), Turmeric Latte Ginger, Teh klasik Sonnentor "Gone With The Wind" dan Sonnentor Stormy Weather Tea.

Ginger Energy (jahe) merupakan jenis teh yang pas untuk dinikmati di musim hujan menjelang pancaroba. Seduh Ginger Energy dengan 200ml air panas 100°C, jangan terlalu banyak air karena akan membuat rasa teh kurang pekat, diamkan selama kurang lebih 5 menit, lalu langsung diminum sebelum dingin. Dengan kandungan jahe organik 30 persen, rasa jahenya cukup mendominasi teh, dan terasa hangat di dalam tubuh setelah meneguk tehnya, sesuai dengan namanya Ginger energy.

Turmeric Latte Ginger (kunyit jahe latte) yang disebut juga golden milk, mengandung 53 persen bubuk kunyit organik, 15 persen bubuk jahe organik, dan beberapa rempah organik lainnya. Juga ada Turmeric Latte Vanilla (kunyit vanilla) yang mengandung bubuk kunyit dan bubuk vanilla yang kesemuanya merupakan bahan organik alami.

Cara penyajian pun cukup mudah. Taruh 1 sendok teh turmeric latte ke dalam 250 ml susu, panaskan, dan tambahkan sedikit gula merah atau gula batu. Aduk rata dan diamkan sebentar agar ampas kunyit mengendap, dan turmeric latte pun siap dinikmati. Selain dengan susu, turmeric latte ini juga bisa dinikmati dengan air lalu ditambah dengan madu.

Teh klasik Sonnentor ‘Gone With The Wind’ ini mengandung adas manis dan jintan yang tidak hanya memberikan aroma manis dan pedas, tetapi juga ringan. Sangat nikmat diminum dalam cuaca yang dingin di masa pandemi ini. Tidak hanya mampu menghangatkan tubuh, namun juga menenangkan hati dan pikiran.

Sonnentor Stormy Weather Tea merupakan salah satu jenis teh yang paling disukai konsumen, karena rasanya yang hangat menyeluruh saat diminum, namun juga terasa manis dan segar karena kandungan Sage, bunga jeruk nipis, chamomile dan elderberry memberi teh ini warna kuning yang kaya. Rasanya gurih dengan aroma segar, sedikit manis dan sejuk dari kandungan mint-nya. Teh ini cocok dengan hidangan ringan dan baik untuk pencernaan karena rasa manisnya yang halus. Teh ini juga banyak dikonsumsi saat batuk.

Dari bermula hanya bisa diperoleh di Austria dan negara lainnya di Eropa, Sonnentor merambah dunia dan juga Asia termasuk Indonesia. Seluruh produk Sonnentor yang berkualitas tinggi dan bermanfaat untuk kebutuhan kesehatan tubuh ini bisa Anda dapatkan dengan harga yang relatif terjangkau mulai dari Rp40 ribuan di platform e-commerce Tokopedia, Shopee, dan Blibli.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Isoman, jangan lupa evaluasi kondisi rutin
Senin, 02 Agustus 2021 - 08:15 WIB
Saat Anda melakukan isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif COVID-19 dan keputusan isolasi ini...
Jubir: Masker ganda 95 persen efektif cegah percikan droplet
Minggu, 01 Agustus 2021 - 19:38 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengemukakan penggunaan masker ganda...
Lima makanan dan minuman yang ampuh melawan dehidrasi
Minggu, 01 Agustus 2021 - 14:02 WIB
Rasa haus adalah salah satu sinyal bahwa seseorang mengalami dehidrasi, hal ini bisa terjadi lantara...
Cegah amputasi kaki akibat komplikasi diabetes
Sabtu, 31 Juli 2021 - 13:15 WIB
Setiap tahun, angka penyandang diabetes terus bertambah dan diperkirakan jumlahnya akan mencapai leb...
Syarat ibu hamil boleh lakukan vaksinasi COVID-19
Sabtu, 31 Juli 2021 - 08:45 WIB
Dalam waktu dekat ibu hamil sudah dapat melakukan vaksinasi COVID-19, namun ada beberapa syarat dan ...
Dokter: 31,4 persen remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet
Sabtu, 31 Juli 2021 - 00:09 WIB
Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Kris...
Quicktest buka layanan di 20 lokasi
Jumat, 30 Juli 2021 - 12:57 WIB
PT Quicktest Labotarium Indonesia menyediakan layanan walk in dan home care di 20 lokasi di Jaka...
Dokter: Kanker paru menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia
Rabu, 28 Juli 2021 - 21:31 WIB
Ketua Tim Kerja Onkologi Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Elisna Syahruddin me...
Cikpro luncurkan layanan antar obat ke rumah pasien
Rabu, 28 Juli 2021 - 19:25 WIB
CV Cipta Kreatif Promosindo (Cikpro) meluncurkan layanan pengantaran obat dari rumah sakit ke rumah ...
Keluar dari zona merah, BOR Kabupaten Kudus turun jadi 15 persen
Rabu, 28 Juli 2021 - 12:26 WIB
Kondisi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kini perlahan mulai membaik setelah sempat menjadi kota di Pula...
Live Streaming Radio Network