Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sejauh 1.400 meter
Elshinta
Jumat, 14 Mei 2021 - 12:15 WIB |
Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sejauh 1.400 meter
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran dipotret dari Srumbung, Magelang, Jateng, Kamis (6/5/2021). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.)

Elshinta.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tiga kali mengeluarkan guguran lava pijar pada Jumat.

Guguran lava pijar itu meluncur  dengan jarak maksimum sejauh 1.400 meter ke arah barat daya pada Jumat mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB.
 

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, selama periode pengamatan itu Merapi juga mengalami 42 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-11 mm selama 11-112 detik, serta tujuh kali gempa fase banyak dengan amplitudo 4-6 mm selama 8-12 detik.

Pada Jumat pagi, asap berwarna putih juga terpantau keluar dari Gunung Merapi dengan intensitas tebal setinggi 50 meter di atas puncak.
 

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Pada periode pengamatan Kamis (13/5) pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Merapi tercatat delapan kali meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
 

Guguran lava dan awan panas Merapi diperkirakan berdampak pada wilayah sektor selatan-barat daya, yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Apabila terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau radius tiga km dari puncak gunung.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Klaster baru hajatan di Boyolali 30 warga positif COVID-19
Jumat, 18 Juni 2021 - 15:52 WIB
Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Kecamatan Simo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menyebutkan sebanyak ...
Kasus COVID-19 di Jakarta Utara naik signifikan 3-4 hari terakhir
Jumat, 18 Juni 2021 - 15:30 WIB
Kasus penularan COVID-19 di Jakarta Utara naik signifikan dalam tiga sampai empat hari terakhir. Pem...
Satgas: Perusakan di posko Suramadu karena warga tergesa-gesa
Jumat, 18 Juni 2021 - 14:45 WIB
Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya menyampaikan perusakan di posko penyekatan Jemb...
Palangka Raya mulai operasionalkan Anjungan Dukcapil Mandiri
Jumat, 18 Juni 2021 - 14:23 WIB
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengop...
Gubernur Jawa Tengah ajak warga minum jamu untuk jaga imunitas
Jumat, 18 Juni 2021 - 14:12 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak warganya minum jamu untuk menjaga imunitas tubuh semasa...
Tim Gabungan Kota Surakarta gelar operasi yustisi COVID-19
Jumat, 18 Juni 2021 - 13:58 WIB
Tim Gabungan Aparat Keamanan Kota Surakarta menggelar operasi yustisi protokol kesehatan COVID-19 de...
Bioskop di Kota Tangerang kembali ditutup selama PPKM
Jumat, 18 Juni 2021 - 13:24 WIB
Bioskop di Kota Tangerang Banten ditutup selama masa perpanjangan pemberlakukan pembatasan kegiatan ...
BNPB dukung penanganan lonjakan penularan COVID-19 di Jawa Tengah
Jumat, 18 Juni 2021 - 12:23 WIB
Badan Nasional Penanggulangan COVID-19 mendukung penanganan lonjakan kasus penularan virus corona di...
Inggris perpanjang izin tes cepat COVID-19
Jumat, 18 Juni 2021 - 11:46 WIB
Regulator obat Inggris pada Kamis (17/6) memperpanjang izin penggunaan darurat (EUA) tes COVID-19 al...
Epidemiolog: Edukasi protokol kesehatan mesti perhatikan faktor budaya
Jumat, 18 Juni 2021 - 11:13 WIB
Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. dr. Pandu Riono, MPH, Ph...
Live Streaming Radio Network