PM Palestina: Tindakan Israel bentuk rasisme paling keji
Elshinta
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:13 WIB |
PM Palestina: Tindakan Israel bentuk rasisme paling keji
Perdana Menteri Palestina Mohammad Ibrahim Shtayyeh. ANTARA/Wikipedia/pri. (ANTARA/Wikipedia)

Elshinta.com - Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh pada Senin (10/5) mengatakan bahwa "tindakan Israel di wilayah Palestina adalah bentuk rasisme yang paling keji."

Pernyataan ini terungkap selama pertemuannya dengan sekitar 58 duta besar, konsul, perwakilan negara, organisasi dan anggota korps diplomatik yang terakreditasi untuk Palestina, di hadapan Menteri Luar Negeri Riyad al-Maliki di Kantor Perdana Menteri di Ramallah, menurut pernyataan dari kantor PM.

"Upaya untuk mengusir orang-orang Sheikh Jarrah (di Yerusalem) dari rumah mereka bukanlah masalah hukum, namun masalah politik, dan peradilan Israel secara politis diarahkan untuk melawan kehadiran Palestina di kota tersebut," kata Shtayyeh.

Ia meminta masyarakat dunia agar "segera bertindak menghentikan kekerasan pendudukan Israel terhadap rakyat kami di Kota Yerusalem dan di sejumlah tempat suci lainnya, selain untuk menghentikan upaya penyitaan rumah warga dan penggusuran terhadap mereka."

Shtayyeh menyatakan bahwa "peristiwa Yerusalem dan perlawanan rakyatnya dalam menghadapi penjajah mencerminkan pentingnya kota suci tersebut bagi seluruh warga Palestina dan telah mengangkat kembali isu Palestina ke agenda prioritas dunia."

Ketegangan di daerah Sheikh Jarrah memuncak sejak pekan lalu saat pemukim Israel menyerbu wilayah itu usai pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina.

Warga Palestina yang menggelar aksi solidaritas dengan warga Sheikh Jarrah menjadi sasaran pasukan Israel.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel 1967 dan merampas seluruh kota pada 1980 - sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. (Sumber: Anadolu)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Taj Mahal India dibuka kembali untuk turis saat pembatasan dicabut
Rabu, 16 Juni 2021 - 18:12 WIB
Taj Mahal yang ikonik di India dibuka kembali untuk umum pada Rabu ketika negara itu, yang masih bel...
Pakistan izinkan vaksin AstraZeneca untuk usia di bawah 40 tahun
Rabu, 16 Juni 2021 - 16:46 WIB
Pakistan mengizinkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca untuk orang berusia di bawah 40 tahun da...
Brazil akan beli vaksin COVID sekali suntik buatan China
Rabu, 16 Juni 2021 - 13:17 WIB
Brazil berencana membeli 60 juta dosis vaksin COVID-19 sekali suntik yang dikembangkan oleh perusaha...
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi setinggi dekade lalu
Selasa, 15 Juni 2021 - 21:53 WIB
Pangsa bahan bakar fosil dalam bauran energi total dunia setinggi satu dekade lalu, demikian terungk...
Mesir tegakkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikhwanul Muslimin
Selasa, 15 Juni 2021 - 13:28 WIB
Pengadilan sipil tertinggi Mesir pada Senin (14/6) menguatkan hukuman mati untuk 12 tokoh senior Ikh...
Nigeria minati alas kaki dan herbal asal Indonesia
Senin, 14 Juni 2021 - 13:48 WIB
Masyarakat Nigeria sangat berminat produk alas kaki dan herbal asal Indonesia, demikian hasil dari F...
Otoritas Saudi hanya izinkan warga yang sudah divaksin masuk mal
Senin, 14 Juni 2021 - 12:19 WIB
Otoritas Arab Saudi hanya akan mengizinkan warga yang sudah divaksin COVID-19 memasuki mal, menurut ...
Pemerintahan baru Israel menandai berakhirnya era Netanyahu
Senin, 14 Juni 2021 - 12:08 WIB
Rekor 12 tahun Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri Israel berakhir pada Minggu (13/6) ketika ...
Minyak stabil dekat tertinggi multi-tahun didukung prospek permintaan
Senin, 14 Juni 2021 - 10:14 WIB
Harga minyak bertahan di dekat level tertinggi multi-tahun di perdagangan AS pada Senin pagi, diduku...
Rusia uji vaksin COVID-19 versi semprotan hidung untuk anak
Minggu, 13 Juni 2021 - 21:25 WIB
Rusia menguji vaksin COVID-19 versi semprotan hidung yang cocok untuk anak-anak berusia 8-12 tahun, ...
Live Streaming Radio Network