Seruan penguncian nasional India meningkat
Elshinta
Minggu, 09 Mei 2021 - 17:35 WIB |
Seruan penguncian nasional India meningkat
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Angka kematian akibat COVID-19 di India meningkat hingga lebih dari 4,000 dalam hari kedua berturut-turut pada Minggu, seiring dengan meningkatnya seruan untuk pemberlakuan penguncian nasional untuk menekan penyebaran Covid-19. 

Kementerian Kesehatan India telah melaporkan 4.092 kematian dalam 24 jam terakhir, menjadikan total jumlah kematian akibat COVID-19 sebanyak 242.362. Jumlah kasus baru meningkat sebanyak 403.738, sedikit lebih rendah dari angka rekor dan menjadikan total jumlah kasus sejak awal pandemi sebanyak 22,3 juta.

India telah terdampak parah oleh gelombang kedua pandemi COVID-19 dengan kasus-kasus dan kematian mencapai rekor setiap dua hari. Dengan kekurangan oksigen dan tempat tidur yang akut di rumah-rumah sakit, serta kamar jenazah dan krematorium yang penuh, para ahli mengatakan bahwa angka kasus COVID-19 serta jumlah kematian yang sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi.

Banyak negara bagian India telah memberlakukan penguncian yang ketat dalam satu bulan terakhir untuk menekan lonjakan infeksi, kala negara bagian lain mengumumkan pembatasan terhadap pergerakan publik dan menutup bioskop, restoran, pub, dan pusat perbelanjaan.

Namun tekanan terus ditujukan terhadap Perdana Menter Narendra Modi untuk mengumumkan penguncian nasional, seperti apa yang telah diberlakukan pada gelombang pertama pada tahun lalu.

Pada Sabtu, India melaporkan angka kematian COVID-19 harian tertingginya dengan 4.187 korban meninggal dunia. Institut Evaluasi dan Matriks Kesehatan mengestimasi bahwa India akan menyaksikan satu juta kematian akibat COVID-19 pada Agustus.

Dukungan telah mengalir dari berbagai negara di dunia dalam bentuk tabung-tabung oksigen dan konsentrator, ventilator, serta peralatan medis lainnya bagi rumah-rumah sakit yang kewalahan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dubes Heri siap dukung promosi kesenian Indonesia di Jepang
Minggu, 20 Juni 2021 - 12:11 WIB
Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi melakukan pertemuan dengan kelomp...
Seniman Rohingya atasi ketakutan COVID saat pengungsi menunggu vaksin
Minggu, 20 Juni 2021 - 11:45 WIB
Sibuk dengan kuasnya di bawah atap terpal, seniman Rohingya Ansar Ullah mengerjakan mural yang mengg...
Muncul kasus baru COVID, ratusan penerbangan di Shenzhen dibatalkan
Minggu, 20 Juni 2021 - 11:00 WIB
Sedikitnya 400 jadwal penerbangan domestik dan internasional di Bandar Udara Internasional Bao\'an, ...
Lewati 500.000 kematian COVID, pakar Brazil beri peringatan
Minggu, 20 Juni 2021 - 10:30 WIB
Jumlah kematian di Brazil akibat COVID-19 melampaui 500.000 pada Sabtu (19/6) ketika para ahli mempe...
Delapan orang diamankan pascaledakan pipa gas Tiongkok tewaskan 25 warga
Sabtu, 19 Juni 2021 - 20:35 WIB
Delapan orang dari perusahaan gas di Kota Shiyan, Provinsi Hubei, China, diamankan pihak kepolisian ...
KBRI fasilitasi pelaku usaha Indonesia untuk merambah pasar Argentina
Sabtu, 19 Juni 2021 - 12:30 WIB
KBRI Buenos Aires menggandeng pengusaha Argentina untuk mendirikan Dewan Bisnis Argentina-Indonesia ...
Israel akan kirim 1 juta dosis vaksin COVID-19 ke Palestina
Sabtu, 19 Juni 2021 - 10:30 WIB
Israel akan mengirim sedikitnya 1 juta dosis vaksin COVID-19 ke Otoritas Palestina (PA) di bawah kes...
Korsel campur vaksin AstraZeneca dan Pfizer untuk 760.000 penduduk
Jumat, 18 Juni 2021 - 16:59 WIB
Sekitar 760.000 warga Korea Selatan (Korsel) yang telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 Astra...
PBB: Jumlah orang yang terpaksa mengungsi meningkat di tengah pandemi
Jumat, 18 Juni 2021 - 16:48 WIB
Jumlah orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik, penganiayaan dan pelanggaran ha...
Pekerja China, India termasuk korban tewas dalam banjir Nepal
Jumat, 18 Juni 2021 - 15:19 WIB
Tanah longsor dan banjir bandang yang dipicu hujan lebat di Nepal pekan ini menewaskan 11 orang term...
Live Streaming Radio Network