Pejabat Inggris akan keluarkan peringatan tentang corona varian India
Elshinta
Jumat, 07 Mei 2021 - 16:58 WIB |
Pejabat Inggris akan keluarkan peringatan tentang corona varian India
Relawan dan kerabat bersiap untuk mengkremasi jenazah orang yang meninggal akibat penyakit virus corona (COVID-19), di tempat krematorium di desa Giddenahalli di pinggiran Bengaluru, India, Minggu (2/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Samuel Rajkumar/WSJ/sa/am.

Elshinta.com - Pejabat Inggris akan mengeluarkan peringatan tentang salah satu varian virus corona baru yang pertama kali ditemukan di India sebagai "varian mengkhawatirkan" karena bukti bahwa virus varian itu menyebar lebih cepat dibandingkan jenis awal virus corona.

Hal itu dilaporkan dalam berita BBC dan Guardian pada Jumat.

Para ilmuwan dan dokter telah merekomendasikan bahwa satu versi varian virus corona yang pertama kali ditemukan di India, yang dikenal sebagai B.1.617.2, ditetapkan sebagai "varian yang menjadi perhatian", karena tampaknya telah menyebar lebih cepat di Inggris daripada varian lainnya, kata BBC.

Virus corona varian asli India, B.1.617, pertama kali terdeteksi pada Oktober tahun lalu, tetapi Badan Kesehatan Masyarakat Inggris (Public Health England/PHE) telah mengkategorikan tiga subtipe berbeda. Ketiga subtipe itu memiliki mutasi yang sedikit berbeda antara satu sama lain.

Meskipun varian B.1.617.2 tampaknya dapat ditularkan seperti varian Kent yang memicu sebagian besar gelombang COVID-19 kedua di Inggris, tidak ada bukti bahwa varian itu kebal terhadap vaksin yang ada saat ini, kata BBC, yang mengutip seorang narasumber.

Varian lain virus corona yang menjadi perhatian termasuk varian yang pertama kali diidentifikasi di Kent, Inggris tenggara serta di Afrika Selatan dan Brazil.

PHE mengatakan bahwa data mingguan varian virus corona di Inggris, yang telah jatuh tempo pada Kamis (6/5), ditunda karena "masalah pemrosesan". Namun, Guardian mengatakan bahwa pembaruan data mingguan tersebut ditunda karena pemilihan umum lokal.

PHE tidak segera mengomentari laporan tersebut.

Public Health England (PHE) adalah badan eksekutif dari Departemen Kesehatan dan Layanan Sosial di Inggris Raya. (Sumber: Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel campur vaksin AstraZeneca dan Pfizer untuk 760.000 penduduk
Jumat, 18 Juni 2021 - 16:59 WIB
Sekitar 760.000 warga Korea Selatan (Korsel) yang telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 Astra...
PBB: Jumlah orang yang terpaksa mengungsi meningkat di tengah pandemi
Jumat, 18 Juni 2021 - 16:48 WIB
Jumlah orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik, penganiayaan dan pelanggaran ha...
Pekerja China, India termasuk korban tewas dalam banjir Nepal
Jumat, 18 Juni 2021 - 15:19 WIB
Tanah longsor dan banjir bandang yang dipicu hujan lebat di Nepal pekan ini menewaskan 11 orang term...
WHO: 1 dari 100 kematian adalah bunuh diri
Jumat, 18 Juni 2021 - 14:58 WIB
Satu dari 100 kematian di dunia secara langsung dapat dikaitkan dengan bunuh diri, demikian laporan ...
Australia mungkin daftarkan koala pantai timur sebagai terancam punah
Jumat, 18 Juni 2021 - 14:34 WIB
Australia tengah mempertimbangkan untuk mendaftarkan koala di pantai timur negara tersebut sebagai s...
Para senator dua kubu susun bersama proposal infrastruktur AS
Jumat, 18 Juni 2021 - 13:47 WIB
Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer pada Kamis (17/6) bertemu dengan anggota kelompok senator ...
Pejabat: Lonjakan COVID-19 di Moskow kemungkinan karena varian baru
Jumat, 18 Juni 2021 - 13:35 WIB
Wali kota Moskow pada Kamis (17/6) menyebutkan bahwa situasi COVID-19 tidak terduga dan langsung mem...
Israel hancurkan delapan bangunan di selatan Hebron
Jumat, 18 Juni 2021 - 11:35 WIB
Pasukan Israel mengirimkan perintah pembongkaran terhadap delapan bangunan Palestina di desa Jawaya,...
Gedung Putih pertimbangkan pembicaraan Joe Biden dan Xi Jinping
Jumat, 18 Juni 2021 - 11:24 WIB
Gedung Putih akan mempertimbangkan pembicaraan antara Presiden Joe Biden dan mitranya dari China, Xi...
Biden teken UU tentang libur 19 Juni, atasi ketakadilan historis AS
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:41 WIB
Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris menandatangani undang-undang pada Kamis (17/6...
Live Streaming Radio Network