Australia berupaya lacak sumber misteri kasus COVID-19 di Sydney
Elshinta
Kamis, 06 Mei 2021 - 10:58 WIB |
Australia berupaya lacak sumber misteri kasus COVID-19 di Sydney
Ilustrasi. Sydney Opera House: Living Mural (ANTARA/PR Newswire/Destination NSW) (1)

Elshinta.com - Otoritas Australia berupaya untuk melacak sumber misteri infeksi COVID-19 di Sydney pada Kamis, yang merupakan kasus penularan lokal pertama di kota itu dalam lebih dari sebulan.

Pihak berwenang Australia juga memperingatkan penduduk untuk bersiap menghadapi lebih banyak kasus COVID-19.

Para petugas kesehatan bingung dengan kasus seorang pria berusia 50-an yang dinyatakan positif terjangkit virus corona pada Rabu (5/5) padahal dia diketahui tidak memiliki kontak dengan pekerjaan atau orang-orang berisiko tinggi.

Departemen kesehatan negara bagian New South Wales (NSW) mengeluarkan peringatan yang menyebutkan ada lebih dari 12 tempat yang dikunjungi oleh pria tak dikenal itu dalam beberapa hari terakhir, termasuk restoran, cafe, dan pusat perbelanjaan.

Hasil tes pada pria tersebut menunjukkan muatan virus yang lebih tinggi daripada yang biasanya terlihat pada orang yang terinfeksi virus corona. Hal itu berpotensi meningkatkan kemungkinan pria tersebut menyebarkan penyakit, kata departemen kesehatan.

Dianggap telah terjangkit virus corona sejak 30 April, pria itu adalah kasus pertama yang dilaporkan di NSW sejak 31 Maret.

Pihak berwenang sedang menyelidiki apakah kasus tersebut secara genetik terkait dengan siapa pun di sistem karantina atau kasus di negara bagian lain, dan juga memeriksa varian virus mana yang terkait dengan kasus COVID-19 yang dialami pria itu.

Sistem pelacakan cepat, pembatasan pergerakan, dan penjagaan perbatasan sebagian besar telah mengekang penyebaran COVID-19 di Australia, yang telah mencatat 29.865 kasus dan 910 kematian akibat infeksi virus corona sejak pandemi dimulai.

Pemerintah federal saat ini berada di bawah tekanan untuk membatalkan larangan perjalanan sementara bagi para pelancong, termasuk warganya sendiri, dari India yang dilanda lonjakan COVID. Australia telah memblokir semua penerbangan langsung dari India hingga 15 Mei.

Sebuah laporan di surat kabar Sydney Morning Herald pada Kamis, yang mengutip sumber tak dikenal, mengatakan bahwa setidaknya dua penerbangan repatriasi akan dikirim ke India setiap minggu mulai pertengahan Mei untuk membawa pulang sekitar 9.000 warga Australia.

Namun, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan situasi akan ditinjau kembali setelah 15 Mei.

"Kami tidak akan berkomitmen dahulu untuk hal itu pada saat ini," kata Morrison kepada stasiun radio 3AW pada Kamis. (Sumber: Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pekerja China, India termasuk korban tewas dalam banjir Nepal
Jumat, 18 Juni 2021 - 15:19 WIB
Tanah longsor dan banjir bandang yang dipicu hujan lebat di Nepal pekan ini menewaskan 11 orang term...
WHO: 1 dari 100 kematian adalah bunuh diri
Jumat, 18 Juni 2021 - 14:58 WIB
Satu dari 100 kematian di dunia secara langsung dapat dikaitkan dengan bunuh diri, demikian laporan ...
Australia mungkin daftarkan koala pantai timur sebagai terancam punah
Jumat, 18 Juni 2021 - 14:34 WIB
Australia tengah mempertimbangkan untuk mendaftarkan koala di pantai timur negara tersebut sebagai s...
Para senator dua kubu susun bersama proposal infrastruktur AS
Jumat, 18 Juni 2021 - 13:47 WIB
Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer pada Kamis (17/6) bertemu dengan anggota kelompok senator ...
Pejabat: Lonjakan COVID-19 di Moskow kemungkinan karena varian baru
Jumat, 18 Juni 2021 - 13:35 WIB
Wali kota Moskow pada Kamis (17/6) menyebutkan bahwa situasi COVID-19 tidak terduga dan langsung mem...
Israel hancurkan delapan bangunan di selatan Hebron
Jumat, 18 Juni 2021 - 11:35 WIB
Pasukan Israel mengirimkan perintah pembongkaran terhadap delapan bangunan Palestina di desa Jawaya,...
Gedung Putih pertimbangkan pembicaraan Joe Biden dan Xi Jinping
Jumat, 18 Juni 2021 - 11:24 WIB
Gedung Putih akan mempertimbangkan pembicaraan antara Presiden Joe Biden dan mitranya dari China, Xi...
Biden teken UU tentang libur 19 Juni, atasi ketakadilan historis AS
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:41 WIB
Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris menandatangani undang-undang pada Kamis (17/6...
Iran: Pembicaraan nuklir mendekati kesepakatan
Jumat, 18 Juni 2021 - 09:19 WIB
Pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington tentang menghidupkan kembali kesepakatan nu...
AS akhiri bantuan untuk Kamboja karena deforestasi, penargetan aktivis
Kamis, 17 Juni 2021 - 15:08 WIB
Amerika Serikat mengakhiri program bantuan untuk Kamboja yang bertujuan melindungi salah satu suaka ...
Live Streaming Radio Network