ITN Malang ditunjuk jadi pelaksana pendampingan Program SMK Pusat Keunggulan 2021
Elshinta
Rabu, 05 Mei 2021 - 14:57 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
ITN Malang ditunjuk jadi pelaksana pendampingan Program SMK Pusat Keunggulan 2021
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur ditetapkan sebagai perguruan tinggi Pelaksana Pendampingan Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan Tahun 2021 yang ditandatangani Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto. 

“Berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut, ITN Malang menjadi satu diantara 146 perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia yang akan melakukan pendampingan Program SMK Pusat Keunggulan.” Ungkap Rektor ITN Malang , Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE pada Kontributor Elshinta El-Aris, Rabu (5/5).

Ditambahkan Abraham dari jumlah tersebut ada 19 perguruan tinggi yang berada di Jawa Timur. “Selain ITN Malang juga ada total 6 perguruan tinggi negeri dan swasta di Malang yang mendapat kesempatan sama,” ujarnya. 

Setelah ditetapkan, maka ITN Malang dengan 15 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri hari ini melakukan “Rapat Koordinasi Pelaksana Pendampingan Pusat Keunggulan Tahun 2021, Program SMK 4 Tahun dan Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama” di Auditorium Kampus 1 ITN Malang. 

“15 SMKN tersebut dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Surabaya, Mojokerto, Tulungagung, Trenggalek dan Nganjuk. Beberapa waktu lalu ITN Malang ditetapkan sebagai salah satu perguruan tinggi Pelaksana Pendamping Program SMK Pusat Unggulan dari Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud. Untuk institut di Jawa Timur hanya ITN Malang dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember),” katanya. 

Di Jawa Timur ada banyak SMK yang menyelenggarakan pendidikan 4 tahun. Sehingga akan banyak yang bisa dilakukan ketika ITN Malang bisa bersinergi dengan SMK yang didampinginya. Salah satu pendampingan pada level program studi, yaitu SMK yang menyelenggarakan pendidikan 4 tahun akan ada pengakuan SKS ketika masuk ke perguran tinggi dari mata pelajaran yang sudah ditempuh. 

“Umumnya untuk mendapatkan ijazah sarjana mahasiswa harus menempuh 144 SKS. Kami sepakat di level institut ada pengakuan SKS dari SMK program 4 tahun, minimal 18 SKS dan maksimal 24 SKS. Artinya, kalau kita hitung calon mahasiswa hanya menempuh 120 SKS. Masing-masing mahasiswa bisa menempuh 7 sampai 7,5 semester bergantung indeks prestasi mahasiswa tersebut,” jelas Abraham.

Dengan adanya kerjasama dengan SMK Negeri, rektor berharap ITN Malang sebagai pelaksana pendampingan bisa berkontribusi dalam pemgembangan sumber daya manusia di level Jawa Timur, khususnya Kota Malang. 

Ada beberapa tugas yang menunggu ITN Malang sebagai pelaksana pendampingan. Seperti yang tertuang dalam surat keputusan, yakni melaksanakan koordinasi dengan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, melakukan pendampingan pemenuhan 8 (delapan) standar nasional pendidikan dan implementasi link and match dengan dunia kerja, memfasilitasi pelatihan pelaksanaan in house training kepada kepala sekolah dan guru di SMK pelaksana Program SMK Pusat keunggulan serta pengawas sekolah. 

Kemudian, memfasilitasi implementasi pembelajaran berbasis komunitas kepada kepala sekolah dan guru di SMK pelaksana Program SMK Pusat keunggulan serta pengawas sekolah, pendampingan kepala sekolah di SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan dalam penyusunan perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan SMK, pendampingan penggunaan teknologi bagi kepala sekolah dan guru di SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan dan penyusunan, pemantauan, evaluasi, dan pelaksanaan tindak lanjut capaian pembelajaran di SMK pelaksana Program SMK Pusat Keunggulan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kegiatan di kampus Unsika dibatasi karena kasus COVID-19 meningkat
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:51 WIB
Kegiatan di kampus Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang (Unsika) dibatasi menyusul peningkatan...
Kemendikbudristek: 33 persen sekolah sudah terapkan PTM terbatas
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:40 WIB
Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi...
Satgas Covid-19 terus pastikan kesiapan PTM Terbatas sesuai prokes
Rabu, 16 Juni 2021 - 12:35 WIB
Meski dinamika Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) terus berkembang, Satuan Tugas Penanganan Cov...
Nadiem: Puluhan ribu mahasiswa berkegiatan di luar kampus
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:57 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengataka...
Presiden: Mahasiswa jangan hanya belajar di kampus
Selasa, 15 Juni 2021 - 17:10 WIB
Presiden RI Joko Widodo meminta mahasiswa untuk tidak hanya belajar di kampus dengan dosen, melainka...
Satgas Covid-19 Bandung nilai sejumlah sekolah paham syarat PTM Terbatas
Selasa, 15 Juni 2021 - 11:37 WIB
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Jawa Barat Ema Sumarna menilai sejumlah...
Kabupaten Nunukan akan buka pembelajaran tatap muka
Selasa, 15 Juni 2021 - 09:41 WIB
Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, akan  melaksanakan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran ...
UB terima 6.033 peserta jalur SBMPTN
Senin, 14 Juni 2021 - 21:24 WIB
Universitas Brawijaya (UB) Malang menerima sebanyak 6.033 calon mahasiswa melalui jalur Seleksi Bers...
LTMPT: 184.942 siswa lolos SBMPTN 2021
Senin, 14 Juni 2021 - 17:45 WIB
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyatakan bahwa 184.942 siswa lolos Seleksi Bersama Masu...
 Disdikbud Sukoharjo optimis PTM dimulai bulan Juli
Senin, 14 Juni 2021 - 15:36 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengupayakan vaksinasi ...
Live Streaming Radio Network