Pemprov Papua kirim 30 mahasiswa OAP ke Amerika Serikat
Elshinta
Selasa, 04 Mei 2021 - 12:23 WIB |
Pemprov Papua kirim 30 mahasiswa OAP ke Amerika Serikat
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengirim sebanyak 30 mahasiswa unggul Orang Asli Papua (OAP) untuk belajar di luar negeri, terutama di Amerika Serikat. Pelepasan dilakukan pada Senin (3/5/2021) malam di Jakarta. (FOTO ANTARA/HO- dok pri)

Elshinta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengirim sebanyak 30 mahasiswa unggul Orang Asli Papua (OAP) untuk belajar di luar negeri, terutama di Amerika Serikat.

“Sebanyak 30 putra-putri Papua tersebut merupakan bagian dari 45 penerima beasiswa Siswa Unggul Papua 2019 yang selama ini dibina di Jakarta International College. Para mahasiswa OAP ini adalah penerima beasiswa Otonomi Khusus ini telah memiliki 45 SKS dalam studi mereka,” kata pendiri dan CEO Jakarta International College (JIC), Dr Wenny Susanto, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Pelepasan mahasiswa tersebut diselenggarakan di Jakarta, Senin (3/5) malam. Pengiriman mahasiswa tersebut merupakan komitmen Pemprov Papua dalam membangun sumber daya manusia (SDM) menjadi penggerak pembangunan untuk kebangkitan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Mahasiswa Papua itu akan melanjutkan studi di beberapa universitas ternama yang masuk dalam peringkat atas nasional universitas di AS, di antaranya The Ohio State University, Michigan State University, Western Michigan University, The University Of Kansas, Auburn University dan Louisiana State University.

“Untuk angkatan tahun 2019 ada 100 siswa yang menjalani seleksi. Dari jumlah itu terpilih 45 orang yang mampu lolos untuk menerima beasiswa belajar di luar negeri. Sedangkan sisanya tetap diberikan beasiswa oleh Pemerintah Provinsi Papua untuk belajar di dalam negeri,” kata Wenny.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko AF Rumapen, SP.M.Eng mengatakan mahasiswa dan mahasiswi unggul Papua itu diharapkan dapat menjadi Duta Papua khususnya dan Indonesia umumnya, ketika sedang kuliah di luar negeri ini.

"Saya berpesan kepada kalian, belajarlah dengan sungguh-sungguh agar kelak pulang kalian akan dapat memajukan Papua. Ingat selalu bahwa tugas kalian hanya belajar menimba ilmu. Jaga diri sebaik mungkin karena kalian adalah Duta-duta pilihan Papua-Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan Pemprov Papua hanya sebatas menyediakan fasilitas. Namun demikian pihaknya berharap kepada mahasiswa-mahasiswi unggul Papua dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan dengan meraih prestasi akademik yang membanggakan.

Pelepasan 30 mahasiswa-mahasiswi Papua Tahun 2019 belajar ke Amerika Serikat (Michigan University) itu merupakan tahun ke-12. Program ini didanai sepenenuhnya dari anggaran Otomomi Khusus (Otsus) Papua di bawah pimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur, Klemen Tinal.

Sejak digulirkan hingga tahun 2009, sudah ada 1.051 penerima beasiswa dan sebanyak 600 diantaranya menempuh pendidikan di luar negeri dan selebihnya menjalani pendidikan di universitas ternama di dalam negeri.

“Kami bangga dengan kepedulian Gubernur Lukas Enembe dan Wagub Klemen Tinal yang pada periode kedua memimpin Papua tetap mendukung program pendidikan dengan mengirim putra putri asal tanah Papua belajar ke luar negeri," katanya.

Ia berharap pada masa mendatang program itu tetap dilanjutkan untuk menyiapkan SDM asli Papua, sehingga ke depan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Timotius Wakur, S.Th mengatakan, kalau Papua ingin maju maka harus banyak pemuda-pemudinya yang menimpa ilmu di luar negeri.

Hal itu yang menjadi pendorong Gubernur Lukas Enembe, Wagub Klemen Tinal dan DPRP Papua untuk menggulirkan program beasiswa belajar universitas luar negeri. Bahkan Lukas Enembe mengalokasikan dana pendidikan 30 persen dari Otsus.

“Dari dana itu 20 persen untuk pendidikan di luar negeri. Saya bisa mengatakan, Lukas Enembe lahir tepat untuk kemajuan anak-anak Papua. Semoga program ini terus berlanjut demi terwujudnya Papua bangkit, mandiri dan sejahtera,” demikian Timotius Wakur.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kegiatan di kampus Unsika dibatasi karena kasus COVID-19 meningkat
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:51 WIB
Kegiatan di kampus Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang (Unsika) dibatasi menyusul peningkatan...
Kemendikbudristek: 33 persen sekolah sudah terapkan PTM terbatas
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:40 WIB
Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi...
Satgas Covid-19 terus pastikan kesiapan PTM Terbatas sesuai prokes
Rabu, 16 Juni 2021 - 12:35 WIB
Meski dinamika Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) terus berkembang, Satuan Tugas Penanganan Cov...
Nadiem: Puluhan ribu mahasiswa berkegiatan di luar kampus
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:57 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengataka...
Presiden: Mahasiswa jangan hanya belajar di kampus
Selasa, 15 Juni 2021 - 17:10 WIB
Presiden RI Joko Widodo meminta mahasiswa untuk tidak hanya belajar di kampus dengan dosen, melainka...
Satgas Covid-19 Bandung nilai sejumlah sekolah paham syarat PTM Terbatas
Selasa, 15 Juni 2021 - 11:37 WIB
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Jawa Barat Ema Sumarna menilai sejumlah...
Kabupaten Nunukan akan buka pembelajaran tatap muka
Selasa, 15 Juni 2021 - 09:41 WIB
Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, akan  melaksanakan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran ...
UB terima 6.033 peserta jalur SBMPTN
Senin, 14 Juni 2021 - 21:24 WIB
Universitas Brawijaya (UB) Malang menerima sebanyak 6.033 calon mahasiswa melalui jalur Seleksi Bers...
LTMPT: 184.942 siswa lolos SBMPTN 2021
Senin, 14 Juni 2021 - 17:45 WIB
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menyatakan bahwa 184.942 siswa lolos Seleksi Bersama Masu...
 Disdikbud Sukoharjo optimis PTM dimulai bulan Juli
Senin, 14 Juni 2021 - 15:36 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengupayakan vaksinasi ...
Live Streaming Radio Network