Polri tangkap pengirim satai beracun tewaskan anak `ojol` di Bantul
Elshinta
Senin, 03 Mei 2021 - 14:24 WIB |
Polri tangkap pengirim satai beracun tewaskan anak `ojol` di Bantul
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Jajaran Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menangkap NA (25) seorang perempuan pengirim satai ayam beracun yang mengakibatkan N (10), anak pengemudi ojek online tewas di pedukuhan Salakan, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.

"Setelah kita lakukan penyelidikan selama empat hari kemudian kita bisa mengerucut kepada salah satu calon tersangka, dan berhasil kita amankan pada Jumat (30/4)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria saat konferensi pers di Mapolres Bantul, DIY, Senin (3/5).

Menurut dia, tersangka NA (25) merupakan pekerja swasta yang beralamat Majalengka, Jawa Barat, tersangka diamankan petugas di rumah kos-nya wilayah Kelurahan Sitimulyo, Piyungan Bantul, saat ini tersangka ditahan di Kepolisian Resor (Polres) Bantul, untuk diproses hukum lebih lanjut.

Dia mengatakan, dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku berangkat yang sempat bertukar kendaraan lagi dengan sepeda motor lainnya, kemudian berang bukti helm, dan sandal jepit warna hitam.

"Kemudian ada beberapa plastik kresek berisi enam tusuk satai dan lontong yang sudah bercampur saus kacang, yang tidak kita bawa, kemudian uang sebesar Rp30 ribu yang digunakan untuk bayar ojek online, dan sebuah handphone," ungkap-nya.

Dia menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada 25 April 2021 di Dusun Salakan, Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul, dimana dilaporkan ada seorang anak N (10), putra pengemudi ojol Pak Bandiman (47), keracunan makanan yang menyebabkan meninggal dunia.

Dia mengatakan, dari keterangan saksi yang didapatkan polisi, pada 25 April sekitar 15.30 WIB di sekitar Gayam Mandala Krida, Yogyakarta, ada seorang tukang ojek online didatangi perempuan tidak dikenal dan meminta bantuan mengirimkan dua dos makanan, satu berisi satai ayam, satu berisi snak.

"Ketika meminta dikirimkan ini yang bersangkutan mengatakan tidak punya aplikasi online, sehingga minta dengan cara offline ke alamat tertentu di daerah Kecamatan Kasihan, Bantul, dengan mengatakan bahwa makanan tersebut berasal dari Pak Hamid di Pakualaman," tutur-nya.

Setelah terjadi kesepakatan, makanan di antar ke tempat tujuan, namun karena yang ada di rumah tujuan tersebut merasa tidak memesan makanan, maka ditolak untuk diterima, dan oleh tukang ojol karena makanan ditolak dibawa pulang ke rumahnya.

"Sampai di rumahnya makanan sebagian dimakan oleh istri-nya dan ada yang dimakan anaknya yang besar dan kecil, namun yang dimakan anak kecil ini menyebabkan meninggal dunia si anak," ucap dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Tujuh terduga pelaku pungli di Pasar Inpres Lhokseumawe berkedok organisasi tertentu
Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:58 WIB
Tujuh terduga pelaku pungli di Pasar Inpres Lhokseumawe berkedok organisasi diamankan petugas kepoli...
Polda Sumut tetapkan 8 anggota Polres Tanjungbalai tersangka kasus sabu tak bertuan
Sabtu, 19 Juni 2021 - 14:36 WIB
Bidang  Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut akhirnya menetapkan 8 personil polisi dari...
 Dirkrimum Polda Sumut tinjau lokasi penembakan Marah Salem Harahap
Sabtu, 19 Juni 2021 - 13:15 WIB
Pasca kejadian meninggalnya Marah Salem Harahap (42) Warga Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan ...
Sebuah mesin ATM BRI di Bekasi dijebol kawanan pencuri
Kamis, 17 Juni 2021 - 23:36 WIB
ATM Bank BRI yang di sebuah minimarket di Jalan Raya Narogong Pangkalan 3, Kelurahan Cikiwul, Kecama...
Polres Lhokseumawe ringkus tujuh pelaku pungli di Pasar Inpres
Kamis, 17 Juni 2021 - 23:24 WIB
Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Lhokseumawe meringkus tujuh pelaku pungli di kaw...
Jambret kalung balita, penjual ikan keliling digelandang ke Polres Magelang
Rabu, 16 Juni 2021 - 14:55 WIB
Polres Magelang Jawa Tengah berhasil membekuk seorang penjual ikan keliling yang menjambret kalung s...
Polres Bogor bongkar tempat pembuatan tembakau sintetis
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:35 WIB
Kepolisian Resor Bogor membongkar tempat pembuatan tembakau sintetis di Mekarjaya, Kecamatan Bogor B...
Polda Jatim gagalkan penjualan 30.500 ekor benih lobster
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:27 WIB
Kepolisian Daerah Jawa Timur mengagalkan penjualan sebanyak 30.500 ekor benih lobster atau benur dar...
Delapan tersangka pungli ditempatkan di Rutan Pelabuhan Tj Priok
Selasa, 15 Juni 2021 - 15:56 WIB
Wakil Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Priok Komisaris Polisi Yunita Natallia Rungkat menga...
Polda Sumbar ungkap perusakan Taman Nasional Kerinci Seblat
Selasa, 15 Juni 2021 - 14:10 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) d...
Live Streaming Radio Network