MPR: Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa bersandar pada anggaran
Elshinta
Senin, 03 Mei 2021 - 11:27 WIB |
MPR: Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa bersandar pada anggaran
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (ANTARA/dokumentasi pribadi)

Elshinta.com - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyatakan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan mutu pendidikan tidak bisa bersandar pada dukungan anggaran semata.

“Memaknai kemerdekaan belajar harus berbanding lurus dengan upaya peningkatan SDM Indonesia yang dihasilkan dari proses pembelajaran. Untuk mengukurnya, kita dapat merujuk pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ujar Ketua MPR, Bambang Soesatyo, dalam Knowledge Sharing Forum (KSF) ke-19 Universitas Terbuka yang dipantau di Jakarta, Senin.

Berdasarkan data yang dirilis oleh UNDP pada 2020, IPM Indonesia berada pada urutan 107 dari 189 negara. Bahkan di Asia Tenggara masih kalah dari Singapura yang menduduki ranking 11, Brunei Darussalam yang menduduki ranking 47, Malaysia pada urutan 62 dan Thailand pada ranking 79.

Begitu juga gambaran kemampuan siswa yang dirilis oleh PISA pada 2018, menempatkan Indonesia pada posisi 72 dari 77 negara OECD.

“Masih tertinggal jauh dari Singapura yang berada pada urutan dua dan Malaysia pada urutan 56. Kondisi ini tentang mengundang kekhawatiran kita bersama, mengingat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, anggaran pendidikan dialokasikan 20 persen dari APBN sebagaimana diamanatkan UUD 1945. Kondisi ini menyadarkan kita bahwa peningkatan SDM dan mutu pendidikan tidak hanya disandarkan pada dukungan anggaran,” terang Bambang.

Berikutnya, realisasi konsep Merdeka Belajar harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi yakni peningkatan kualitas pendidik, penyempurnaan sistem pendidikan dan pembenahan pada lembaga pendidikan.
 

Pada jenjang pendidikan tinggi, tantangan tidak hanya pada akses pembelajaran yang dijangkau lapisan masyarakat tetapi juga kemampuan menghasilkan alumni yang berkualitas dan berdaya saing.

“Saya mengapresiasi penerapan dan pemanfaatan teknologi yang dilakukan UT dalam membantu proses pembelajaran. Juga upaya pemerataan yang dilakukan, terutama dalam menjangkau masyarakat yang belum tersentuh lembaga pendidikan tinggi,” kata dia lagi.

Bambang juga mengingatkan bahwa pembangunan SDM juga harus holistik tidak hanya cerdas dan terampil secara akademis tetapi memiliki jiwa Pancasila dan berakhlak mulia.

Rektor UT, Prof Ojat Darojat, mengatakan kampus PTN yang melakukan pendidikan jarak jauh (PJJ) itu sejak 36 tahun lalu telah melakukan upaya pemerataan akses pendidikan tinggi pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Kami memberikan kesempatan pada masyarakat yang sudah bekerja untuk meningkatkan kompetensinya dan juga meningkatkan daya tampung perguruan tinggi,” kata Ojat.

Sebanyak 60 persen mahasiswa UT berasal dari pinggiran yang sulit dijangkau lembaga pendidikan lainnya. Puncaknya saat hadirnya UU guru dan dosen, yang mensyaratkan guru dari jenjang PAUD hingga SMA harus S1, maka banyak guru-guru yang melanjutkan pendidikan melalui UT.

Saat ini, UT berupaya meningkatkan statusnya menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN BH) agar bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas lagi dan lebih lincah. UT juga menyiapkan ekosistem pembelajaran digital yang akan menjadi rujukan perguruan tinggi Indonesia dalam melakukan pembelajaran daring atau PJJ.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Bupati minta mahasiswa asal Kabupaten Cirebon ikut bangun majukan daerah
Minggu, 20 Juni 2021 - 16:35 WIB
Bupati Cirebon, Imron berpesan kepada seluruh mahasiswa dari Kabupaten Cirebon yang saat ini tengah ...
Komnas PA sebut korban kekerasan di SPI diperkirakan capai 60 orang
Sabtu, 19 Juni 2021 - 21:34 WIB
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebutkan jumlah korban kejahatan luar biasa di Sek...
 20 mahasiswa Nanjing Xiaozhuang University asal Boyolali diwisuda  
Sabtu, 19 Juni 2021 - 19:57 WIB
Sebanyak 20 mahasiswa asal Kabupaten Boyolali Jawatengah yang menempuh pendidikan di Nanjing Xiaozhu...
 Santri diminta melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi
Sabtu, 19 Juni 2021 - 18:23 WIB
Bupati Cirebon, Drs.H. Imron, M.Ag menghadiri acara haflah akhirussanah santri tingkat ibtidaiyah hi...
 Perpustakaan Kota Magelang terbaik 2 se-Jateng
Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:35 WIB
Perpustakaan Umum Kota Magelang meraih juara 2 atau runner up dalam ajang Lomba Perpustakaan Umum Ka...
ITN Malang buka prodi bisnis digital 
Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:24 WIB
ITN sebagai salah satu perguruan tinggi berbasis engineering mulai mengembangkan sayap membuka progr...
UNS tutup kampus sepekan setelah tiga dosen meninggal akibat COVID-19
Jumat, 18 Juni 2021 - 10:26 WIB
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menutup sementara kampus dan memberlakukan pembatasan akti...
Hasil seleksi ujian masuk Perguruan Tinggi Islam diumumkan siang ini
Kamis, 17 Juni 2021 - 12:19 WIB
Kementerian Agama menyatakan hasil seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPT...
Kegiatan di kampus Unsika dibatasi karena kasus COVID-19 meningkat
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:51 WIB
Kegiatan di kampus Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang (Unsika) dibatasi menyusul peningkatan...
Kemendikbudristek: 33 persen sekolah sudah terapkan PTM terbatas
Rabu, 16 Juni 2021 - 21:40 WIB
Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD Dikdasmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi...
Live Streaming Radio Network