Keluarga korban Nanggala 402: Saya yakin anak saya selamat
Elshinta
Senin, 26 April 2021 - 15:06 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Keluarga korban Nanggala 402: Saya yakin anak saya selamat
Sumber foto: A Muhtarom/elshinta.com.

Elshinta.com - Keluarga Serda Dwi Nugroho, salah seorang kru kapal selam KRI Nanggala 402 asal Kabupaten Rembang,  Jawa Tengah berharap Serda Dwi Nugroho beserta semua kru KRI Nanggala lainnnya dapat selamat meskipun pemerintah telah menetapkan KRI Nanggala 402 tenggelam.

Hal tersebut dikatakan Sudiyanto, ayah Serda Dwi Nugroho, Minggu (25/4).

"Saya yakin anak saya bisa pulang dengan selamat. Saya ndak ada firasat apa-apa," ucap Sudiyanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, A Muhtarorm, Minggu (25/4).

Sudiyanto yang tinggal di  Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah menceritakan Serda Dwi terakhir pulang ke Rembang saat Idul Adha tahun lalu.

"Terakhir komunikasi melalui telepon sekitar 2 minggu lalu," imbuhnya.

Sudiyanto pun mengaku hingga saat ini terus berdoa untuk keselamatan anak keduanya dari empat bersaudara itu.

Sudiyanto mengaku pertama mengetahui musibah yang menimpa KRI Nanggala 402 dari berita di televisi, Rabu pekan lalu.

"Anak saya yang satu sudah dikasih tahu dari Surabaya. Waktu itu nggak berani kasih tahu saya khawatir saya kaget," kenangnya.

KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4) dini hari di perairan utara Bali. Setelah dilakukan pencarian, KRI Nanggala 402 dinyatakan subsunk (tenggelam) pada Sabtu (24/4) oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Sabtu 24 April.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pelajar asal Bogor hilang tenggelam di Pantai Citepus Sukabumi
Rabu, 16 Juni 2021 - 20:36 WIB
Seorang pelajar asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat hilang tenggelam saat berenang di Pantai Citepus, K...
Korsleting listrik sebabkan kebakaran rumah makan di Pulogadung
Selasa, 15 Juni 2021 - 20:57 WIB
Korsleting arus listrik diduga menjadi penyebab kebakaran sebuah rumah makan di Jalan Raya Pemuda, ...
15 Juni 2014: Belasan ruko di Pasar Kerobokan ludes dilalap Si Jago Merah
Selasa, 15 Juni 2021 - 06:11 WIB
Kebakaran Pasar Taman Sari Merta, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu 15 Juni 2014, menghangus...
Pabrik tiner di Curug Tangerang terbakar
Senin, 14 Juni 2021 - 23:09 WIB
Satu pabrik tiner yang terletak di Desa Cukang Galih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, ...
Kebakaran di Paringin Kalsel hanguskan rumah warga di Desa Tungkap
Senin, 14 Juni 2021 - 00:08 WIB
Kebakaran yang terjadi Minggu siang, di Desa Tungkap Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan,...
Tragis, bocah perempuan ditemukan mengambang di irigasi
Minggu, 13 Juni 2021 - 15:25 WIB
Kejadian tragis menimpa seorang bocah perempuan yang ditemukan dalam keadaan tewas mengambang di sal...
13 Juni 1996: Pesawat Garuda terbakar di Jepang
Minggu, 13 Juni 2021 - 11:34 WIB
Hari ini 25 tahun yang lalu atau tepatnya pada 13 Juni 1996, sebuah kecelakaan menimpa pesawat maska...
 Pemuda tenggelam di TPI Pantai Lengkong Cilacap ditemukan
Jumat, 11 Juni 2021 - 21:36 WIB
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban yang sebelumnya tenggelam di Pantai Lengkong Desa Mertasi...
Tiga kios di Cipayung terbakar
Jumat, 11 Juni 2021 - 07:51 WIB
Tiga kios yang berada Jalan Raya Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, hangus terbakar pada Jumat pagi.
Hujan disertai angin kencang sebabkan pohon tumbag dan rumah rusak
Senin, 07 Juni 2021 - 07:40 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang yang melanda wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya, Kabupaten...
Live Streaming Radio Network