31 penduduk asli terluka di Kolombia pascaserangan bersenjata
Elshinta
Jumat, 23 April 2021 - 12:47 WIB |
31 penduduk asli terluka di Kolombia pascaserangan bersenjata
Tentara berjaga di kota Caloto Cauca setelah terjadi serangan oleh pemberontak Kolombia, Selasa (1/3) (FOTO ANTARA/REUTERS/Jaime Sald)

Elshinta.com - Sedikitnya 31 penduduk asli terluka di Kolombia tenggara pada Kamis (22/4) setelah kelompok bersenjata liar menembaki mereka ketika mereka menghancurkan tanaman koka, bahan utama kokain, kata sebuah organisasi yang mewakili masyarakat.

Serangan itu terjadi di kota madya pedesaan Caldono, di provinsi Cauca Kolombia.

Wilayah ini secara strategis penting untuk perdagangan narkoba dan dipersengketakan oleh kelompok bersenjata termasuk pembangkang dari kelompok gerilyawan Farc yang dilumpuhkan, Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan organisasi kriminal lainnya yang terdiri dari bekas paramiliter sayap kanan.

"Sejauh ini 31 penduduk asli telah dilaporkan terluka dan lima penyerang telah ditahan oleh Pengawal Pribumi," kata Dewan Daerah Adat di Cauca (CRIC) dalam sebuah pernyataan.

Upaya pemberantasan tanaman koka dan penyerangan terhadap anggota masyarakat terus dilakukan, yang berarti jumlah korban luka dapat meningkat, tambah CRIC, menggambarkan masyarakat adat di wilayah tersebut sebagai korban ketidakhadiran negara.

Kelompok bersenjata liar berjuang untuk menguasai wilayah strategis untuk menanam koka dan produksi kokain, menurut sumber pemerintah dan keamanan.

Pada Selasa (20/4), gubernur adat Sandra Liliana Pea Chocue - yang menentang tanaman koka di tanah adat - dibunuh di wilayah yang sama.

Pemerintah Kolombia mengutuk serangan terhadap komunitas adat.

"Sungguh tercela bahwa penjahat mengamuk terhadap komunitas adat dan ... terhadap wanita yang mempertahankan wilayah mereka dari kehadiran ekonomi ilegal yang mengancam integritas anak muda dan kemurnian tanah," Emilio Archila, penasihat presiden untuk implementasi kesepakatan damai, katanya dalam sebuah pernyataan.

Kolombia, dengan posisi strategis geografisnya yang dikelilingi oleh dua samudra, dianggap sebagai penghasil kokain terbesar di dunia.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
New York mulai vaksinasi COVID-19 untuk remaja
Jumat, 14 Mei 2021 - 19:36 WIB
Tepuk tangan yang meriah pada Kamis menyambut dimulainya vaksinasi COVID-19 untuk kalangan remaja di...
PAHO: Empat varian COVID-19 terdeteksi di kawasan Amerika
Jumat, 14 Mei 2021 - 18:45 WIB
Empat varian COVID-19 paling mengkhawatirkan terdeteksi hampir di semua negara dan kawasan Amerika, ...
Junta Myanmar umumkan darurat militer di kota Negara Bagian Chin
Jumat, 14 Mei 2021 - 17:56 WIB
Junta Myanmar telah mengumumkan darurat militer di sebuah kota di Negara Bagian Chin setelah menuduh...
10 pekan jepang Olimpiade Jepang tambah 3 prefektur berstatus darurat
Jumat, 14 Mei 2021 - 17:24 WIB
Jepang menambah tiga prefektur berstatus darurat COVID-19, langkah mengejutkan yang mencerminkan kek...
Kasus COVID India lampaui 24 juta, saat varian virus menyebar ke dunia
Jumat, 14 Mei 2021 - 13:55 WIB
Jumlah infeksi COVID-19 yang tercatat di India naik melampaui 24 juta kasus pada Jumat, di tengah la...
DK PBB akan bahas konflik Israel dan militan Palestina pada Minggu
Jumat, 14 Mei 2021 - 12:25 WIB
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam pertemuan pada Minggu (16/5) akan secara te...
Minyak anjlok sekitar tiga persen, terseret krisis COVID-19 India
Jumat, 14 Mei 2021 - 10:45 WIB
Harga minyak anjlok sekitar persen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika krisis viru...
PM Palestina: Tindakan Israel bentuk rasisme paling keji
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:13 WIB
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh pada Senin (10/5) mengatakan bahwa tindakan Israel di wi...
Dokter India peringatkan warga kotoran sapi bukan obat COVID
Selasa, 11 Mei 2021 - 14:35 WIB
Para dokter di India memperingatkan warga tentang praktik penggunaan kotoran sapi dengan keyakinan ...
Info palsu sebabkan kluster baru COVID, dua ekspatriat di Hongkong ditahan
Selasa, 11 Mei 2021 - 13:58 WIB
Dua ekspatriat di Hong Kong ditahan karena memberikan informasi palsu hingga menyebabkan terjadinya ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV