MemoRI 25 April
25 April 1949: Keluar dari pengasingan, Hatta temui Van Royen di Jakarta
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
25 April 1949: Keluar dari pengasingan, Hatta temui Van Royen di Jakarta
Sumber foto: https://bit.ly/3xctT4S/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebuah perundingan antara Indonesia dengan Belanda dilakukan untuk membahas kemerdekaan Indonesia sebelum Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda.

Perundingan ini kelak dikenal dengan sebutan Perjanjian Roem-Royen. Perundingan menemui jalan buntu karena kedua belah pihak kukuh dengan kemauannya masing-masing.

Sebuah badan yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Commisions for Indonesia (UNCI), mengusulkan menghadirkan Mohammad Hatta dalam pertemuan berikutnya.

Saran tersebut lalu diteruskan oleh pimpinan UNCI asal Amerika Serikat, Merle Cochran.

Hatta saat itu sedang diasingkan di Bangka tepatnya daerah Menumbing sejak akhir tahun 1948.

Beberapa tokoh penting Republik juga diasingkan di tempat itu, yakni Sukarno, Sutan Syahrir, Agus Salim, dan Mohamad Roem.

Atas saran Cochran, akhirnya Hatta setuju keluar dari pengasingan dan terbang menuju Jakarta pada 24 April 1949.

"Pada tanggal 22 April 1949 aku menerima anjuran dari Tuan Cochran bahwa sebaik-baiknya aku sendiri datang ke Jakarta, berunding dengan Van Royen tentang batas daerah Yogyakarta apabila Pemerintah Republik Indonesia kembali ke Yogya. Delegasi Republik Indonesia sudah menegaskan bahawa Republik Indonesia tidak mau menerima penyerahan kedaulatan di KMB apabila tidak kembali terlebih dahulu ke daerahnya di Yogyakarta. Tanggal 24 April 1949 aku berangkat ke Jakarta," tulis Hatta dalam otobiografinya, Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi.

Sesampainya di Jakarta, Hatta kemudian menemui delegasi Belanda, Herman van Royen, untuk membicarakan Yogyakarta yang seharusnya dikembalikan ke Indonesia. 

"Keesokan harinya, tanggal 25 April 1949, Van Royen bertukar pikiran tentang Pemerintah Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta. Van Royen setuju Yogya sama sekali diserahkan kepada Republik Indonesia."

Perundingan tersebut terus berlanjut sampai 7 Mei 1949 di mana kedua delegasi sepakat mengutarakan pendapat masing-masing.

Pendapat di hari itulah kemudian ditetapkan sebagai hasil dari Perjanjian Roem-Royen.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Terbang pengenalan awali latihan manuver F-16 TNI AU dan USPACAF AS
Kamis, 17 Juni 2021 - 06:23 WIB
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dan United States Pacific Air Force (USPACAF) Ame...
17 Juni 2014: Indonesia-Papua Nugini tandatangani perjanjian ekstradisi
Kamis, 17 Juni 2021 - 06:15 WIB
Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini menandatangani perjanjian ekstradisi antarkedua negara di Ista...
 Ketua DPRD Kabupaten Semarang positif Covid-19, agenda DPRD tetap jalan
Rabu, 16 Juni 2021 - 20:14 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Bondan Marutohening  terkonfirmasi positif Covid-19. Kin...
Survei CPCS: Pemilih milenial unggulkan Ganjar dan Ridwan Kamil
Selasa, 15 Juni 2021 - 17:36 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kerap merajai posisi sebagai capres yang diunggulkan, na...
Hindari manuver politisi jelang Pilpres 2024, JoMan pastikan tunggu instruksi Jokowi
Senin, 14 Juni 2021 - 22:05 WIB
Pernyataan Presiden Jokowi menyoal relawan pendukungnya mulai dibidik bakal capres 2024 mendatang di...
Puan Maharani: Kebijakan pembelajaran tatap muka harus hati-hati
Senin, 14 Juni 2021 - 21:45 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan pelaksanaan kebijakan pembelajaran tatap muka pada masa pandem...
Jelang Pilpres 2024, Budi Arie: Projo ikut arahan Jokowi 
Senin, 14 Juni 2021 - 18:25 WIB
Ormas Projo siap melaksakan perintah Presiden Jokowi agar pendukungnya terus memantau dan mengamati ...
Relawan perempuan bergerak dukung Gus AMI jadi Presiden 2024
Senin, 14 Juni 2021 - 16:45 WIB
Ratusan perempuan yang tergabung dalam `Relawan Perempuan Gus AMI` menyatakan diri untuk mendukung A...
Golkar Sultra mulai bangun konsolidasi persiapan Pemilu 2024
Senin, 14 Juni 2021 - 09:51 WIB
Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara mulai membangun konsolidasi s...
 Projo tolak pajak pendidikan dan sembako rakyat
Minggu, 13 Juni 2021 - 20:55 WIB
DPP Projo menyatakan menolak pembebanan pajak pertambahan nilai (PPN) pada sektor pendidikan dan sem...
Live Streaming Radio Network