Melihat masjid tertua di Majalengka, dibangun masa kekuasaan Mataram
Elshinta
Rabu, 21 April 2021 - 16:57 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Melihat masjid tertua di Majalengka, dibangun masa kekuasaan Mataram
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Masjid Darussalam yang berlokasi di Desa Karangsambung Kec. Kadipaten Kab. Majalengka, Jawa Barat merupakan salah satu masjid tertua di Majalengka yang dibangun pada masa kekuasaan Mataram sekitar tahun 1600-an. Hingga saat ini di dalam masjid masih terdapat beberapa peninggalan benda-benda bersejarah di masa itu. 

Pemerhati Sejarah Majalengka Nana Rohmana menuturkan terkait Masjid Darussalam yang ada di Karangsambung ada beberapa versi dan tidak ada catatan resmi tahun berapa dibagun. 

"Tidak ada catatan resmi tentang sejarah dibangunnya Masjid Darussalam ini, namun jika berada di masa kekuasaan Mataram maka bisa dipastikan dibangun tahun 1600-an." kata Nana.  

Nana menjelaskan berdasarkan keterangan kuncen bahwa Masjid Daruusalam dibangun oleh utusan dari Cirebon pada masa kekuasaan Sultan Agung yang dipastikan dibangun tahun 1600an. Nana Rohmana menyebut menurut cerita tutur bahwa yang membangun adalah Demang Keked salah satu utusan dari Cirebon.

"Tentang siapa yang membangun Masjid Darussalam, menurut Kuncen yang ada di sana adalah Demang Keked yang merupakan utusan dari Cirebon," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (21/4).

Nana menerangkan, bukti-bukti yang menunjukkan Masjid Darussalam adalah masjid peninggalan masa kekuasaan Mataram adalah jejak peninggalan yang masih ada di dalam masjid.

Benda-benda kuno seperti tumbak, keris, bahkan peluru meriam kuno, keramik, kursi sumpah, sumur, tiang masjid, dan mahkota kubah yang masih bisa dilihat sampai saat ini.

"Yang menarik adalah tentang kursih sumpah. Dimana pada masa itu kursih sumpah seperti kursi pengadilan bagi orang yang berselisih. Untuk membuktikan kebenaran maka orang-orang yang berselisih akan dibawa ke kursih sumpah, siapa yang berbohong konon akan terjadi seperti lumpuh di atas kursih," paparnya.

Namun kata Nana, pengadilan rakyat menggunakan kursih sumpah berakhir tahun 70-an karena hukum di Indonesia sudah menggunakan hukum sesuai pemerintahan di Indonesia.

Selain, kursih sumpah Nana juga menyebut keramik-keramik yang menempel di dinding dan keramik yang ada pada mahkota kubah masjid sangat kental akan peninggalan sejarah saat itu.

"Kemudian kalau kita melaksanakan salat di Masjid Darussalam akan terasa seperti ada di Cirebon,  apalagi di dalamnya ada empat tiang kayu yang masih utuh sejak dulu dibangun meskupun bagian bawahnya ditempeli keramik untuk menjaga dari rayap namun tiang-tiang tersebut juga salah satu bukti peninggalan sejarah masa itu," urainya.

Nana juga menuturkan masih ada peninggalan bersejarah di dalam Masjid Darussalam Desa Karang Sambung kec. Kadipaten Kab. Majalengka yakni naskah kuno bertulisan Arab berisi tanya jawab antara ulama di Majalengka tepatnya ulama dari Mirat kec. Leuwimunding dengan imam masjid Mekah yang menuliskan percakapan tentang fikih dan ilmu-ilnu Islam yang hingga sekarang masih tersimpan di Masjid Darussalam. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus Covid-19 naik tajam, Menag minta jajarannya dan masyarakat perketat Prokes 5M
Minggu, 20 Juni 2021 - 21:13 WIB
Kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir. Bahkan hari ini, a...
Mensos Risma targetkan rusunawa di Bekasi rampung Desember 2021
Minggu, 20 Juni 2021 - 19:36 WIB
Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini menargetkan pembangunan rusunawa untuk penyandang ...
DPR: Masyarakat 5.0 berlandaskan ide Manusia Indonesia dan Kebudayaan
Minggu, 20 Juni 2021 - 13:11 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani menilai masyarakat 5.0 harus menempatkan manusia sebagai subjek dan pusat...
Budayawan: Jangan suruh masyarakat pilih Pancasila atau agama
Sabtu, 19 Juni 2021 - 21:46 WIB
Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis Suseno atau yang kerap disapa Romo Magnis mengatakan jang...
Pentas gamelan Jawa asal Jepang peroleh apresiasi
Senin, 14 Juni 2021 - 10:36 WIB
Pementasan grup gamelan Jawa di Jepang, Lambangsari dalam pergelaran wayang kulit di Tokyo, Sabtu ma...
Disarpus Bandung telusuri tokoh dan sejarah untuk diarsipkan
Minggu, 13 Juni 2021 - 21:36 WIB
Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Jawa Barat terus melanjutkan penelusuran tokoh...
 Wali Kota Medan inginkan `Masjid Mandiri`
Minggu, 13 Juni 2021 - 19:10 WIB
Wali Kota Medan berharap keberadaan masjid mampu menjawab keluhan umat.
PHRI Probolinggo keluhkan penutupan hotel dan restoran jelang Kasada
Minggu, 13 Juni 2021 - 17:58 WIB
Penutupan pelayanan hotel dan restoran di kawasan Bromo pada acara Kasada yang akan berlangsung Yadn...
Festival Teluk Jailolo tampilkan indahnya keberagaman
Sabtu, 12 Juni 2021 - 21:29 WIB
Potensi pariwisata Kabupaten Halmahera Barat dipastikan akan memanjakan para wisatawan yang datang. ...
Kemenang dan KBIH sosialisasikan pembatalan ibadah haji karena pandemi
Sabtu, 12 Juni 2021 - 17:40 WIB
Kementerian Agama Kabupaten Jember dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di daerah it...
Live Streaming Radio Network