Indonesia waspadai lonjakan kasus seperti di India
Elshinta
Selasa, 20 April 2021 - 19:55 WIB |
Indonesia waspadai lonjakan kasus seperti di India
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Indonesia sedang mewaspadai sejumlah hal terkait lonjakan kasus COVID-19 seperti yang terjadi di India, kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Ada tiga hal yang memicu lonjakan kasus di India. Pertama, vaksinasinya masih rendah dan lupa pada protokol kesehatan," katanya di Jakarta, Selasa (20/4).

Budi mengatakan sikap abai pada protokol kesehatan terlihat dari aktivitas puluhan ribu masyarakat setempat yang hadir dan berkerumun dalam acara keagamaan di Sungai Gangga. "Itu sudah parah," kata Budi.

Namun karakteristik upacara keagamaan yang cukup banyak di India, kata Budi, memiliki kemiripan dengan situasi masyarakat di Provinsi Bali.

Selain itu, kata Budi, India dan Indonesia masih mencatatkan jumlah kepesertaan vaksinasi COVID-19 yang masih sedikit.

"Vaksinasi kita sama India sama-sama masih rendah. Kita tidak mungkin kejar 50 persenan cepat kan, sekarang kita baru enam persenan dari total populasi," katanya.

Hal ketiga yang dianggap memicu lonjakan kasus COVID-19 di India adalah keberadaan varian virus baru B117 asal Inggris.

"B117 di India sudah banyak, kita masih sedikit. Jadi selama kita masih bisa jaga prokesnya, terutama di hari keagamaan kita tidak kumpul-kumpul, mudah-mudahan tidak seperti di India," katanya.

Menjelang Idul Fitri 1442 Hijriyah/2021 Masehi, Budi mengingatkan masyarakat untuk membatasi pergerakan ke luar rumah serta menghindari kerumunan yang berpotensi memicu penularan penyakit.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspadai makanan tinggi kalori saat Lebaran demi cegah stroke
Jumat, 07 Mei 2021 - 08:30 WIB
Dokter spesialis saraf RSUI, Dinda Diafiri menyarankan Anda tidak mengonsumsi makanan dan minuman ti...
PERHI: Obat hipertensi tidak memperparah kesakitan akibat COVID-19
Kamis, 06 Mei 2021 - 18:23 WIB
Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Erwinanto mengemukakan bahwa hipertensi dan ob...
Tips makan sehat saat Lebaran, kurangi santan
Kamis, 06 Mei 2021 - 17:44 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit UI, Muhammad Hafiz Aini memberikan tips pengaturan ...
Cerdas memilih hand sanitizer yang tepat
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:13 WIB
Ketika fasilitas air bersih sulit ditemukan, penggunaan hand sanitizer cukup efektif dan disarankan,...
PAPDI: Pukul 12.00 waktu terbaik berjemur cegah defisiensi vitamin D
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:57 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Jeffri Aloy...
Pemprov NTT bentuk Pokja AKI dan AKB serta pencegahan stunting
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:45 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan terbentuknya Tim Koordinasi (Pokja) Percepa...
 Pemprov Maluku bebaskan biaya rapid test antigen bagi warga kurang mampu
Rabu, 05 Mei 2021 - 14:46 WIB
Terhadap hal ini, Ketua Satgas Penanganan Cov 19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan, pihaknya...
PPNI Lumajang pastikan pelayan medis asal luar daerah tidak mudik
Rabu, 05 Mei 2021 - 10:11 WIB
Pekerja medis asal luar kabupaten atau kota yang bertugas di kabupaten Lumajang Jawa Timur dipastika...
Penanganan yang tepat untuk penderita gejala sinusitis
Selasa, 04 Mei 2021 - 14:11 WIB
Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) Hemastia Manuhara yang tergabung dalam Perhimpunan T...
Pentingnya kurangi porsi kopi selama Ramadan
Minggu, 02 Mei 2021 - 14:10 WIB
Anda yang sudah terbiasa mengurangi porsi konsumsi minuman berkafein salah satunya kopi selama Ramad...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV