Ponpes Suluh Melayu Yogyakarta ini mengoleksi Al-Quran dari berbagai negara 
Elshinta
Selasa, 20 April 2021 - 20:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Ponpes Suluh Melayu Yogyakarta ini mengoleksi Al-Quran dari berbagai negara 
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Pondok Pesantren Suluh Melayu Yogyakarta memiliki koleksi Al-Quran dari berbagai negara. Pondok pesantren yang berada di Gambiran Umbulharjo Yogyakarta ini didirikan untuk mencetak para penghafal Al-Quran. 

Al-Quran yang menjadi koleksi Ponpes Suluh Melayu dari berbagai negara ini juga menggunakan bahasa dari negara asal. Setidaknya sudah ada tujuh bahasa terjemahan pertama yang telah berhasil dikumpulkan, yakni Latin, Italia, Perancis, Inggris, Jerman, Belanda, Rusia dan Cina. Selain itu, juga mengoleksi banyak terjemahan Quran dari berbagai negara lain seperti Belanda, Turki, Hongaria, India, bahkan hingga Mongolia. 

"Saya memgumpulkan untuk membuat semacam museum dunia untuk Al-Quran dari berbagai bahasa di dunia. Saya bertekad niatan saya untuk mengumpulkan Al-Quran seluruh negara. Tujuannya adalah turut menjaga kemurnian Al-Quran di dunia ini, " Kata pembina pondok pesantren Suluh Melayau Yogyakarta, H Mahyudin Al Mudra, Senin (19/4). 

Ia mengakui memang tidak mudah untuk mengumpulkan, apalagi jika harus selalu datang ke negara-negara tersebut. Selain datang langsung ke luar negari untuk mencari Al-Quran, ia juga memanfaatkan koneksi teman-temanya. Dengan perkembangan teknologi informasi, ia bisa mengontak teman-temanya diberbagai negara melalui WA dan facebook. Dan banyak dari teman-temanya tersebut kemudian mengirimkan Al-Quran di negaranya ke Indonesia. 

"Targetnya bisa semua bahasa-bahasa asing yang menerbitkan Al-Quran dan syukur-syukur yang punya huruf sendiri. Memang tidak mudah ini, sekarang sudah terkumpul 20an," tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Selasa (20/4). 

Pondok pesantren Suluh Melayu ini selain mengumpulkan Al-Quran dari berbagai negara, juga mengumpulkan Quran terjemahan dari 20 bahasa daerah di Indonesia dan juga mencetak penghafal Quran yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk terjemahan bahasa-bahasa daerah di Indonesia pada tahu  2019 dicanangkan penerjemahan 20 bahasa daerah yaitu Bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Kaiiri (Indonesia timur), bahasa Batak, bahas Mongondo ( manado), bahasa Banjar, bahasa Bugis, bahasa Banyumas, bahasa Minang, Sasak, batak Angkola, bahas Kanayat , bahasa Osing, bahasa Madura, bahasa Toraja, bahsa Ambon, bahasa Bali, bahasa Palembang. 

Pesantren Suluh Melayu sendiri sudah siap menerima santri meski masih terbatas karena pembangunan gedung masih belum rampung. Pesantren ini akan mencetak para penghafal Al-Quran dan berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. 

Ketua Pesantren Suluh Melayu, H Noor Aslan menambahkan santri yang akan diteruan usia 17 atau 18 tahun atau SMA. Untuk penerimaan pertama baru bisa menampung empat sampai enam santri yang akan dibiayai penuh. 

Sementara untuk pembangunan gedung ponpes masih berjalan dan sempat terkendala pandemi COVID-19. Untuk melanjutkan pembangunan pondok tersebut, masih butuh biaya yang cukup besar. Maka pengurus pondok pesantren itu, mengetuk para dermawan untuk menyisihkan rezekinya. Sisa rezeki tersebut bisa disumbangkan ke Pondok Pesantren Penghafal Quran Pondok Suluh Melayu di Gambiran Umbulharjo, Yogyakarta. Melalui Nomor Rekening 505 202 0858 BANK syarih Indonesia KOP Yogyakarta atas nama Yayasan Suluh Melayu Nusantara. Atau ke Bank Mandiri Cabang Yogyakarta, Nomor Rekening 137 000 470 0007 atas nama Balai Kajian Melayu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus Covid-19 naik tajam, Menag minta jajarannya dan masyarakat perketat Prokes 5M
Minggu, 20 Juni 2021 - 21:13 WIB
Kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir. Bahkan hari ini, a...
Mensos Risma targetkan rusunawa di Bekasi rampung Desember 2021
Minggu, 20 Juni 2021 - 19:36 WIB
Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini menargetkan pembangunan rusunawa untuk penyandang ...
DPR: Masyarakat 5.0 berlandaskan ide Manusia Indonesia dan Kebudayaan
Minggu, 20 Juni 2021 - 13:11 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani menilai masyarakat 5.0 harus menempatkan manusia sebagai subjek dan pusat...
Budayawan: Jangan suruh masyarakat pilih Pancasila atau agama
Sabtu, 19 Juni 2021 - 21:46 WIB
Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis Suseno atau yang kerap disapa Romo Magnis mengatakan jang...
Pentas gamelan Jawa asal Jepang peroleh apresiasi
Senin, 14 Juni 2021 - 10:36 WIB
Pementasan grup gamelan Jawa di Jepang, Lambangsari dalam pergelaran wayang kulit di Tokyo, Sabtu ma...
Disarpus Bandung telusuri tokoh dan sejarah untuk diarsipkan
Minggu, 13 Juni 2021 - 21:36 WIB
Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Jawa Barat terus melanjutkan penelusuran tokoh...
 Wali Kota Medan inginkan `Masjid Mandiri`
Minggu, 13 Juni 2021 - 19:10 WIB
Wali Kota Medan berharap keberadaan masjid mampu menjawab keluhan umat.
PHRI Probolinggo keluhkan penutupan hotel dan restoran jelang Kasada
Minggu, 13 Juni 2021 - 17:58 WIB
Penutupan pelayanan hotel dan restoran di kawasan Bromo pada acara Kasada yang akan berlangsung Yadn...
Festival Teluk Jailolo tampilkan indahnya keberagaman
Sabtu, 12 Juni 2021 - 21:29 WIB
Potensi pariwisata Kabupaten Halmahera Barat dipastikan akan memanjakan para wisatawan yang datang. ...
Kemenang dan KBIH sosialisasikan pembatalan ibadah haji karena pandemi
Sabtu, 12 Juni 2021 - 17:40 WIB
Kementerian Agama Kabupaten Jember dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di daerah it...
Live Streaming Radio Network