Peluang ekspor Indonesia terbuka lebar di Filipina
Elshinta
Selasa, 20 April 2021 - 17:10 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Peluang ekspor Indonesia terbuka lebar di Filipina
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Indonesia dan Filipina memiliki banyak ruang untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan, khususnya dalam bidang ekonomi dan perdagangan, oleh karena itu sudah saatnya pelaku bisnis tanah air meraih kesempatan ini.

Wakil Duta Besar Indonesia di Filipina, Widya Rahmanto, menyampaikan hal itu dalam pidato keynote speech saat acara Virtual Trade Show Indonesia-Philippines yang digagas MadeinIndonesia.com bersama Philippine Business Club Indonesia Selasa, 14 April 2021.

“Waktunya sangat tepat bagi pelaku bisnis Indonesia untuk meningkatkan perdagangan, khususnya di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini,” Widya mengatakan dalam even yang dihadiri lebih dari 160 peserta dari Indonesia dan Filipina.

Menurutnya Indonesia dan Filipina adalah mitra strategis yang telah bertahun-tahun melakukan perdagangan bilateral. Indonesia adalah mitra dagang terbesar ke-8 bagi Filipina.

“Untuk tingkat ASEAN, Indonesia adalah mitra dagang ke-3,” katanya.

Banyak hal telah dilakukan untuk meningkatkan hubungan dagang Indonesia-Filipina, antara lain dengan mengadakan pembahasan yang melibatkan semua pemangku kepentingan. 

Hal yang penting untuk digarisbawahi adalah mengenai kebutuhan untuk meningkatkan konektivitas logistik. 

Wakil Dubes juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan swasta dalam upaya membuka akses pasar mancanegara dan meningkatkan ekspor.

“Acara semacam Virtual Trade Show ini adalah salah satu contoh kolaborasi yang apik,” Widya mengatakan. Acara ini digagas MadeinIndonesia.com dan Philippine Business Club Indonesia dengan dukungan penuh dari KBRI di Manila dan KJRI di Davao.

Sekretaris Jenderal Philippine Business Club Indonesia, Mark Castro, menegaskan bahwa Indonesia adalah mitra yang sangat penting bagi Filipina. Oleh karena itu, pengusaha Filipina berinisiatif mendirikan PBCI yang berfungsi semacam kamar dagang untuk menjembatani pengusaha Filipina dan Indonesia.

Castro menyambut baik fakta bahwa banyak produk Indonesia diterima dan diminati konsumen di Filipina. Dia menyebut produk seperti minyak angin Caplang, permen Kopiko, produk kopi dan donat J.Co.

“Kami sering menyelenggarakan dialog dengan perwakilan pemerintah dan swasta dari Indonesia. Kami menyampaikan bahwa tersedia potensi dan kesempatan besar [bagi produk Indonesia] untuk dipasarkan di Filipina,” kata Castro, yang sudah merasa betah tinggal di Indonesia.

Prinsipnya, tambah Castro, pasar Filipina siap menyerap dan selalu butuh produk dari Indonesia. Baginya yang penting adalah kelangsungan pasokan produk dari Indonesia.

Sementara itu, Giovanny Tutupoly, Sr. B2B Sales Manager MadeinIndonesia.com, menegaskan terdapat potensi pasar yang sangat besar akan tetapi saat ini masih kurang penetrasi.

Penetrasi pasar Filipina oleh pelaku bisnis Indonesia itu bisa dimulai dengan membuka akses dan saling komunikasi. “Melalui platform MadeinIndonesia.com, upaya membuka akses pasar Filipina bisa dimulai dan dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” kata Giovanny.

Terkait produk makanan Indonesia, Atase Perdagangan Indonesia di Manila, Lazuardi Nasution, menambahkan bahwa produk makanan dan minuman Indonesia yang akan diekspor ke Filipina tidak diwajibkan untuk mencantumkan label halal.

“Namun, pencantuman label halal akan dengan sendirinya memperluas pasar karena di Filipina juga ada komunitas Muslim,” kata Lazuardi.

Seperti diketahui, total perdagangan Indonesia dan Filipina pada 2019 mencapai 7,6 miliar dolar AS dengan surplus bagi Indonesia sebesar 5,9 miliar dolar AS. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Harga cabai dan daging mulai naik jelang Lebaran
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:56 WIB
Harga pangan di tingkat konsumen khususnya untuk cabai dan daging mulai merangkak naik menjelang Har...
Parkiran Pasar Tanah Abang tutup akses masuk pengunjung pukul 12.00
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:57 WIB
Pengelola parkiran Pasar Tanah Abang menutup pintu akses parkir masuk bagi pengunjung pada Selasa, p...
Indonesia dapat tempatkan PMI ke Taiwan setelah kasus COVID-19 turun
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:24 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana akan segera membuka kembali penempatan pekerja migr...
IHSG melemah 0,63% ke 5.938 pada akhir perdagangan sebelum lebaran  
Selasa, 11 Mei 2021 - 15:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang. Selasa (...
Rupiah berbalik menguat ke Rp14.195 per dolar AS pada tengah hari ini  
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:46 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil berbalik arah di tengah hari ini (11/5). Selasa (11/5), ru...
IHSG melemah ke 5.921 pada akhir sesi I hari ini 
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan hingga akhir perdagangan sesi I hari ini. Sel...
Anies : Penutupan sementara Pasar Tanah Abang merupakan siklus
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan penutupan sementara Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat...
Anies tinjau Pasar Mayestik Jakarta Selatan cek ketersediaan pangan
Selasa, 11 Mei 2021 - 11:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa pagi,  meninjau Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta...
Menperin: Cikande akan jadi klaster industri halal RI terbesar
Selasa, 11 Mei 2021 - 10:46 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Halal Modern Valley di Kawasa...
Rupiah berpotensi melemah tertekan kekhawatiran kenaikan inflasi AS
Selasa, 11 Mei 2021 - 09:46 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpotensi melemah te...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV