Tak kunjung direspon Kementan, peternak unggas mandiri layangkan nota keberatan ke-3
Elshinta
Selasa, 20 April 2021 - 14:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Tak kunjung direspon Kementan, peternak unggas mandiri layangkan nota keberatan ke-3
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) Alvino Antonio melalui kuasa hukum Hermawanto menyampaikan Nota Keberatan ke-3 kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan dianggap tidak menjalankan kewajiban hukumnya untuk mengganti kerugian yang dialami ratusan ribu peternak unggas di seluruh Indonesia.

Hermawanto mengatakan, dalam nota keberatan yang disampaikan pihaknya, peternak unggas mandiri yang populasinya tersisa 10 persen dari seluruh kebutuhan unggas nasional, tercatat merugi hingga Rp5,4 triliun dalam kurun 2019 hingga 2020. Kerugian itu disebabkan oleh Kementan yang tidak mampu memberikan perlindungan kepada peternak mandiri. Kerugian tersebut, lanjut Hermawanto, juga disebabkan oleh lemahnya Kementan yang tidak mampu menjaga stabilitas perunggasan, terutama supply Live Bird, pakan, dan anak ayam (DOC). 

“Keberatan atau somasi ke tiga yang kami ajukan sebagai proses untuk terus mengingatkan Pemerintah, untuk menaati kewajiban hukumnya dan mengganti kerugian yang dialami para peternak rakyat,” kata Hermawanto saat menyampaikan Nota Keberatan ke-3 kepada Kementan, lobby Gedung A Kementerian Pertanian, Jakarta (20/4).

Hermawanto menambahkan, pihaknya merasa Kementan tidak beritikad baik untuk merespon langkah hukum yang dilakukannya. Maka dari itu, pihaknya akan menggugat Pemerintah, dalam hal ini Kementan.

“Tentu kami berharap tidak perlu ke pengadilan, karena gugatan peternak rakyat ini akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah. Ini pertama kalinya tindakan pemerintah digugat ke pengadilan dan akan diputus untuk mengganti kerugian sesuai tuntutannya,” imbuh Hermawanto dalam rilis tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (20/4).

Alvino Antonio telah melayangkan dua kali Nota Keberatan kepada Kementan pada 15 Maret dan 29 Maret 2021. Peternak unggas mandiri ini juga sudah merespon undangan pertemuan dari pihak Kementan pada 12 April lalu. 

“Tapi di pertemuan itu Kementan hanya sebatas ingin tahu maksud dan penjelasan yang tersurat dalam Nota Keberatan. Tidak ada respon selanjutnya,” ujar Alvino.

Alvino menegaskan, pihaknya akan mengirimkan gugatan kepada Pemerintah. Ia merasa sebagai peternak unggas mandiri yang seharusnya dilindungi, tetapi terasa perlahan dibiarkan punah.

“Sampai kapan pun saya tidak akan berhenti sebelum tuntutan saya dikabulkan. Dan saya akan perkarakan ke pengadilan,” tegas Alvino.

Sebelumnya, Alvino merintis usaha budidaya ayam broiler yang sejak tahun 2013 dengan menjalankan prinsip kerjasama usaha dengan perusahaan kemitraan. Pada tahun 2016 sampai dengan pertengahan tahun 2018, usahanya berkembang cukup baik dan meraih hasil usaha yang memuaskan. Namun, di akhir tahun 2018 usahanya mengalami gejolak yang sangat serius karena ketidakstabilan harga jual LB dan harga pakan ternak yang sangat tinggi.

"Jadi tidak akan sebanding dengan harga jualnya. Saya terus menerus merugi dan hutang terus menumpuk. Kalau ekosistemnya seperti ini, berapa pun modal usaha kami (peternak ayam rakyat) pasti rugi," pungkas Alvino.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Harga cabai dan daging mulai naik jelang Lebaran
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:56 WIB
Harga pangan di tingkat konsumen khususnya untuk cabai dan daging mulai merangkak naik menjelang Har...
Parkiran Pasar Tanah Abang tutup akses masuk pengunjung pukul 12.00
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:57 WIB
Pengelola parkiran Pasar Tanah Abang menutup pintu akses parkir masuk bagi pengunjung pada Selasa, p...
Indonesia dapat tempatkan PMI ke Taiwan setelah kasus COVID-19 turun
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:24 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana akan segera membuka kembali penempatan pekerja migr...
IHSG melemah 0,63% ke 5.938 pada akhir perdagangan sebelum lebaran  
Selasa, 11 Mei 2021 - 15:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang. Selasa (...
Rupiah berbalik menguat ke Rp14.195 per dolar AS pada tengah hari ini  
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:46 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil berbalik arah di tengah hari ini (11/5). Selasa (11/5), ru...
IHSG melemah ke 5.921 pada akhir sesi I hari ini 
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan hingga akhir perdagangan sesi I hari ini. Sel...
Anies : Penutupan sementara Pasar Tanah Abang merupakan siklus
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan penutupan sementara Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat...
Anies tinjau Pasar Mayestik Jakarta Selatan cek ketersediaan pangan
Selasa, 11 Mei 2021 - 11:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa pagi,  meninjau Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta...
Menperin: Cikande akan jadi klaster industri halal RI terbesar
Selasa, 11 Mei 2021 - 10:46 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Halal Modern Valley di Kawasa...
Rupiah berpotensi melemah tertekan kekhawatiran kenaikan inflasi AS
Selasa, 11 Mei 2021 - 09:46 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpotensi melemah te...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV