Ormas Hindu datangi Polda Bali terkait dugaan penistaan agama
Elshinta
Senin, 19 April 2021 - 23:36 WIB |
Ormas Hindu datangi Polda Bali terkait dugaan penistaan agama
Proses pelaporan organisasi masyarakat Hindu Bali di Polda Bali, Senin (19/04/2021). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2021)

Elshinta.com - Organisasi Masyarakat (Ormas) Hindu, Bali yang tergabung dalam Tim Advokasi Penegakan Dharma mendatangi Polda Bali terkait dugaan penistaan dan penodaan agama Hindu yang dilakukan oleh pengajar Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Dr. Desak Made Darmawati.

"Kami dari Tim Advokasi Penegakan Dharma terdiri dari beberapa elemen Ormas Hindu, melaporkan channel youtube "IstiqomahTV" yang menyebarkan konten ceramah dari dokter Dr. Desak Made Darmawati ke Polda Bali. Mudah-mudahan diterima dan diproses sehingga kasus ini bisa diterima," kata Koordinator Tim Advokasi Penegakan Dharma Dr. Gede Suardana, saat ditemui di Polda Bali, Senin.

Ia mengatakan bahwa ucapan dari Dr. Desak Made Darmawati memuat dugaan penistaan dan penodaan agama Hindu. Selain itu penghinaan terhadap masyarakat Bali yang dilakukan di Jakarta dan di media sosial bisa diakses dari mana saja, kapan saja melalui gawai.

Selain melaporkan Dr. Desak Made Darmawati, juga melaporkan pemilik akun youtube "IstiqomahTV" karena telah menyiarkan di youtube dan facebook pada 15 April 2021 yang hingga saat ini masih tersebar.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Bali memegang prinsip Dharma Agama dan Dharma Negara. Kata dia, sebagai amalan Dharma Agama kami menerima permohonan maafnya tetapi tidak menghapus tindakan atau pidana yang dilakukan.

"Sebagai wujud amalan terhadap Dharma Negara maka cara yang paling elegan, baik dan damai untuk memproses adalah melaporkan ke polisi dan menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke polisi dan memberikan tindakan tegas ke Dr. Desak Made Darmawati sehingga memberikan efek jera baginya," katanya.

Gede Suardana berharap agar Polda Bali bersikap adil, mengayomi umat dan bersikap profesional. "Kami yakin Polda Bali akan menerima, kalaupun tidak, ya kami menganggap polisi tidak profesional dan tidak melayani umat," ucapnya.

Ia mengatakan juga menyiapkan barang bukti pendukung, diantaranya akun youtube "IstiqomahTV" yang menyebarkan konten atau tausiyah. Kemudian, isi ceramahnya memuat unsur dugaan penodaan dan penistaan agama.

Dikatakannya, dengan adanya permintaan maaf menyatakan bahwa Dr. Desak Made Darmawati memang melakukan penodaan agama dan siap bertanggung jawab.

Sementara itu, Kasubdit V Direskrimsus Cyber Crime Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci menjelaskan bahwa laporannya tetap diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

"Dalam prosesnya harus memenuhi unsur-unsur seperti jelas barang buktinya berupa apa, bukti-bukti yang dilampirkan dalam pelaporan harus jelas, TKP nya di mana. Kalau pelaporan masyarakat jelas objeknya pasti diterima," katanya.

Pihaknya juga menyarankan agar mendatangi sesuai TKP atau masyarakat bisa memilih lokasi pelaporannya. "Silahkan lapor di sini atau TKP nya, dipersilahkan masyarakat memilih, kalau di Polda Bali ya nanti kita informasikan hasil penyelidikan karena TKP bukan di sini kita koordinasikan dengan Polda lain," jelasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kasus Covid-19 naik tajam, Menag minta jajarannya dan masyarakat perketat Prokes 5M
Minggu, 20 Juni 2021 - 21:13 WIB
Kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir. Bahkan hari ini, a...
Mensos Risma targetkan rusunawa di Bekasi rampung Desember 2021
Minggu, 20 Juni 2021 - 19:36 WIB
Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini menargetkan pembangunan rusunawa untuk penyandang ...
DPR: Masyarakat 5.0 berlandaskan ide Manusia Indonesia dan Kebudayaan
Minggu, 20 Juni 2021 - 13:11 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani menilai masyarakat 5.0 harus menempatkan manusia sebagai subjek dan pusat...
Budayawan: Jangan suruh masyarakat pilih Pancasila atau agama
Sabtu, 19 Juni 2021 - 21:46 WIB
Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis Suseno atau yang kerap disapa Romo Magnis mengatakan jang...
Pentas gamelan Jawa asal Jepang peroleh apresiasi
Senin, 14 Juni 2021 - 10:36 WIB
Pementasan grup gamelan Jawa di Jepang, Lambangsari dalam pergelaran wayang kulit di Tokyo, Sabtu ma...
Disarpus Bandung telusuri tokoh dan sejarah untuk diarsipkan
Minggu, 13 Juni 2021 - 21:36 WIB
Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Jawa Barat terus melanjutkan penelusuran tokoh...
 Wali Kota Medan inginkan `Masjid Mandiri`
Minggu, 13 Juni 2021 - 19:10 WIB
Wali Kota Medan berharap keberadaan masjid mampu menjawab keluhan umat.
PHRI Probolinggo keluhkan penutupan hotel dan restoran jelang Kasada
Minggu, 13 Juni 2021 - 17:58 WIB
Penutupan pelayanan hotel dan restoran di kawasan Bromo pada acara Kasada yang akan berlangsung Yadn...
Festival Teluk Jailolo tampilkan indahnya keberagaman
Sabtu, 12 Juni 2021 - 21:29 WIB
Potensi pariwisata Kabupaten Halmahera Barat dipastikan akan memanjakan para wisatawan yang datang. ...
Kemenang dan KBIH sosialisasikan pembatalan ibadah haji karena pandemi
Sabtu, 12 Juni 2021 - 17:40 WIB
Kementerian Agama Kabupaten Jember dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di daerah it...
Live Streaming Radio Network