Hampir 150 ribu bibit sawit unggulan PTPN V terjual secara daring
Elshinta
Senin, 19 April 2021 - 16:47 WIB |
Hampir 150 ribu bibit sawit unggulan PTPN V terjual secara daring
Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko K Santosa, meninjau salah satu lokasi pembibitan sawit unggul PTPN V. Perusahaan perkebunan negara tersebut menargetkan menjual 1,1 juta bibit unggul sawit pada 2021 ini. Penjualan bibit sawit dilakukan salah satunya melalui aplikasi berbasis Android \\\"Sawit Rakyat Online\\\" (SRO). (ANTARA/HO-PTPNV)

Elshinta.com - PT Perkebunan Nusantara V berhasil mencatat penjualan hampir 150 ribu bibit sawit unggul bersertifikat melalui aplikasi berbasis Android "Sawit Rakyat Online" (SRO) sejak diluncurkan pada akhir Februari hingga pertengahan April 2021 .

Chief Executive Officer PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V), Jatmiko K Santosa, dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Senin, mengatakan respons masyarakat terhadap penjualan bibit sawit unggul melalui sentuhan teknologi informasi yang dikembangkan perusahaan perkebunan milik negara itu sangat baik.

"Kita bersyukur respon masyarakat begitu hangat. Hingga hari ini, tercatat 144.978 bibit sawit unggul tersertifikasi telah dilepas kepada masyarakat melalui aplikasi Sawit Rakyat Online," kata Jatmiko.

Sawit Rakyat Online (SRO), merupakan aplikasi berbasis Android yang dikembangkan oleh PTPN V. Aplikasi tersebut mulai dirancang sejak awal 2021 dan resmi diluncurkan ke masyarakat Februari tahun ini untuk kemudahan dan keterbukaan kepada masyarakat.

Alhasil, aplikasi tersebut berhasil menyita perhatian para petani sawit Riau dan sekitarnya yang selama ini kesulitan mendapatkan bibit sawit bersertifikat. Angka penjualan itu pun meningkat drastis dibandingkan dengan penjualan secara manual pada 2020 lalu yang hanya tercatat sebanyak 8.457 bibit sawit.

Saat ini, terdapat dua varietas bibit unggul bersertifikat siap jual, yakni PPKS 540 serta PPKS Simalungun. Bibit itu tersedia di lima sentra pembibitan PTPN V yakni Air Molek, Tandun, Sei Rokan, Lubuk Dalam, dan Tanah Putih.

Adison Napitupulu, salah seorang petani mengaku memilih membeli bibit sawit milik PTPN V usai mendengar perusahaan plat merah tersebut membuka kran penjualan bibit sawit unggul ke masyarakat via aplikasi.

"Kemudian saya mencoba mengunduh aplikasi itu, dan ternyata prosesnya sangat cepat. Hanya dalam dua hari, bibit sawit itu sudah saya terima. Bibitnya juga dalam kondisi prima," kata petani asal Kabupaten Rokan Hilir tersebut.

Senada dengan Adison, Slamet, petani sawit lainnya mengaku sangat terbantu dengan kebijakan PTPN V yang menjual bibit sawit unggul kepada masyarakat melalui aplikasi Android. Slamet yang saat ini tengah meremajakan kebun sawinya mengaku selalu dihantui rasa khawatir akan bibit palsu.

"Saya dapat informasi dari teman bahwasannya PTPN V jual bibit sawit unggul melalui aplikasi. Dan saya pun mencobanya. Hasilnya sangat memuaskan. Bibit yang saya terima sangat baik kualitasnya, prosesnya juga cepat. Pembayarannya juga langsung ke rekening perusahaan. Jadi aman dari penipuan," katanya.

Pada tahun ini, PTPN V menargetkan dapat menyediakan dan menjual 1,1 juta bibit sawit unggul melalui aplikasi SRO yang dapat diunduh di Play Store tersebut. Ide menjual bibit sawit bersertifikat kepada masyarakat muncul di antaranya setelah memperhatikan petani kesulitan membedakan bibit sawit unggul dan ilegitim atau palsu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Wali Kota Surabaya gelar griya virtual dengan cara unik
Kamis, 13 Mei 2021 - 23:45 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar \"open house\" atau gelar griya secara virtual memperingati...
8.919.557 penduduk Indonesia telah selesaikan vaksinasi COVID-19
Kamis, 13 Mei 2021 - 23:30 WIB
Total terdapat 8.919.557 penduduk Indonesia yang telah menyelesaikan vaksinasi COVID-19 atau mereka ...
Kemenhub usulkan masyarakat yang masuk Jabodetabek di tes Covid-19
Kamis, 13 Mei 2021 - 23:15 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengusulkan agar masyarakat yang akan memasuki wil...
Kemenhub imbau masyarakat batasi perjalanan
Kamis, 13 Mei 2021 - 23:00 WIB
Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengimbau masyarakat agar membatasi per...
Satgas perketat pemeriksaan dokumen COVID-19 di Bakauheni
Kamis, 13 Mei 2021 - 21:00 WIB
Juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan demi mengantisipasi mobilita...
Pasien COVID-19 sembuh di NTT bertambah 51 orang
Kamis, 13 Mei 2021 - 20:44 WIB
Dinas Kesehatan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur mengatakan ada penamb...
Pemkab Mukomuko bantu korban kebakaran rumah
Kamis, 13 Mei 2021 - 20:15 WIB
Pemerintah Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu telah memberikan bantuan berbagai bahan pokok dan pe...
Pelaku wisata Dharmasraya diimbau tidak terima wisatawan luar daerah
Kamis, 13 Mei 2021 - 19:15 WIB
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau pelaku wisata di daerah itu tida...
Mereka yang berlebaran di perantauan jauh dari keluarga
Kamis, 13 Mei 2021 - 19:00 WIB
Siang itu, Rudi Gumilar duduk di belakang meja kerjanya yang berada satu blok dengan Ruang Kepala St...
Umat Islam Minahasa Tenggara patuh tidak laksanakan `open house`
Kamis, 13 Mei 2021 - 18:30 WIB
Umat Islam di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, yang merayakan Idul Fitri 1 Sya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV