Peneliti LIPI nilai langkah tepat Jokowi undang pakar bahas Ibu Kota baru
Elshinta
Senin, 19 April 2021 - 14:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Peneliti LIPI nilai langkah tepat Jokowi undang pakar bahas Ibu Kota baru
Sumber foto: https://bit.ly/3efMDYC/elshinta.com.

Elshinta.com - Peneliti Ahli Utama Kebijakan Publik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syafuan Rozi Soebhan mengatakan langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bagus mengundang para ahli untuk membahas soal mega proyek pembangunan Ibu Kota baru. Menurut dia, Jokowi ingin menjalankan tugas sejarah cita-cita bangsa.

“Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Jokowi ini panggilan sejarah bagian sejak lama diperjuangkan tapi berkali-kali gagal,” kata Syafuan kepada VIVA pada Minggu, 18 April 2021.

Ia menjelaskan rencana pemindahan ibu kota bukan dilakukan secara mengada-ada atau mendadak oleh Presiden Jokowi, tapi jauh sebelum Jokowi memimpin republik ini memang sudah ada rencana pemindahan ibu kota itu. Namun, berkali-kali rencana tersebut gagal.

“Waktu era Bung Karno (Presiden Soekarno) mau memindahkan tapi pergantian kekuasaan. Pak Harto (Presiden Soeharto) juga tidak jadi. Pak Jokowi mau memindahkan ada pandemi. Jadi itu proyek sejak lama disiapkan era Bung Karno dan Soeharto. Itu bukan rencana mendadak, tapi kepentingan nasional kita,” jelas dia.

Karena, kata dia, para pemimpin negeri ini ingin memajukan Indonesia dengan melakukan pemerataan pembangunan sebagaimana konstitusi, bagaimana Indonesia walaupun masa krisis masih memikirkan cita-cita nasional.

Menurutnya, dengan pemindahan ibu kota itu diharap ada pemerataan pembangunan yang selama ini memang ada kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa, atau antara pusat dengan daerah. Sehingga, tidak ada lagi Jawa sentris tapi Indonesia sentris

”Memang tantangannya luar biasa. Kalau kita berpikir skeptis atau curiga terus, kapan lagi kita mau memajukan Indonesia melakukan pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Di samping itu, ia menambahkan beberapa kajian dengan memindahkan ibu kota diharapkan luar Jawa bertumbuh berkembang, maka tidak hanya pemindahan ibu kota saja tapi ada pembentukan sepuluh metropolitan baru.

“Jadi tidak hanya kawasan Kalimantan Timur, tapi juga Indonesia bagian barat, tengah, timur juga dimajukan. Jadi yang dibangun bukan hanya Kaltim, tapi ada Sumatera, Sulawesi, Papua, Maluku dan lainnya, mungkin berikutnya akan dikembangkan. Menurut saya, itu bagian skema selain pemindahan ibu kota,” katanya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Istiqlal, Senin (19/4). 

Sementara, Syafuan menyarankan Presiden Jokowi untuk melibatkan atau mendengarkan pandangan para ahli bidang sosial dan politik. Sebab, selama ini mereka punya riset temuan terkait pemindahan ibu kota di berbagai negara. Tujuannya, supaya tidak mengalami kegagalan seperti negara lain yang pernah memindahkan ibu kota.

“Para ilmuan punya desain, pengalaman stok ilmu pengetahuan bagaimana pemindahan ibu kota di berbagai negara dengan kekurangan dan kelebihannya. Belajar dari pengalaman itu, kita punya sistem peringatan dini bagaimana kalau pemindahan ibu kota harus memperhatikan apa saja supaya tidak mengalami kegagalan,” tandasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KSP apresiasi misi penyelamatan 76 WNI korban penyekapan di Kamboja
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:05 WIB
Kantor Staf Presiden (KSP) mengapresiasi respons cepat Kementerian Luar Negeri terkait keberhasilan ...
NU minta polemik salat Id dihentikan dan patuhi pemerintah
Selasa, 11 Mei 2021 - 08:00 WIB
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin meminta seluruh pihak menyuda...
Anggota DPR RI sesalkan pertanyaan TWK terkait `lepas jilbab`
Senin, 10 Mei 2021 - 19:34 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh menyesalkan adanya pertanyaan yang melecehkan t...
Satgas Nemangkawi tangkap Viktor Yeimo DPO kerusuhan Papua 2019
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:34 WIB
Komandan Satgas Humas Nemangkawi Polri Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudusy membenarkan bahwa Tim S...
Merayakan kebebasan pers dengan penuh tanggung jawab
Minggu, 09 Mei 2021 - 09:36 WIB
Hari Kebebasan Pers Sedunia atau yang dikenal dengan World Press Freedom Day (WPFD) baru saja diperi...
PDAM Tirta Wampu segera bangun boster untuk tingkatkan pelayanan air bersih 
Sabtu, 08 Mei 2021 - 20:55 WIB
PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara segera membangun Boster di tahun 2021 ini, untuk...
DPR minta akses keluar masuk Indonesia terus diperketat
Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:47 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie meminta pemerintah betul-betul memperketat aks...
27 desa di Matim akan gelar Pilkades pada bulan Juli 2021
Sabtu, 08 Mei 2021 - 16:57 WIB
Di tengah Pandemi C-19, Pemkab Manggarai Timur, NTT akan menggelar Pilkades serentak pada tanggal 31...
Sahroni: Soal 85 WNA Tiongkok masuk Indonesia sudah dicek ketat
Sabtu, 08 Mei 2021 - 13:01 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyatakan 85 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok y...
Survei Indometer: Tingkat kepuasan terhadap Jokowi terus naik
Jumat, 07 Mei 2021 - 23:37 WIB
Hasil survei Indometer menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV