Orang tua ujung tombak pendampingan anak autisme saat pandemi
Elshinta
Senin, 19 April 2021 - 13:07 WIB |
Orang tua ujung tombak pendampingan anak autisme saat pandemi
Sejumlah anak penderita Autisme melakukan senam bersama saat memperingati hari autisme Internasional di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (2/4/2019). Peringatan Hari Autisme Sedunia yang dipringati setiap 2 April tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap penyandang autisme. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww. (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)

Elshinta.com - Pandemi COVID-19 membuat tempat pendidikan membatasi interaksi tatap muka dan beralih ke ruang digital untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan hal itu menjadi tantangan bagi pengajar maupun orangtua dari anak yang mengalami Autism Spectrum Disorders (ASD).

Akademisi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dr. Adriana Soekandar Ginanjar mengatakan bahwa orang tua mau tak mau memang menjadi ujung tombak dari pendampingan dan pembelajaran anaknya yang autisme di rumah.

"Memang (adanya pandemi) membuat ini (pembelajaran) sangat terkendala, sehingga memang, ujung tombaknya adalah peran orang tua di rumah," kata Adriana.

Dengan orang tua yang menjadi pendamping utama, Adriana menyarankan untuk terus berkomunikasi dengan guru atau terapis bila sewaktu-waktu merasa kebingungan, terutama untuk mendampingi anak kecil dengan autisme.

"Kalau untuk anak yang masih kecil, orang tua bisa disksusi dengan guru lewat online, jadi nanti diobservasi sama terapisnya, terus nanti diberi tahu kalau misalnya ada (penanganan) yang kurang tepat, dan lainnya. Sekarang, alat peraga juga bisa diberikan, rekomendasi dari guru," jelas wanita yang terlibat di Yayasan Autisma Indonesia tersebut.

"Sekarang, untuk sebagian anak yang sudah besar bisa melakukan PJJ empat kali seminggu. Tapi memang yang dilakukan sangat terbatas. Lebih banyak aktivitas prakarya dan memasak. Kalau untuk akademik, banyak dilakukannya individual seminggu sekali karena mereka kesulitan," imbuhnya.

Lebih lanjut, tak hanya memberikan perhatian sepenuhnya kepada anak, Adriana juga menyarankan orang tua untuk juga memperhatikan diri sendiri, dan ibu maupun ayah juga mampu bekerja sama satu sama lain agar tidak kelelahan.

"Lebih baik orang tua berbagi, ada yang menjadi manajer yang tugasnya menkoordinir terapinya, sekolahnya, dan penanganan di rumah. Jadi, artinya jangan menjadi manager sekaligus pelaksana (bekerja) karena pasti akan sangat capai. Seluruh anggota keluarga dilibatkan. Ada kakak yang bisa terapi adiknya di rumah, ayahnya di weekend bergantian dengan ibu untuk menjaga, sehingga ada hari me time untuk ibu," jelasnya.

"Selanjutnya, penting bagi orang tua untuk tidak berhenti belajar. Spektrumnya dimana kita harus tahu, jadi, terapinya seperti apa, sekolahnya, dan lainnya. Jadi orang tua bisa mengerti. Effort belajar dan tanya ke orang tua lain penting," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Italia minta TikTok perketat pengguna anak-anak
Kamis, 13 Mei 2021 - 09:15 WIB
Regulator perlindungan data Italia meminta TikTok memperketat aturan agar tidak ada anak-anak yang m...
Putri Koster: Jangan jejali anak dengan obsesi orang tua
Selasa, 11 Mei 2021 - 20:20 WIB
Manggala Utama (ketua umum) Pasikian Paiketan Krama Istri (Pakis) Desa Adat MDA Provinsi Bali Putri ...
Percepat penurunan stunting, Kepala BKKBN RI kunker ke Manggarai Timur
Kamis, 29 April 2021 - 17:25 WIB
Dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting  serta peningkatan pelaksanaan program bangga kenc...
Orang dengan autisme capai potensi maksimal dengan lingkungan kondusif
Minggu, 25 April 2021 - 16:18 WIB
Orang dengan spektrum autisme bisa mencapai potensi maksimalnya dengan dukungan lingkungan yang kond...
Orang tua diharapkan tetap kontrol aktivitas anak di era digital 
Selasa, 20 April 2021 - 14:24 WIB
Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Cilacap Tetty Rohatiningsih yang juga merupakan anggota DPR RI F...
Orang tua ujung tombak pendampingan anak autisme saat pandemi
Senin, 19 April 2021 - 13:07 WIB
Pandemi COVID-19 membuat tempat pendidikan membatasi interaksi tatap muka dan beralih ke ruang digit...
Anak pilih-pilih makanan disebabkan oleh kebiasaan ibu saat hamil
Sabtu, 17 April 2021 - 08:45 WIB
Anak yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya ...
Kiat mudah membangunkan anak saat sahur
Sabtu, 17 April 2021 - 06:00 WIB
Psikolog keluarga Ayoe Soetomo mengungkapkan kiat agar anak tidak sulit bangun sahur, aktivitas khus...
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV