Rizal Ramli: Sri Mulyani minta saran IMF, Indonesia bakal semakin hancur
Elshinta
Sabtu, 17 April 2021 - 21:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Rizal Ramli: Sri Mulyani minta saran IMF, Indonesia bakal semakin hancur
Sumber foto: Redaksi/elshinta.com

Elshinta.com - Permintaan Menteri Keuangan Sri Mulyani terhadap Bank Dunia dan IMF untuk membantu negara-negara dalam hal pengelolaan utang semakin menunjukkan bahwa Sri Mulyani justru ingin membawa Indonesia masuk ke dalam jurang krisis yang lebih dalam lagi.    

Tokoh nasional, Rizal Ramli dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (17/4) bahkan dengan lantang menyebut bahwa Sri Mulyani merupakan Sales Promotion Girl (SPG) International Monetary Fund (IMF).

 Rizal Ramli juga menyinggung, apabila Indonesia kembali mengundang IMF, dapat dipastikan perekonomian Indonesia akan semakin hancur, seperti tahun 1998 silam.

“Undang IMF lagi, ekonomi Indonesia akan semakin hancur seperti 1998,” tegas Rizal Ramli.

Rizal Ramli-pun mengingatkan kembali sejarah kelam Indonesia saat berurusan dengan IMF. Bukannya keluar dari krisis moneter tahun 1998, Indonesia malah terjerumus ke dalam krisis ekonomi hingga mematik kerusuhan di bidang politik dan keamanan.

Saat-saat paling buruk, kata Rizal, ketika IMF mendikte pemerintah Indonesia di era 1998.

Rizal masih mengingat bahwa kala itu dia menjadi salah satu ekonom yang diundang pemerintah untuk bertemu dengan petinggi IMF di Jakarta. Alih-alih pemerintah berharap dukungan dari Rizal Ramli, mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu justru menentang keras kehadiran IMF.

"Saya dulu ekonom yang menentang masuknya IMF. Saya bilang keras-keras, Indonesia tidak butuh IMF. Krisis akan makin buruk kalau IMF diundang masuk ke Indonesia," tegas Rizal.

Namun terlambat, Presiden Soeharto justru meneken perjanjian dengan IMF. Bos IMF Michael Camdessus menyaksikan momen penandatanganan tanggal 15 Januari 1998 itu sambil menyilangkan kedua lengan di dada. Sementara Soeharto membungkuk untuk menandatangani Letter of Intent (LoI). Inilah momen kekalahan Indonesia oleh IMF.

Kekhawatiran Rizal soal IMF bukan tanpa alasan. Begawan ekonomi ini melihat beberapa negara malah terperosok makin dalam. Benar saja, IMF segera mengeluarkan aneka kebijakan yang membuat situasi makin buruk.

"Begitu IMF masuk, dia sarankan tingkat bunga bank dinaikkan dari 18 persen rata-rata jadi 80 persen. Banyak perusahaan langsung bangkrut," ungkap Rizal.

Saran IMF untuk menutup 16 bank juga menuai polemik. Hal ini menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada perbankan Indonesia. Para nasabah ramai-ramai menarik uang simpanan mereka di bank.

Dari sini pemerintah terpaksa menyuntikkan dana BLBI sebesar US$ 80 miliar. Inilah awal malapetaka kasus korupsi triliunan rupiah yang belum tuntas di Indonesia.

Parahnya lagi, sambung Rizal Ramli, IMF meminta Indonesia menaikkan harga BBM. Akhirnya pada 1 Mei 1998, Presiden Soeharto menaikkan harga BBM hingga 74 persen. Hal ini menurut Rizal yang memantik kerusuhan besar-besaran di Indonesia.

"Besoknya demonstrasi besar-besaran. Kerusuhan di mana-mana, ribuan orang meninggal. Rupiah anjlok," tutur Rizal.

Butuh bertahun-tahun hingga Indonesia bisa keluar dari krisis ekonomi itu. Rizal membandingkan sikap Malaysia yang menolak IMF dan mengeluarkan kebijakan ketat soal moneter. Hasilnya mereka dengan mudah keluar dari krisis.

Karena itu saat menjadi Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli menolak secara tegas saran IMF. Menurutnya, cuma di era Gus Dur ada presiden tak menambah jumlah utang negara.

"Waktu saya masuk, minus 3 persen ekonominya. Kami putuskan tidak mengikuti kebijakan IMF, kita jalan sendiri dengan segala kontroversinya," kata Rizal.

Rizal mengaku bisa menarik napas lega saat perekonomian Indonesia yang tadinya minus 3 persen dalam kurun waktu 2 tahun tumbuh menjadi 4,5 persen.

"Mimpi buruk soal IMF itu masih kita ingat. Indonesia tak perlu bantuan IMF," tandas Rizal Ramli.

Sebelumnya, Sri Mulyani menyatakan bahwa Bank Dunia dan IMF senantiasa mendukung negara-negara di dunia dalam hal pengelolaan beban utang.

Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional-Kelompok Bank Dunia Tahun 2021.

Pertemuan tersebut diselenggarakan secara daring pada 5-11 April 2021.

Agenda yang dibahas di dalam pertemuan tersebut berfokus pada topik pembangunan internasional, pembiayaan, pemulihan ekonomi, vaksin, dan perubahan iklim.

“Kami membutuhkan pengawasan dan bimbingan yang lebih besar dari Bank Dunia dan IMF untuk mengatasi masalah utang dan mengurangi tekanan yang meningkat,” kata Sri Mulyani, Selasa (13/4/2021).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Harga cabai dan daging mulai naik jelang Lebaran
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:56 WIB
Harga pangan di tingkat konsumen khususnya untuk cabai dan daging mulai merangkak naik menjelang Har...
Parkiran Pasar Tanah Abang tutup akses masuk pengunjung pukul 12.00
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:57 WIB
Pengelola parkiran Pasar Tanah Abang menutup pintu akses parkir masuk bagi pengunjung pada Selasa, p...
Indonesia dapat tempatkan PMI ke Taiwan setelah kasus COVID-19 turun
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:24 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana akan segera membuka kembali penempatan pekerja migr...
IHSG melemah 0,63% ke 5.938 pada akhir perdagangan sebelum lebaran  
Selasa, 11 Mei 2021 - 15:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang. Selasa (...
Rupiah berbalik menguat ke Rp14.195 per dolar AS pada tengah hari ini  
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:46 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil berbalik arah di tengah hari ini (11/5). Selasa (11/5), ru...
IHSG melemah ke 5.921 pada akhir sesi I hari ini 
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan hingga akhir perdagangan sesi I hari ini. Sel...
Anies : Penutupan sementara Pasar Tanah Abang merupakan siklus
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan penutupan sementara Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat...
Anies tinjau Pasar Mayestik Jakarta Selatan cek ketersediaan pangan
Selasa, 11 Mei 2021 - 11:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa pagi,  meninjau Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta...
Menperin: Cikande akan jadi klaster industri halal RI terbesar
Selasa, 11 Mei 2021 - 10:46 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Halal Modern Valley di Kawasa...
Rupiah berpotensi melemah tertekan kekhawatiran kenaikan inflasi AS
Selasa, 11 Mei 2021 - 09:46 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpotensi melemah te...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV