Tokoh agama: Kampung Beoga sudah `hitam` karena ulah KKB
Elshinta
Sabtu, 17 April 2021 - 15:11 WIB |
Tokoh agama: Kampung Beoga sudah `hitam` karena ulah KKB
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Tokoh agama Distrik Julukoma Kabupaten Puncak Pendeta Jupinus Wama mengatakan Kampung Beoga sudah "hitam" atau tercemar karena ulah para kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan perbuatan meresahkan warga.

"Kami para gembala (gereja) su tidak dianggap lagi. Kampung kami Beoga su hitam karena mereka KKB," kata Pendeta Jupinus Wama menyampaikan keluhan kepada aparat gabungan TNI/Polri di Beoga, Sabtu (17/4).

Aparat mengunjungi wilayah Beoga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembakaran gedung sekolah.

Selain menggembalakan umat Kristen Distrik Julukoma, Pdt Jupinus Wama dan pegawai bersama warga menghampiri TNI-Polri untuk melihat proses olah TKP di bangunan sekolah yang dibakar KKB beberapa hari lalu.

"Masyarakat marah, tuan tanah marah, Tuhan marah. Kami semua su marah sekarang. Mereka kasih hancur bukan hanya gedung sekolah saja, tapi kita punya anak anak perempuan mereka kasih hancur masa depannya, kami su di rumah, rumah pun mereka kasih hancur," sebut Jupinus mencurahkan kepedihan warga.

Pendeta Jupinus mengatakan sesungguhnya sejumlah warga masih dirundung kekhawatiran akan kembali muncul aksi KKB.

Kehadiran aparat gabungan TNI/Polri di wilayahnya, menurut Pendeta Jupinus, telah memberikan rasa aman dan kenyamanan karena warga merasa mendapat perlindungan.

"Sekarang su aman, bapak bapak su datang ke tempat kami, kita panggil kembali keluarga yang sudah hilang di hutan dan guru guru untuk kembali,"ujar Pendeta Jupinus.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 TNI-POLRI bersinergi tingkatkan kedisiplinan anggota linmas
Rabu, 12 Mei 2021 - 11:04 WIB
Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersinergi melaksanakan Pelatihan Peningkatan Disiplin kepada anggota Pe...
Perantau yang nekad masuk Jateng akan hadapi penyekatan berlapis
Rabu, 12 Mei 2021 - 10:47 WIB
Jebolnya penyekatan perantau yang nekad pulang kampung di beberapa titik di Jabodetabek menjadi perh...
Tinjau Pos Pam, Wali Kota tegaskan Salatiga kondusif
Rabu, 12 Mei 2021 - 09:47 WIB
Wali Kota, Jawa Tengah Yuliyanto  mengajak dan mengimbau masyarakat untuk mencintai keluarganya, de...
Hari ke-3 Operasi Ketupat Toba, Polda Sumut putarbalik 551 kendaraan 
Senin, 10 Mei 2021 - 10:24 WIB
Di hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2021, Polda Sumut dan jajaran telah memutarbalikkan ...
Kapolri larang zona merah COVID-19 buka wisata
Minggu, 09 Mei 2021 - 19:48 WIB
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pelarangan p...
Warga serahkan 10 pucuk senjata api ke Satgas Pamtas RI-Timor Leste
Minggu, 09 Mei 2021 - 18:58 WIB
Sejumlah warga di wilayah perbatasan negara di Pulau Timor menyerahkan lagi sebanyak 10 pucuk senjat...
10 ribu CCTV terpasang di Kota Semarang
Minggu, 09 Mei 2021 - 17:24 WIB
Ruang gerak pelaku kriminal di Kota Semarang, Jawa Tengah makin sempit. Bila mereka nekad berbuat, m...
Polisi tegaskan berkerumun saat takbiran bentuk pelanggaran hukum
Minggu, 09 Mei 2021 - 15:25 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes. Pol. Hengki Haryadi menegaskan bahwa segala bentuk kerumunan, t...
Wakapolri apresiasi Polda Jabar gunakan aplikasi e-cakra
Sabtu, 08 Mei 2021 - 21:10 WIB
Wakapolri Komjen Gatot Eddy mengapresiasi terobosan yang dilakukan Polda Jawa Barat dalam upaya peng...
 Antisipasi mudik, Polres Matim siaga di perbatasan
Sabtu, 08 Mei 2021 - 17:10 WIB
Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur bersama pemerintah setempat m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV