Kupiah meukutop Aceh laris manis saat Ramadan
Elshinta
Jumat, 16 April 2021 - 07:15 WIB |
Kupiah meukutop Aceh laris manis saat Ramadan
Salah seorang warga sedang mencoba-coba untuk membeli peci kupiah meukutop, di Banda Aceh, Kamis (15/4/2021) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Elshinta.com - Peci kupiah meukutop (khas Aceh) menjadi incaran masyarakat Aceh dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, peci itu memperlihatkan nilai-nilai tradisi Aceh.

"Iya peci kupiah meukutop ini ramai yang membeli sejak tiga hari sebelum puasa, dan sampai hari ini," kata salah seorang pedagang peci Mansur, di Banda Aceh, Kamis.

Kata Mansur, untuk kupiah meukutop tersebut dijualnya juga tidak terlalu mahal yakni berkisar antara Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per peci.

Selain kupiah meukutop, kata Mansur, peci jenis lain yang paling diburu pada momentum Ramadhan ini adalah peci  berwarna hitam, baik polos maupun yang berlogo rencong Aceh.

"Peci kupiah Aceh ini dan peci biasa yang hitam ini paling banyak yang membeli saat-saat puasa," ujarnya.

Masyarakat mulai ramai membeli peci sejak beberapa hari sebelum masuk Ramadhan, dan diperkirakan masih meningkat hingga hari ini atau puasa ketiga.

Bahkan, pendapatan mereka bisa mencapai dua kali lipat ketimbang hari-hari biasanya. Kalau hari normal mereka hanya memperoleh sekitar Rp 1 juta per hari.

"Kalau hari hari biasa paling kami ada laku sekitar Rp 1 juta, tetapi kalau saat Ramadhan ini bisa mencapai Rp 2 juta. Biasanya nanti menjelang hari raya juga meningkat," kata Mansur.

Terpisah, Pemerhati sejarah dan Budaya Aceh Tarmizi A Hamid mengatakan, pada kupiah meukutop tersebut melekat indentitas Aceh, karena itu siapa saja yang memakainya harus menjaga kebudayaan Aceh.

"Sudah melekat identitas Aceh pada peci itu, ketika kita memakainya, maka yang harus menjaga nilai keacehan," kata Tarmizi.

Tarmizi menjelaskan, kupiah meukutop tersebut memiliki makna tersendiri, warna merah pada kupiah itu berarti kepahlawanan, kuning kenegaraan, hitam hukum, serta hijau bermakna agama dan lingkungan.

"Kalau motif tangganya, artinya tangga pertama adalah hukum, kedua adat, ketiga qanun, dan tangga keempat reusam," ujar pria yang akrab di sapa Cek Midi itu.

Kemudian, Cek Midi juga menuturkan bahwa kupiah meukutop tersebut mulai digalakkan kembali olehnya pada 2016 lalu, ia mengaku sering memakai diberbagai kesempatan, dan ikut menjelaskan makna yang tersirat didalamnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menag ajak peringatan Kenaikan Isa Al Masih perkuat moderasi beragama
Kamis, 13 Mei 2021 - 13:45 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat Nasrani untuk memaknai peringatan Kenaikan Isa Al Ma...
Masjid At-Tin distribusikan zakat dengan protokol kesehatan ketat
Kamis, 13 Mei 2021 - 13:30 WIB
Pengurus Masjid At-Tin, Jakarta Timur, mendistribusikan zakat kepada masyarakat yang berhak menerima...
Ingar bingar meriam karbit di tengah pandemi COVID-19
Rabu, 12 Mei 2021 - 21:40 WIB
Dari tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak, dentuman meriam karbit saling bersahutan, menyongsong kum...
Pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah meniadakan kerumunan
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:24 WIB
Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sukoharjo, Jawa Tengah melarang pengumpulan massa dalam...
 Saudi pastikan penyelenggaraan haji, Kemenag: Kita koordinasikan rencana operasionalnya
Senin, 10 Mei 2021 - 18:11 WIB
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab telah mengumumkan bahwa Pemerintah Arab Saudi a...
Perhatikan hal-hal ini sebelum salat Idul Fitri berjamaah
Minggu, 09 Mei 2021 - 18:24 WIB
Sebelum memutuskan untuk shalat Idul Fitri secara berjamaah, dokter menyarankan untuk memastikan dir...
Pemprov Babel larang masyarakat gelar takbir keliling
Minggu, 09 Mei 2021 - 13:15 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melarang masyarakat menggelar takbir keliling ...
Wali Kota Pontianak persilakan warga shalat idul Fitri dengan prokes
Minggu, 09 Mei 2021 - 13:00 WIB
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mempersilakan umat Islam di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Ba...
Bupati Jember imbau masyarakat shalat Idul Fitri di rumah
Minggu, 09 Mei 2021 - 12:45 WIB
Bupati Jember, Jawa Timur, Hendy Siswanto mengimbau masyarakat di daerah itu melaksanakan shalat Id...
Pesantren Kanzul Ulum Padang gudangnya para pencari ilmu
Minggu, 09 Mei 2021 - 12:15 WIB
Waktu menunjukan pukul 03.00 WIB dini hari, dan seakan tanpa dikomando, ratusan santri di Pondok Pes...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV