IHSG akhir 2021 diproyeksikan capai 6.900
Elshinta
Rabu, 14 April 2021 - 09:45 WIB |
IHSG akhir 2021 diproyeksikan capai 6.900
Manajemen Syailendra Capital. ANTARA/HO-Syailendra

Elshinta.com - Presiden Direktur Syailendra Capital Fajar R Hidayat menilai potensi kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih cukup besar dan diproyeksikan pada akhir 2021 akan mencapai level 6.900.

Melalui keterangannya di Jakarta, Rabu, Fajar bahkan mengatakan IHSG bisa saja bergerak ke level 7.000-7.200 yang diprediksi akan terjadi pada kuartal III-2021, sebelum akhirnya perlahan terkoreksi dan bergerak ke arah 6.900 pada akhir tahun.

Menurutnya, pergerakan pasar saham sejauh ini masih digerakkan oleh sentimen maupun berita saja, namun memasuki semester II 2021 pasar lebih akan didorong oleh fundamental saham-saham.

"Kinerja emiten sebenarnya sejauh ini belum bisa dinilai, karena laporan keuangan full year 2020 ataupun kuartal I 2021 masih sangat dipengaruhi pandemi dan masa transisi. Tapi, untuk laporan keuangan kuartal II 2021, baru terlihat hasil dari konsistensi strategi masing-masing perusahaan dalam menyiasati dampak pandemi," ujar Fajar.

Jika investasi saham dianggap terlalu berisiko, lanjut Fajar, investor bisa mencoba masuk ke reksa dana. Syailendra memiliki sejumlah produk reksa dana yang disiapkan, yakni reksa dana pendapatan tetap, campuran, dan reksa dana indeks.

Fajar memprediksi tahun ini pertumbuhan industri reksa dana akan kembali mulai normal. Ia memperkirakan pertumbuhan industri reksa dana pada tahun ini akan berada di kisaran 5-10 persen.

Menurutnya, jenis reksa dana yang berpotensi tumbuh paling optimal adalah reksa dana saham, reksa dana indeks, reksa dana pendapatan tetap, lalu reksa dana pasar uang.

Syailendra menyiapkan beberapa produk baru reksa dana berbasis ritel di tahun ini. Produk tersebut dibentuk untuk menangkap peluang pertumbuhan investor ritel yang cukup pesat belakangan ini.

Untuk reksa dana indeks, perusahaan juga menyiapkan beberapa produk reksa dana tersebut. Fajar menambahkan, saat ini pasar reksa dana indeks masih punya ruang yang sangat besar untuk terus tumbuh. Reksa dana indeks dinilai menawarkan transparansi yang akan memudahkan investor.

"Dengan berbagai produk reksa dana baru yang sudah disiapkan ini, kami optimistis Syailendra bisa mencatatkan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 5 sampai 10 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Fajar.

Salah satu produk perseroan yakni Syailendra Balance [ms1] Opportunity Fund mencetak imbal hasil (yield) 15,88 persen, mengalahkan acuan Indeks Reksa Dana Campuran (IRDCP) dengan yield 8,24 persen.

Pada akhir tahun lalu, dana kelolaan Syailendra mencapai Rp23,43 triliun. Sementara per akhir Februari 2021, dana kelolaan Syailendra tumbuh 4,35 persen menjadi Rp24,45 triliun.

Jumlah tersebut tidak termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD). Jika termasuk semua jenis reksa dana, total dana kelolaan Syailendra adalah sebesar Rp26,14 triliun. Saat ini perseroan menguasai 4,15 persen pangsa pasar dari seluruh dana kelolaan industri manajer investasi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkot Bogor larang kegiatan takbir keliling
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:35 WIB
Pemerintah Kota Bogor melarang warganya melakukan takbir keliling di dalam kota maupun di wilayah ke...
Pemkot Malang pastikan prokes diterapkan di pusat-pusat perbelanjaan
Selasa, 11 Mei 2021 - 21:20 WIB
Pemerintah Kota Malang memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat pada pusat-pusat perbela...
Pemkab: Puluhan ribu pemudik sudah sampai di Cianjur
Selasa, 11 Mei 2021 - 20:50 WIB
Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat puluhan ribu pemudik sudah sampai ke kampung hal...
Pemudik lolos tetap harus jalani skrining kesehatan satgas desa
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:45 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Jawa Tengah mencatat sedikitnya 2.700 pemudik tiba di Suk...
Terminal Kampung Rambutan sepi saat larangan mudik
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:46 WIB
Kondisi Terminal Kampung Rambutan terlihat sepi dari aktivitas penumpang bus pada periode larangan m...
OJK tidak tolerir `debt collector` yang langgar hukum
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:10 WIB
Otoritas Jasa Keuangan akan memberikan sanksi keras kepada perusahaan pembiayaan (multifinance/leasi...
Bandara Ngurah Rai layani 5.000 penumpang sejak larangan mudik
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:43 WIB
Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat telah melayani total 5.294 orang penum...
Kebakaran hanguskan tiga ruko di Wamena
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:32 WIB
Kebakaran yang terjadi di Pertigaan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Patimura di Wamena, Ibu Kota Kabupate...
PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat siapkan 100 unit lampu kejut
Selasa, 11 Mei 2021 - 17:24 WIB
PT Jasa Raharja Cabang Utama Jawa Barat menyiapkan 100 unit lampu kejut untuk dipasang di pos penyek...
Polisi olah TKP ledakan petasan yang tewaskan dua warga di Tulungagung
Selasa, 11 Mei 2021 - 16:32 WIB
Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint System) Satreskrim Polres Tulungagung, Jawa Timur, Selas...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV