Indonesia amankan slot orbit 146 BT untuk satelit SATRIA-1
Elshinta
Selasa, 06 April 2021 - 16:40 WIB |
Indonesia amankan slot orbit 146 BT untuk satelit SATRIA-1
Foto dokumen: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyampaikan sambutan jelang penandatanganan kerja sama dimulainya konstruksi Satelit Multifungsi Republik Indonesia (Satria) antara PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) dengan perusahaan asal Perancis, Thales Alenia Space (TAS) di Jakarta, Kamis (3/9/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Elshinta.com - Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan slot orbit 146 Bujur Timur untuk Satelit Republik Indonesia Satu atau SATRIA-1, setelah proposal permohonan perpanjangan masa laku penggunaan filing PSN-146E disetujui oleh Radio Regulations Board (RBB) International Telecommunication Union (ITU).

"Atas kerja sama dan tentu dukungan dan doa serta ikhtiar kita sekalian, permohonan perpanjangan masa laku filing satelit ini telah disetujui oleh Radio Regulations Board (RBB) International Telecommunication Union (ITU)," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam jumpa pers virtual, Selasa.

"Hasil permohonan tersebut juga dipublikasikan di website ITU tanggal 31 Maret 2021 dan disampaikan melalui surat dari Director of the Radiocommunication Bureau kepada Administrasi Telekomunikasi Indonesia pada 1 April yang lalu," sambung dia.

Johnny menuturkan, sidang RBB ITU digelar secara daring pada 22 hingga 26 Maret 2021. Dalam sidang tersebut, delegasi Indonesia mengajukan proposal permohonan perpanjangan masa waktu penggunaan filing PSN-146E yang digunakan oleh SATRIA-1.

Permohonan tersebut merupakan tindak lanjut dari sidang sebelumnya yang diadakan pada Oktober 2020 lalu.

Johnny mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan intensif sejak Januari lalu dengan Kementerian Luar Negeri, Perwakilan Tetap Republik Indonesia di Jenewa, BLU BAKTI, dan PT PSN selaku operator pengguna filing satelit, guna mematangkan proposal serta dokumen pendukung permohonan yang akan disampaikan pada sidang tersebut.

Proposal permohonan perpanjangan masa laku penggunaan filing PSN-146E yang digunakan untuk satelit SATRIA-1 tersebut akhirnya disetujui oleh RBB ITU.

"Indonesia diberikan jangka waktu tujuh bulan untuk perpanjangan izin filing orbit ini, yaitu sampai dengan 31 Oktober 2023. Hal ini sejalan atau sama dengan dukungan dari pabrik pembuat satelit SATRIA-1 yaitu Thales Alenia Space," ucap Johnny.

Menteri Johnny menegaskan perpanjangan ini tidak akan mengubah jadwal peluncuran dan commercial operation date satelit SATRIA-1 pada kuartal keempat tahun 2023 mendatang.

Perpanjangan masa laku filing orbit ini, kata dia, juga membuat Indonesia terhindar dari biaya tambahan sekitar 9 juta dollar AS.

"Perpanjangan filing selama tujuh bulan ini dapat atau berguna untuk menghindari biaya tambahan sebesar kurang lebih 9 juta dollar AS untuk penempatan floater, untuk menghindari penempatan floater," ujar Johnny.

Diketahui, proyek SATRIA-1 merupakan salah satu proyek strategis nasional. Proyek ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas satelit Indonesia guna menyediakan akses internet pada 150 ribu titik layanan publik.

"Karenanya penting untuk dilakukan berbagai upaya demi suksesnya peluncuran satelit Satria satu ini," kata Menteri Johnny.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BAKTI siapkan pendukung jaringan telekomunikasi PON XX Papua
Selasa, 21 September 2021 - 14:37 WIB
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika, me...
Telkom ajak talenta terbaik akselerasi digitalisasi di Indonesia
Selasa, 21 September 2021 - 13:59 WIB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, sebagai BUMN digital telco pertama dan terbesar di Indonesia, mem...
Telkomsel - Zoom berkolaborasi hadirkan komunikasi virtual terjangkau
Senin, 20 September 2021 - 14:18 WIB
Telkomsel bersama Zoom Video Communications, Inc. (Zoom) mengumumkan kolaborasi pada Senin untuk men...
Upaya perlindugan data pribadi dan keterbukaan informasi di era digtal
Kamis, 09 September 2021 - 22:05 WIB
Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Ditjen Aptika Ko...
Kominfo: Radio punya peran vital di tengah pandemi COVID-19
Kamis, 09 September 2021 - 11:58 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai radio memegang peran vital dalam memberikan berbagai ...
Telkomsel luncurkan solusi IoT Envion
Jumat, 13 Agustus 2021 - 13:12 WIB
Telkomsel, anak perusahaan Telkom Indonesia, meluncurkan layanan internet of things (IoT) bernama En...
Kominfo siap migrasi ke siaran digital 17 Agustus
Kamis, 22 Juli 2021 - 11:47 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang mempersiapkan agar penghentian siaran televisi analog ...
 Cegah peredaran kartu SIM ilegal, Kominfo larang penjualan dalam keadaan aktif
Kamis, 08 Juli 2021 - 16:25 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatur penjualan Kartu SIM (Subscriber Identity Module) dal...
8 Juli 1976: Indonesia terbangkan satelit pertamanya
Kamis, 08 Juli 2021 - 06:00 WIB
Hari ini di tahun 1976, Indonesia berhasil menerbangkan satelit pertama Palapa A1 dari basis NASA di...
Anak usaha PLN luncurkan paket pasang internet-tambah daya
Kamis, 01 Juli 2021 - 15:18 WIB
PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) anak perusahaan PT PLN meluncurkan promo pasang internet Iconnet s...
Live Streaming Radio Network