Empat penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di Mali
Elshinta
Sabtu, 03 April 2021 - 11:15 WIB |
Empat penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di Mali
File/Pasukan PBB membawa peti jenazan tiga prajurit PBB asal Bangladesh- yang tewas akibat ledakan di bagian utara Mali pada Minggu- dalam satu upacara di markas Minusma, Bamako Mali (27/07/17). (REUTERS/Moustapha Diallo)

Elshinta.com - Misi PBB di Mali pada Jumat (1/4) mengatakan bahwa empat penjaga perdamaian tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan terhadap pangkalan mereka di Kota Aguelhok.

Penjaga perdamaian berhasil memukul mundur serangan, yang dilakukan oleh sejumlah "pelaku teror bersenjata berat", kata misi PBB melalui pernyataan. Seperti diketahui, kelompok ekstremis masih aktif di Mali utara.

"Jumlah sementara menunjukkan bahwa empat penjaga perdamaian tewas dan terluka. Helikopter diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban luka," tulis pernyataan tersebut.

Sekitar 20 dari 100 penyerang tewas dan serangan tersebut, yang berlangsung sekitar tiga jam, ungkap juru bicara PBB.

"Serangan diawali dengan tembakan mortir, disusul upaya bom mobil dan kemudian serangan langsung," katanya.

Misi PBB di Mali, MINUSMA, mengerahkan 13.000 lebih pasukan guna mencegah kekerasan kelompok bersenjata di wilayah utara dan tengah Mali. Pihaknya mencatat sekitar 203 kematian sejak 2013.

Kelompok yang terkait dengan Al Qaeda dan ISIS menggencarkan aksinya di kawasan Sahel Afrika dalam beberapa tahun belakangan, hingga menyebabkan ribuan orang mengungsi. Tidak ada pihak ang mengaku bertanggung jawab atas serangan Jumat.

Dalam serangan terpisah di pos militer di Mali tengah pada Jumat, tiga tentara Mali tewas dan 17 lainnya terluka, enam di antaranya luka serius, kata militer.

Pasukan udara menghancurkan empat kendaraan musuh bersenjata berat hingga menewaskan 10 penyerang, ungkap militer.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Afsel kurangi pembatasan, miras dijual lebih bebas
Senin, 13 September 2021 - 12:06 WIB
Afrika Selatan akan melonggarkan pembatasan COVID-19 mulai Senin setelah jumlah kasus infeksi menuru...
Wabah diare di Nigeria, 35 orang meninggal
Selasa, 31 Agustus 2021 - 12:09 WIB
Sedikitnya 35 orang meninggal akibat wabah diare di sebuah kota perbatasan di Negara Bagian Borno, N...
Pantai Gading dilanda wabah flu burung H5N1
Jumat, 20 Agustus 2021 - 16:12 WIB
Kementerian Peternakan Pantai Gading melaporkan kemunculan wabah flu burung H5N1 yang sangat patogen...
Negara Afrika akan segera terima donasi vaksin COVID-19 dari AS
Jumat, 16 Juli 2021 - 22:04 WIB
Hampir 50 negara Afrika akan menerima 25 juta dosis vaksin COVID-19 yang disumbangkan oleh Amerika S...
Gedung terbakar di Afrika Selatan, ibu lempar bayi ke tempat aman
Kamis, 15 Juli 2021 - 10:08 WIB
Seorang anak perempuan berusia 2 tahun selamat tanpa cedera setelah ibunya melemparkannya ke tempat ...
PBB ingatkan tiga negara Afrika terkait bendungan raksasa
Rabu, 07 Juli 2021 - 11:24 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Ethiopia, Sudan dan Mesir untuk tetap berkomitmen pada p...
Mesir akan produksi hingga 60 juta dosis vaksin Sinovac setiap tahun
Jumat, 09 April 2021 - 08:31 WIB
Mesir telah sepakat dengan perusahaan biofarmasi China Sinovac Biotech Ltd untuk memproduksi vaksin ...
Empat penjaga perdamaian PBB tewas dalam serangan di Mali
Sabtu, 03 April 2021 - 11:15 WIB
Misi PBB di Mali pada Jumat (1/4) mengatakan bahwa empat penjaga perdamaian tewas dan sejumlah lainn...
Bom mobil bunuh diri di Somalia tewaskan 20 orang
Sabtu, 06 Maret 2021 - 12:01 WIB
Sedikitnya 20 orang tewas dan 30 lainnya mengalami luka dalam peristiwa bom mobil bunuh diri tepat d...
WHO: Jumlah kematian akibat malaria melebihi COVID-19 di Afrika
Senin, 30 November 2020 - 12:20 WIB
Kematian akibat malaria di sub-Sahara Afrika jauh lebih parah daripada yang diakibatkan COVID-19, Or...
Live Streaming Radio Network