Aktivis Muda NU sebut dukungan Munarman pada AHY terkait erat dengan SBY
Elshinta
Minggu, 28 Maret 2021 - 16:11 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Aktivis Muda NU sebut dukungan Munarman pada AHY terkait erat dengan SBY
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Kesiapan dukungan Munarman dan Front Pembela Islam (FPI) terhadap Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai memiliki keterkaitan erat ketika ayah AHY, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin bangsa ini selama dua periode. Betapa tidak, selama masa kepemimpinan SBY sebagai Presiden RI, di mana pada saat itu juga Partai Demokrat berkuasa, organisasi radikal seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendapat ruang berekspresi yang begitu luas. Demikian dikatakan aktivis Muda NU, Muhamad Guntur Romli dalam acara Seruput Kopi pegiat sosial Edi Kuntadhi melalui Channel Youtube CokroTV, Sabtu (27/3).

“Padahal sejatinya FPI dan HTI ini adalah kelompok radikal yang anti kebebasan berekpresi. Tetapi keberadaan mereka dibela oleh kalangan demokrat naif dengan dalih kebebasan berserikat dan berkumpul,” kata aktivis Muda NU, Muhamad Guntur Romli seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Minggu (28/3). 

Padahal jika ditelisik lebih jauh ke dalam, FPI dan HTI merupakan kelompok radikal yang membahayakan kebebasan berserikat dan berkumpul itu sendiri. Itulah sebabnya, Guntur Romli menilai selama sepuluh tahun masa kepemimpinan SBY dan Partai Demokrat mereka seakan-akan mendapatkan dukungan dari kelompok front demokrasi semu. 

“Pada masa SBY itu juga ada dukungan-dukungan dari front demokrasi, tetapi naif. Demokrasi diartikan kebebasan yang seluas-luasnya. Tidak ada filter, tidak ada perlawanan terhadap radikalisme, tidak ada perlawanan terhadap hate speech,” tutur Guntur Romli.

Hal itu dibenarkan oleh mantan petinggi organisasi HTI, Ayik Heriansyah. Ruang kebebasan yang besar membuat organisasi radikal seperti FPI dan HTI mendapat keleluasaan untuk melakukan berbagai kegiatan, baik di ruang privat maupun di ruang publik.

Menurut Heri, sebenarnya organisasinya kala itu tak memiliki keterkaitan dengan aksi dukung mendukung dengan pemerintahan SBY. Namun, ketidaktegasan SBY terhadap HTI dan organisasi sejenis lainnya membuat mereka leluasa menjalankan aktivitas politiknya.

“Sebenarnya HTI itu bersikap baro, ya. Artinya berlepas tangan terhadap pemerintahan SBY. Cuma sepertinya saat itu SBY masih ragu-ragu untuk menindak HTI. Sehingga HTI di bawah SBY ini sebagaimana kita tahu, bahwa SBY ini sepertinya tidak akan membubarkan mereka,” kata Ayik.

Tahu ketidaktegasan sikap SBY, Ayik menegaskan HTI dan FPI memanfaatkan ruang kosong itu untuk terus menjalankan aktivitas organisasinya. Bahkan, saking massif-nya gerakan mereka sehingga bisa masuk hampir ke semua lapisan masyarakat.

“Mereka (HTI dan FPI) memanfaatkan peluang politik dan kebebasan berekspresi selama 10 tahun itu dengan menginfiltrasi segala lini, baik BUMN maupun swasta,” demikian Ayik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KSP apresiasi misi penyelamatan 76 WNI korban penyekapan di Kamboja
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:05 WIB
Kantor Staf Presiden (KSP) mengapresiasi respons cepat Kementerian Luar Negeri terkait keberhasilan ...
NU minta polemik salat Id dihentikan dan patuhi pemerintah
Selasa, 11 Mei 2021 - 08:00 WIB
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin meminta seluruh pihak menyuda...
Anggota DPR RI sesalkan pertanyaan TWK terkait `lepas jilbab`
Senin, 10 Mei 2021 - 19:34 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh menyesalkan adanya pertanyaan yang melecehkan t...
Satgas Nemangkawi tangkap Viktor Yeimo DPO kerusuhan Papua 2019
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:34 WIB
Komandan Satgas Humas Nemangkawi Polri Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudusy membenarkan bahwa Tim S...
Merayakan kebebasan pers dengan penuh tanggung jawab
Minggu, 09 Mei 2021 - 09:36 WIB
Hari Kebebasan Pers Sedunia atau yang dikenal dengan World Press Freedom Day (WPFD) baru saja diperi...
PDAM Tirta Wampu segera bangun boster untuk tingkatkan pelayanan air bersih 
Sabtu, 08 Mei 2021 - 20:55 WIB
PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara segera membangun Boster di tahun 2021 ini, untuk...
DPR minta akses keluar masuk Indonesia terus diperketat
Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:47 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie meminta pemerintah betul-betul memperketat aks...
27 desa di Matim akan gelar Pilkades pada bulan Juli 2021
Sabtu, 08 Mei 2021 - 16:57 WIB
Di tengah Pandemi C-19, Pemkab Manggarai Timur, NTT akan menggelar Pilkades serentak pada tanggal 31...
Sahroni: Soal 85 WNA Tiongkok masuk Indonesia sudah dicek ketat
Sabtu, 08 Mei 2021 - 13:01 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyatakan 85 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok y...
Survei Indometer: Tingkat kepuasan terhadap Jokowi terus naik
Jumat, 07 Mei 2021 - 23:37 WIB
Hasil survei Indometer menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV