Beda! Rasa sedih biasa dengan gangguan mental
Elshinta
Jumat, 26 Maret 2021 - 12:41 WIB |
Beda! Rasa sedih biasa dengan gangguan mental
Ilustrasi pria alami stres (ANTARA/Pixabay)

Elshinta.com - Dinamika hidup membuat setiap manusia pasti pernah merasakan kesedihan, tapi waspada bila ternyata yang terjadi sebetulnya gangguan kesehatan mental, kata psikolog klinis dewasa Muthmainah Mufidah dari Universitas Indonesia.

Dia menjelaskan, rasa sedih yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari biasanya tidak terlalu berpengaruh kepada aktivitas.

"Kalau down sehari-hari biasanya kita masih tetap bisa mengerjakan tugas atau kegiatan sehari-hari kita, meski mungkin ada perubahan kecepatan atau jumlah," kata Mufidah kepada ANTARA, Jumat.

Manusia yang bersifat dinamis pasti pernah mengalami naik turun dalam kehidupan. Ada hal-hal yang membuat hati berbunga-bunga dan bahagia, tapi di sisi lain ada juga kejadian yang membuat murung, sedih atau marah.

Hati-hati bila rasa sedih yang melanda sudah berdampak terhadap produktivitas dan kehidupan sehari-hari, terutama bila sudah terjadi selama dua pekan berturut-turut. Segera minta bantuan profesional kepada psikolog atau psikiater agar masalah segera ditangani.

Mana yang lebih dulu didatangi, apakah psikolog dan psikiater?

"Sebetulnya tidak masalah yang mana duluan kok," ucapnya.

Co-founder Arsanara Development Partner mengatakan keduanya punya tujuan yang sama, membantu orang mengatasi masalah kesehatan mental. Jika dibutuhkan, keduanya bisa saling rujuk.

Perbedaan yang utama adalah psikiater adalah dokter yang punya wewenang untuk memberikan resep obat kepada pasien bila memang dibutuhkan. Sementara itu, psikolog lebih fokus kepada aspek-aspek perubahan tingkah laku. Psikolog juga fokus kepada pengelolaan pola pikir dan perasaan.

Namun sebetulnya Anda tidak perlu harus menunggu munculnya gangguan kesehatan mental sebelum pergi ke psikolog atau psikiater. Berkonsultasi bisa dilakukan kapan saja, bahkan ketika Anda tidak merasa punya masalah.

"Bisa untuk tujuan mengembangkan diri," imbuh dia.

Sebuah laporan Risiko Global 2021 (Global Risks Report 2021) yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) bersama Zurich Insurance Group (Zurich) menemukan, sebanyak 80 persen anak muda di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi COVID-19.

Laporan yang menyoroti risiko dampak pandemi COVID-19 pada kesehatan mental generasi muda itu juga menemukan, kekecewaan yang dirasakan anak muda (youth disillusionment) dan memburuknya kesehatan mental (mental health deterioration) sebagai risiko global yang paling terabaikan selama pandemi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PERHI: Obat hipertensi tidak memperparah kesakitan akibat COVID-19
Kamis, 06 Mei 2021 - 18:23 WIB
Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Erwinanto mengemukakan bahwa hipertensi dan ob...
Tips makan sehat saat Lebaran, kurangi santan
Kamis, 06 Mei 2021 - 17:44 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit UI, Muhammad Hafiz Aini memberikan tips pengaturan ...
Cerdas memilih hand sanitizer yang tepat
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:13 WIB
Ketika fasilitas air bersih sulit ditemukan, penggunaan hand sanitizer cukup efektif dan disarankan,...
PAPDI: Pukul 12.00 waktu terbaik berjemur cegah defisiensi vitamin D
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:57 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Jeffri Aloy...
Pemprov NTT bentuk Pokja AKI dan AKB serta pencegahan stunting
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:45 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan terbentuknya Tim Koordinasi (Pokja) Percepa...
 Pemprov Maluku bebaskan biaya rapid test antigen bagi warga kurang mampu
Rabu, 05 Mei 2021 - 14:46 WIB
Terhadap hal ini, Ketua Satgas Penanganan Cov 19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan, pihaknya...
PPNI Lumajang pastikan pelayan medis asal luar daerah tidak mudik
Rabu, 05 Mei 2021 - 10:11 WIB
Pekerja medis asal luar kabupaten atau kota yang bertugas di kabupaten Lumajang Jawa Timur dipastika...
Penanganan yang tepat untuk penderita gejala sinusitis
Selasa, 04 Mei 2021 - 14:11 WIB
Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) Hemastia Manuhara yang tergabung dalam Perhimpunan T...
Pentingnya kurangi porsi kopi selama Ramadan
Minggu, 02 Mei 2021 - 14:10 WIB
Anda yang sudah terbiasa mengurangi porsi konsumsi minuman berkafein salah satunya kopi selama Ramad...
Cara bedakan alat tes usap baru dan lama
Sabtu, 01 Mei 2021 - 19:34 WIB
Beberapa waktu terakhir beredar informasi terkait dengan adanya penyalahgunaan alat tes usap (swab) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV