Kapolda Papua: Laboratorium PCR RS Bhanyangkara bantu pemerintah tangani Covid-19
Elshinta
Kamis, 25 Maret 2021 - 22:57 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Kapolda Papua: Laboratorium PCR RS Bhanyangkara bantu pemerintah tangani Covid-19
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com

Elshinta.com - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri meresmikan Laboratorium PCR Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura dan Mushola As-Syifa, Kamis (25/3).

Peresmian Laboratorium PCR Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura dan Mushola As-Syifa juga dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol. Dr. Rudi Eko Sudarto dan  Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr. Nariyana M.Kes serta Pejabat Utama Polda Papua.

Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr. Nariyana mengatakan, alat PCR didrop dari Pusdokkes Mabes Polri atas atensi dari Kapusdokes Polri yang merupakan Kabid Dokkkes Polda Papua. Bangunan PCR ini terbuat dari kontainer yang  di desain sedemikian rupa untuk lab PCR sehingga tebentuk desain kekinian. 

“Kemampuan PCR sekali dalam satu hari bisa  94 sample bahkan sehari bisa dilakukan sampai 2-3 kali. Semoga adanya Lab PCR ini bisa membantu Anggota Polri, keluarga dan masyarakat,” kata Kombes Pol dr. Nariyana.

Dikatakan, bahwa dulu mainset masyarakat bahwa RS Bhayangkara  hanya untuk Polri tapi mainset itu salah karena Rumkit Bhayangkara bisa untuk semua lapisan masyarakat. Untuk pembangunan Mushola juga sudah selesai yang merupakan inisitif personil dan juga donatur para mitra.

Sementara itu Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakiri mengatakan, dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta mengakhiri pandemi yang mewabah di seluruh dunia termasuk Indonesia khususnya di Provinsi Papua, maka diperlukan upaya pencegahan mulut melalui 3T (Testing, Tracing dan Treatment). 

Oleh karena itu, kata Kapolda, untuk mendukung percepatan diagnosa Covid-19 diperlukan sarana dan prasarana yang memadai guna memudahkan dokter dan paramedis melakukan pengobatan. 

“Perlu kita ketahui bersama bahwa saat ini pemeriksaan Test PCR Rumkit Bhayangkara Papua masih bertumpu pada Laboratorium Kementerian dan Pemda. Dalam hal ini  Litbangkes Papua dan Labkesda Papua. Dimana sample yang banyak dari seluruh Papua menyebabkan hasil pemeriksaan PCR sedikit terlambat,” kata Kapolda Irjen Pol Mathius Fakiri seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Kamis (25/3).

Untuk itu dalam menangani Covid-19 ini harus menggunakan cara yang luar biasa, salah satunya adalah menghadirkan Laboratorium PCR ini. Hadirnya laboratorium PCR ini adalah bentuk pengabdian dan kontribusi Polda Papua bagi masyarakat termasuk membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Papua dan menjadi salah satu program prioritas Kapolri dalam 100 hari kerja Kapolri.

“Laboratorium yang ada di Rumkit Bhayangkara Jayapura bukan hanya digunakan oleh internal Polri namun juga dapat digunakan oleh masyarakat umum,” ujarnya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kesehatan Papua, Sekretaris Dinas Kesehatan Papua, Kepala Litbangkes Papua, Kepala Balai Lapkesda Papua, Kepala BNPB Papua dalam pendirian dan izin operasional Lab PCR Rumkit Bhayangkara Tk. III Jayapura. 

Kemudian, jelas dia, dengan semakin banyaknya Laboratorium PCR di Papua, kita semakin cepat melakukan kegiatan tracing, dapat membantu masyarakat dengan yang kontak erat dgn penderita Covid-19 untuk segera dilakukan testing dan apabila hasilnya positif, maka segera kita tangani cepat dan tepat guna memutus mata rantai penyebaram Covid-19. 

Efektivitas skala penggunaan Laboratotium PCR ini bekerjasama dengan dokter spesialis pantologi klinik yang saat ini bisa menangani sample sebanyak 94 sample dengan durasi sekitar 3,5 jam dengan menggunakan ekstrasi otomatis, sedangkan jika gunakan ekstansi manual maka akan butuh waktu 8 jam untuk 94 sample.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspadai makanan tinggi kalori saat Lebaran demi cegah stroke
Jumat, 07 Mei 2021 - 08:30 WIB
Dokter spesialis saraf RSUI, Dinda Diafiri menyarankan Anda tidak mengonsumsi makanan dan minuman ti...
PERHI: Obat hipertensi tidak memperparah kesakitan akibat COVID-19
Kamis, 06 Mei 2021 - 18:23 WIB
Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Erwinanto mengemukakan bahwa hipertensi dan ob...
Tips makan sehat saat Lebaran, kurangi santan
Kamis, 06 Mei 2021 - 17:44 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit UI, Muhammad Hafiz Aini memberikan tips pengaturan ...
Cerdas memilih hand sanitizer yang tepat
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:13 WIB
Ketika fasilitas air bersih sulit ditemukan, penggunaan hand sanitizer cukup efektif dan disarankan,...
PAPDI: Pukul 12.00 waktu terbaik berjemur cegah defisiensi vitamin D
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:57 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Jeffri Aloy...
Pemprov NTT bentuk Pokja AKI dan AKB serta pencegahan stunting
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:45 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan terbentuknya Tim Koordinasi (Pokja) Percepa...
 Pemprov Maluku bebaskan biaya rapid test antigen bagi warga kurang mampu
Rabu, 05 Mei 2021 - 14:46 WIB
Terhadap hal ini, Ketua Satgas Penanganan Cov 19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan, pihaknya...
PPNI Lumajang pastikan pelayan medis asal luar daerah tidak mudik
Rabu, 05 Mei 2021 - 10:11 WIB
Pekerja medis asal luar kabupaten atau kota yang bertugas di kabupaten Lumajang Jawa Timur dipastika...
Penanganan yang tepat untuk penderita gejala sinusitis
Selasa, 04 Mei 2021 - 14:11 WIB
Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) Hemastia Manuhara yang tergabung dalam Perhimpunan T...
Pentingnya kurangi porsi kopi selama Ramadan
Minggu, 02 Mei 2021 - 14:10 WIB
Anda yang sudah terbiasa mengurangi porsi konsumsi minuman berkafein salah satunya kopi selama Ramad...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV