Ini alasan PPATK blokir 92 rekening FPI
Elshinta
Rabu, 24 Maret 2021 - 22:36 WIB |
Ini alasan PPATK blokir 92 rekening FPI
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae menjelaskan alasan kenapa lembaganya menyampaikan langkah pemblokiran 92 rekening yang terafiliasi dengan Front Pembela Islam (FPI) kepada publik.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk mengedukasi dan meluruskan informasi yang sudah beredar luas di media sosial sehingga perlu diluruskan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

"Memblokir rekening terorisme dan tindak kejahatan lain biasa dilakukan namun tidak ada reaksi dari yang diblokir namun ini (kasus 92 rekening FPI) di-"blow up" di media sosial sehingga menimbulkan kebingungan sehingga kami jelaskan apa yang terjadi," kata Dian Ediana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/3).

Dia mengatakan PPATK tidak pernah menguraikan terkait substansi dalam kasus tersebut, seperti jumlah uang dan tujuan transfer dari 92 rekening tersebut saat disampaikan kepada publik.

Dian Ediana menjelaskan PPATK hanya menyampaikan nomor rekening saja tanpa menyampaikan informasi rinci.

"PPATK tidak sedikit pun menguraikan substansinya, yang kami sampaikan hanya angka rekening, tapi tidak pernah disampaikan terkait berapa jumlah uang, kepada siapa mentransfer," ujarnya.

Menurut dia, PPATK melakukan analisis transaksi keuangan berdasarkan UU nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan UU nomor 9 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

Dia mengatakan berdasarkan kedua UU tersebut memberikan kewenangan kepada PPATK untuk penangguhan transaksi maksimal 20 hari sehingga saat ini seluruh proses sudah berpindah ke pihak kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut apakah mengandung tindak pidana atau tidak.

"Jadi semenjak itu kami tidak lagi memberikan informasi apapun bahkan permintaan sangat banyak mengenai status rekening seperti apa," katanya.

Dia menegaskan bahwa 92 rekening tersebut diserahkan seluruhnya berdasarkan fakta-fakta transaksi keuangan yang ditelusuri lembaganya.

Sebelumnya, dalam RDP Komisi III DPR dengan Kepala PPATK, Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mempertanyakan sikap Pusat Pelaporan dan Transaksi Keuangan (PPATK) yang seolah-olah sangat bersemangat menyampaikan kepada publik mengenai 92 rekening terkait Front Pembela Islam (FPI) dan afiliasinya.

Menurut dia, PPATK harus memahami tugas dan fungsinya sebagai intelijen keuangan yang kerjanya diatur berdasarkan UU nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan UU nomor 9 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

"Terkait keterangan-keterangan publik dan media yang disampaikan Kepala PPATK terkait kasus rekening FPI kasus lintas negara, PPATK bersemangat untuk menyampaikan penjelasan kepada publik," kata Arsul dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/3).

Arsul mempertanyakan apakah sikap PPATK itu merupakan kewajiban hukum atau hanya ikut-ikutan saja karena FPI sebagai kelompok yang berseberangan dengan pemerintah lalu PPATK sebagai lembaga dalam rumpun kekuasaan ikut membuka hal-hal terkait FPI.

Menurut dia, PPATK sebagai unit intelijen finansial tugasnya diatur dalam UU nomor 8 tahun 2010 yaitu analisis dan laporan terindikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dimiliki PPATK diteruskan kepada penyidik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Harga cabai dan daging mulai naik jelang Lebaran
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:56 WIB
Harga pangan di tingkat konsumen khususnya untuk cabai dan daging mulai merangkak naik menjelang Har...
Parkiran Pasar Tanah Abang tutup akses masuk pengunjung pukul 12.00
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:57 WIB
Pengelola parkiran Pasar Tanah Abang menutup pintu akses parkir masuk bagi pengunjung pada Selasa, p...
Indonesia dapat tempatkan PMI ke Taiwan setelah kasus COVID-19 turun
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:24 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana akan segera membuka kembali penempatan pekerja migr...
IHSG melemah 0,63% ke 5.938 pada akhir perdagangan sebelum lebaran  
Selasa, 11 Mei 2021 - 15:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang. Selasa (...
Rupiah berbalik menguat ke Rp14.195 per dolar AS pada tengah hari ini  
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:46 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil berbalik arah di tengah hari ini (11/5). Selasa (11/5), ru...
IHSG melemah ke 5.921 pada akhir sesi I hari ini 
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan hingga akhir perdagangan sesi I hari ini. Sel...
Anies : Penutupan sementara Pasar Tanah Abang merupakan siklus
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan penutupan sementara Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat...
Anies tinjau Pasar Mayestik Jakarta Selatan cek ketersediaan pangan
Selasa, 11 Mei 2021 - 11:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa pagi,  meninjau Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta...
Menperin: Cikande akan jadi klaster industri halal RI terbesar
Selasa, 11 Mei 2021 - 10:46 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Halal Modern Valley di Kawasa...
Rupiah berpotensi melemah tertekan kekhawatiran kenaikan inflasi AS
Selasa, 11 Mei 2021 - 09:46 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpotensi melemah te...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV