Tiga hal yang turut tentukan keberhasilan program diet
Elshinta
Rabu, 24 Maret 2021 - 21:45 WIB |
Tiga hal yang turut tentukan keberhasilan program diet
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Program diet atau penurunan berat badan yang sehat, semata-mata tidak hanya hanya ditentukan oleh pola makan dan olahraga, sebagaimana diungkapkan oleh sejumlah penelitian dan literatur ilmiah.

Berdasarkan The New England Journal of Medicine, program diet bagi pasien obesitas dilakukan dengan memperhatikan minimum tiga hal lain yang mempengaruhi kondisi tubuh pasien.

"Penelitian ini dapat membantu pasien obesitas untuk menjalani program diet sesuai pada jalurnya," ujar konsultan diet dari Pur Life Medical, dr. Whit Roberts seperti dilansir dari KSL pada Rabu (24/3).

Berikut ini adalah tiga hal yang dimaksud:

1. Kronobiologi

Saat ini, Anda mungkin pernah mendengar tentang puasa berselang atau intermitten fasting. Metode puasa berselang ini dapat digabung dengan studi kronobiologi untuk membantu program penurunan berat badan bagi pasien obesitas.

Kronobiologi atau studi tentang bagaimana ritme Matahari, Bulan, dan musim memengaruhi siklus mental, fisik, dan emosional tubuh kita. Roberts menjelaskan bahwa penelitian membuktikan bahwa puasa berselang akan lebih efektif bila mengikuti kronobiologi bukan hanya berapa lama seseorang berpuasa.

Rupanya, pepatah lama bahwa sarapan adalah makanan terpenting hari ini sepenuhnya benar. Roberts menjelaskan bahwa kalori yang dimakan di pagi hari diperlakukan berbeda oleh tubuh daripada kalori yang dimakan di malam hari.

"Di pagi hari, tubuh Anda sedang mempersiapkan kebutuhan energi siap pakai dengan mengubah makanan Anda menjadi glikogen, sebuah molekul penyimpanan energi jangka pendek. Untuk mencapai ini, tubuh Anda membakar simpanan lemak yang dibenci itu. Namun, ini adalah cerita yang sama sekali berbeda di malam hari," jelas Robert.

Pada malam hari, tubuh diprogram untuk bersiap tidur dan restoratif, sehingga kalori yang dimakan saat makan malam atau malam hari lebih sering disimpan sebagai lemak atau molekul penyimpan energi jangka panjang.

2. Bakteri jahat

Sejumlah literatur ilmiah menunjukkan bahwa bakteri jahat di usus merupakan salah satu penyebab mudahnya kenaikan bobot tubuh pada sebagian besar pasien obesitas.

Salah satu pasien obesitas mengeluhkan berat badannya yang tiba-tiba melonjak lebih dari 18kg dalam waktu 6 bulan meskipun dia sedang dalam program diet. Dia pergi ke dokter dan menjalani tes hormon dan kelenjar tiroid, yang hasilnya ternyata baik-baik saja. Pasien ini juga giat berolahraga, namun tubuhnya terus bertambah gemuk.

"Dia datang kepada saya, dan kami melakukan sejumlah pemeriksaan dan evaluasi. Pasien rupanya pernah menjalani terapi antibiotik yang turut membunuh bakteri baik pada ususnya, hal ini membuat bakteri jahat semakin merajalela meskipun pasien mengkonsumsi sedikit gula dan karbohidrat biasa," kata Robert.

Dilansir dari laman Healthline, tingginya bakteri jahat di usus dapat menyebabkan makanan sulit untuk dicerna, meningkatnya gas di lambung, kembung, diare, hingga penurunan metabolisme pada tubuh.

3. Lemak tersembunyi

Fakta ketiga yang ditunjukkan oleh Robert adalah hidden fat atau lemak tersembunyi. Beberapa jenis makanan seperti sayur dan buah juga mengandung sejumlah lemak tersembunyi. Kendati demikian lemak tersembunyi yang dimaksud adalah lemak jahat yang tersembunyi di beberapa jenis makanan.

"Lemak jahat yang dimaksud adalah lemak jenuh dan lemak trans. Oleh sebab itu, ini dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas," jelas ahli gizi sekaligus peneliti dari University of Virginia School of Medicine Anne Wolf, seperti dikutip dari Everyday Health.

Makanya, pasien obesitas perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi seperti susu, camilan, keju hingga jenis daging yang dikonsumsi. Sebagai contoh Wolf menyebutkan dada ayam tidak akan menjadi sehat bila dikonsumsi bersama dengan kulitnya.

"Kemudian perhatikan juga dengan saus salad (salad dressings) Anda, sayur mayur itu mengandung lemak tinggi dan jenuh bila Anda menuang banyak saus seperti thousand island," jelas Wolf.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PERHI: Obat hipertensi tidak memperparah kesakitan akibat COVID-19
Kamis, 06 Mei 2021 - 18:23 WIB
Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Erwinanto mengemukakan bahwa hipertensi dan ob...
Tips makan sehat saat Lebaran, kurangi santan
Kamis, 06 Mei 2021 - 17:44 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit UI, Muhammad Hafiz Aini memberikan tips pengaturan ...
Cerdas memilih hand sanitizer yang tepat
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:13 WIB
Ketika fasilitas air bersih sulit ditemukan, penggunaan hand sanitizer cukup efektif dan disarankan,...
PAPDI: Pukul 12.00 waktu terbaik berjemur cegah defisiensi vitamin D
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:57 WIB
Dokter spesialis penyakit dalam dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Jeffri Aloy...
Pemprov NTT bentuk Pokja AKI dan AKB serta pencegahan stunting
Rabu, 05 Mei 2021 - 15:45 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan terbentuknya Tim Koordinasi (Pokja) Percepa...
 Pemprov Maluku bebaskan biaya rapid test antigen bagi warga kurang mampu
Rabu, 05 Mei 2021 - 14:46 WIB
Terhadap hal ini, Ketua Satgas Penanganan Cov 19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan, pihaknya...
PPNI Lumajang pastikan pelayan medis asal luar daerah tidak mudik
Rabu, 05 Mei 2021 - 10:11 WIB
Pekerja medis asal luar kabupaten atau kota yang bertugas di kabupaten Lumajang Jawa Timur dipastika...
Penanganan yang tepat untuk penderita gejala sinusitis
Selasa, 04 Mei 2021 - 14:11 WIB
Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) Hemastia Manuhara yang tergabung dalam Perhimpunan T...
Pentingnya kurangi porsi kopi selama Ramadan
Minggu, 02 Mei 2021 - 14:10 WIB
Anda yang sudah terbiasa mengurangi porsi konsumsi minuman berkafein salah satunya kopi selama Ramad...
Cara bedakan alat tes usap baru dan lama
Sabtu, 01 Mei 2021 - 19:34 WIB
Beberapa waktu terakhir beredar informasi terkait dengan adanya penyalahgunaan alat tes usap (swab) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV