Mengadu ke KPPU, PPRN ungkap dugaan praktik kartel ayam oleh korporasi
Elshinta
Selasa, 23 Maret 2021 - 16:35 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Mengadu ke KPPU, PPRN ungkap dugaan praktik kartel ayam oleh korporasi
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Carut-marut bisnis perunggasan di Indonesia seakan tidak pernah selesai. Dugaan praktik kartel ayam ditengarai masih terus terjadi.

Praktek ini diduga dilakukan oleh korporasi (integrator) besar untuk membunuh pesaing pasar becek atau tradisional dengan menguasai pasar dari hulu ke hilir.

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) Alvino Antonio mengatakan, selama ini kartel memaksa peternak rakyat pada pilihan yang sangat sulit, mati atau bergabung dalam program kemitraan korporasi.

“Ini pada akhirnya akan menciptakan pasar terkendali oleh beberapa korporasi oligopoli dan dalam jangka panjang konsumen pasti akan dirugikan,” ujar Alvino di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Senin (22/03).

Alvino menilai, apabila praktik ini terus terjadi tidak akan ada lagi peternak rakyat. Semuanya dipaksa menjadi kaki tangan korporasi. Menurutnya, praktik tersebut sama saja seperti praktek VOC Hindia Belanda di Nusantara terhadap bisnis perunggasan.

Dugaan praktik kartel yang dimaksud tidak lagi bersepakat pada harga jual ayam (live bird) yang tinggi. Tetapi bersepakat di harga yang lebih rendah dengan target untuk membunuh persaingan di pasar becek.

“Maka KPPU jangan hanya melihat kartel sebatas perjanjian penetapan harga, tetapi harus lebih jauh melihatnya bahwa kartel perunggasan adalah agenda korporasi untuk menguasa pasar becek dan terjadinya kanibalisme peternakan," kata dia dalam rilis tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Selasa (23/3). 

Ketua KPPU Kodrat Wibowo mengatakan, pihaknya akan mendalami laporan dari PPRN tentang adanya dugaan praktek kartel ayam yang dilakukan oleh para korporasi besar. Ia mengakui memang terdapat kemungkinan persoalan di hulu, yakni pasar pakan dan DOC yang tidak seimbang.

“Karena ini (DOC dan Sapronak) tergantung para integrator-integrator (korporasi besar),” kata Kodrat. 

Kodrat berpendapat, dalam UU Cipta Kerja, terdapat turunan PP No.7/2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang secara tegas mengatur bahwa korporasi tidak boleh mencari keuntungan sendiri atau kelompoknya. Tetapi harus bermitra dengan peternak mandiri yang tidak punya akses kuat terhadap DOC dan Sapronak.

“Pada konteks kemitraan memang belum terbukti ada unsur penguasaaan dan pengendalian. Tetapi praktek di lapangan namanya ada (pengusaha) besar dan kecil, yang kecil jadi objek eksploitasi,” ujar Kodrat.

Secara terpisah, Anggota DPR Muslim mengakui persoalan dugaan kartel ayam bukan hal yang baru dan semakin parah. Pihaknya berjanji akan memanggil unsur Pemerintah, yakni Kementerian Pertanian untuk melindungi peternak mandiri.

“Agar ada ketegasan lah dari Pemerintah. Jangan hanya berpihak pada korporasi-korporasi besar,” kata Muslim.

Muslim menyebut, terdapat dua integrator raksasa yang ditengarai menguasai bisnis perunggasan dari hulu ke hilir. Mulai dari pembibitan ayam indukan broiler (pedaging), GPS (grand parent stock), pakan, dan bahkan bermain pada budi daya dan menjual di pasar tradisional. Data Kementerian Pertanian menyebabkan Indonesia mengimpor 707.000 bibit ayam GPS dengan nilai Rp 415 miliar per tahun pada 2019. Pada 2021, impor bibit ayam GPS mencapai 600.000 ekor.

“Kita tahu betul ada dua perusahaan besar yang dominan, yakni Japfa Comfeed dan Charoen Pokphand. Sebagai fungsi pengawasan DPR, Saya minta pemerintah, khususnya Kementan, panggil korporasi besar ini agar tidak monopoli atau tidak menguasai pasar yang besar ini,” jelas Muslim.

Para integrator raksasa tersebut sudah diarahkan Pemerintah untuk mengambil pasar ekspor. Sehingga peternak mandiri bisa berkembang dan memenuhi pasar dalam negeri.

“Korporasi besar ini sebetulnya sudah diarahkan ambil pasar ekspor. Karena mereka sudah dikasih karpet merah dari pemerintah, diberikan banyak kemudahan bagi mereka untuk pemenuhan pasar ekspor. Sehingga peternak mandiri ini bisa berkembang,” ujarnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Harga cabai dan daging mulai naik jelang Lebaran
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:56 WIB
Harga pangan di tingkat konsumen khususnya untuk cabai dan daging mulai merangkak naik menjelang Har...
Parkiran Pasar Tanah Abang tutup akses masuk pengunjung pukul 12.00
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:57 WIB
Pengelola parkiran Pasar Tanah Abang menutup pintu akses parkir masuk bagi pengunjung pada Selasa, p...
Indonesia dapat tempatkan PMI ke Taiwan setelah kasus COVID-19 turun
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:24 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana akan segera membuka kembali penempatan pekerja migr...
IHSG melemah 0,63% ke 5.938 pada akhir perdagangan sebelum lebaran  
Selasa, 11 Mei 2021 - 15:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan terakhir sebelum libur panjang. Selasa (...
Rupiah berbalik menguat ke Rp14.195 per dolar AS pada tengah hari ini  
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:46 WIB
Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil berbalik arah di tengah hari ini (11/5). Selasa (11/5), ru...
IHSG melemah ke 5.921 pada akhir sesi I hari ini 
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:35 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan hingga akhir perdagangan sesi I hari ini. Sel...
Anies : Penutupan sementara Pasar Tanah Abang merupakan siklus
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan penutupan sementara Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat...
Anies tinjau Pasar Mayestik Jakarta Selatan cek ketersediaan pangan
Selasa, 11 Mei 2021 - 11:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa pagi,  meninjau Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta...
Menperin: Cikande akan jadi klaster industri halal RI terbesar
Selasa, 11 Mei 2021 - 10:46 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Halal Modern Valley di Kawasa...
Rupiah berpotensi melemah tertekan kekhawatiran kenaikan inflasi AS
Selasa, 11 Mei 2021 - 09:46 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa berpotensi melemah te...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV