Molor dari jadwal, peserta duga ada intervensi di Kongres XX PMII
Elshinta
Senin, 22 Maret 2021 - 21:24 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Molor dari jadwal, peserta duga  ada intervensi di Kongres XX PMII
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Pelaksanaan Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 20 Maret 2021, molor. 

Diketahui, Kongres XX PB PMII ini telah  digelar sejak Rabu 17 Maret 2021 lalu dan dibuka langsung secara virtual oleh Presiden Jokowi. Sehari setelah pembukaan, tak ada agenda apapun. Kemudian pada Jumat (19/3), ada agenda laporan pertanggungjawaban. 

Selanjutnya pada Sabtu (20/3) dan hingga Senin (22/3) sore, belum ada kejelasan Kongres memasuki agenda berikutnya, yakni pemilihan Ketua Umum PB PMII. 

Sejumlah kandidat calon ketua umum pun menilai, terlalu banyak intervensi dari sejumlah senior dan elite dalam Kongres kali ini. Masing-masing menbawa kepentingan politik. Hal ini tentu merugikan kader dan organisasi. 

Calon Ketua Umum PMII Nomor urut 7 Daud Gerung menilai, ada campur tangan senior yang terlalu jauh dalam Kongres XX PMII ini. Sehingga tarik menarik antara elite ini membuat agenda Kongres XX PMII molor. 

Daud berharap, seluruh pihak, baik senior organisasi maupun elite lainnya menahan egonya dengan memaksakan kandidatnya menang menjadi Ketua Umum. Ini agar Kongres dapat segera berakhir dan organisasi tetap solid. 

"Bahwa ada campur tangan senior untuk memajukan calonnya, lumrah saja. Tapi segera konsolidasi, jangan sampai berlarut-larut. Segera clear-kan masalah ini dan lanjutkan agenda pemilihan," kata Daud Gerung dalam keterangannya, Senin (22/3). 

Daud mengamini keterlibatan mantan Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf sebagai salah satu senior yang cawe-cawe dalam Kongres kali ini. Namun, dia yakin tak hanya satu elite yang ikut nimbrung. 

"Saya kira nggak hanya beliau. Kepentingan elit PMII saja. Tapi, saya ingatkan, jangan sampai mengorbankan ideologi organisasi hanya untuk kepentingan gerbong masing-masing," sebutnya. 

"Sebab saya melihat di lapangan yang terjadi justru bukan pertarungan gagasan atau narasi dalam konteks membesarkan PMII 3 tahun ke depan. Tetapi yang terjadi malah kader PMII hari ini terkoyak oleh kepentingan senior atau elit PMII," ungkapnya. 

Karenanya, dia mendesak panitia pelaksana dan SC segera merampungkan Kongres. 

"Kasihan kader kalau berlarut-larut. Para elit ini, ayolah utamakan organisasi. Segera konsolidasi agar kongres selesai secepatnya," desaknya. 

Sementara kandidat Ketua Umum PMII dari Cabang Palembang, Sumsel Husin Rianda menilai, mundurnya agenda kongres, kata dia, karena konsolidasi yang alot antara kandidat. Bahwa ada skenario dari senior atau elite tertentu, kata Husin, itu hal yang lumrah dan dinamika pemilihan dalam sebuah organisasi. 

"Karena calon-calonnya ini berkualitas semua sehinga tarik menariknya amat keras. Tapi saya minta segera selesaikan Kongres. Jangan berlarut-larut," sebutnya. 

"Saya yakin kongres akan segera selesai dalam hari-hari ini. Tapi, siapapun pemenangnya, ini bukan soal siapa yang jadi ketua umum, tetapi soal kemaslahatan untuk organisasi PMII," tandasnya. 

Sementara itu, Panitia Tim Acara Zona Utama Balikpapan, Ummu Solelilah menyatakan, update terbaru dari SC per pukul 20.00 WITA, bahwa rangkaian Kongres XX PMII selanjutnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penanggung jawab kongres.  "Kita OC sama sekali tidak punya kewenangan untuk menentukan rundown acara," kata dia. 

Sebelumnya, muncul pernyataan sikap dari sejumlah PKC PMII atas molornya Kongres kali ini. Mereka menuntut penanggungjawab Kongres XX PMII, yakni Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang untuk segera melanjutkan Kongres XX PMII yang tertunda tanpa alasan dan kejelasan apapun. 

"Apabila sampai pukul 08:00 WITA, Penanggungjawab Kongres XX PMII, Sahabat Agus Mulyono Herlambang, tidak memberikan sikap yang jelas terkait dengan Kelangsungan Kongres XX PMII, maka Kongres XX PMII akan dilanjutkan tanpa mempertimbangkan unsur Penanggungjawab dan SC Kongres," tulis pernyataan sikap yang ditandatangani oleh sejumlah Ketua Cabang PMII ini. 

Selanjutnya, dalam pernyataan sikap tersebut, kelangsungan Kongres akan dilanjutkan sesuai dengan Tata Tertib Persidangan sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumnya dalam Kongres Virtual tanggal 12 Maret 2021. 

Berikut sejumlah PKC PMII yang turut menandatangani pernyataan sikap di antaranya, Ketua PKC PMII Kalimantan Timur - Utara Panji Sukma Nugraha, Ketua PKC PMII Jawa Barat Fachrurizal, dan Ifansyah Putra, Ketua PKC PMII Bengkulu. 

Selain itu, Rizki Abdulrahman Wahid Ketua PKC PMII DKI Jakarta, Muammar Khadafi Ketua PKC PMII Kalimantan Barat, Rodi Indra Saputra Ketua PKC PMII Sumatera Barat, Surya Noor Ketua PKC PMII Kalimantan Tengah, Anto Prima Atmaja Ketua PKC PMII Jawa Tengah, A. Sholahuddin Ketua PKC PMII Banten, Husin Rianda Ketua PKC PMII Sumatera Selatan, Aris Tama Sekretaris PKC PMII Lampung, Aziz Muslim, Ketua PKC PMII Bali - Nusa Tenggara, dan Amir Ketua PKC PMII Papua. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KSP apresiasi misi penyelamatan 76 WNI korban penyekapan di Kamboja
Selasa, 11 Mei 2021 - 22:05 WIB
Kantor Staf Presiden (KSP) mengapresiasi respons cepat Kementerian Luar Negeri terkait keberhasilan ...
NU minta polemik salat Id dihentikan dan patuhi pemerintah
Selasa, 11 Mei 2021 - 08:00 WIB
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin meminta seluruh pihak menyuda...
Anggota DPR RI sesalkan pertanyaan TWK terkait `lepas jilbab`
Senin, 10 Mei 2021 - 19:34 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh menyesalkan adanya pertanyaan yang melecehkan t...
Satgas Nemangkawi tangkap Viktor Yeimo DPO kerusuhan Papua 2019
Minggu, 09 Mei 2021 - 23:34 WIB
Komandan Satgas Humas Nemangkawi Polri Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudusy membenarkan bahwa Tim S...
Merayakan kebebasan pers dengan penuh tanggung jawab
Minggu, 09 Mei 2021 - 09:36 WIB
Hari Kebebasan Pers Sedunia atau yang dikenal dengan World Press Freedom Day (WPFD) baru saja diperi...
PDAM Tirta Wampu segera bangun boster untuk tingkatkan pelayanan air bersih 
Sabtu, 08 Mei 2021 - 20:55 WIB
PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara segera membangun Boster di tahun 2021 ini, untuk...
DPR minta akses keluar masuk Indonesia terus diperketat
Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:47 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie meminta pemerintah betul-betul memperketat aks...
27 desa di Matim akan gelar Pilkades pada bulan Juli 2021
Sabtu, 08 Mei 2021 - 16:57 WIB
Di tengah Pandemi C-19, Pemkab Manggarai Timur, NTT akan menggelar Pilkades serentak pada tanggal 31...
Sahroni: Soal 85 WNA Tiongkok masuk Indonesia sudah dicek ketat
Sabtu, 08 Mei 2021 - 13:01 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyatakan 85 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok y...
Survei Indometer: Tingkat kepuasan terhadap Jokowi terus naik
Jumat, 07 Mei 2021 - 23:37 WIB
Hasil survei Indometer menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV