NIPT cara baru cek kelainan kromosom pada usia awal kehamilan
Elshinta
Sabtu, 20 Maret 2021 - 17:14 WIB |
NIPT cara baru cek kelainan kromosom pada usia awal kehamilan
Cropped close up of a pregnant woman waiting for her doctor to start ultrasound scanning procedure at the hospital copyspace pregnancy expecting mother children healthcare family gynecology diagnosis.

Elshinta.com - Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) yang sekarang sudah berkembang bisa menjadi cara baru untuk mengecek kelainan, termasuk kelainan kromosom janin pada usia awal kehamilan.

NIPT, terkadang disebut noninvasive prenatal screening (NIPS), merupakan metode penentuan risiko lahirnya janin dengan kelainan genetik tertentu.

Dokter Kandungan Adriansjah Dara SpOG menyebutkan sebelum adanya NIPT pemeriksaan kehamilan di trimester pertama untuk mengecek kelainan kromosom pada janin memiliki risiko tinggi atau pun jika ada yang tidak berisiko kurang akurat.


“Ada pemeriksaan yang harus ambil cairan dari perut ibunya tapi tentu itu berisiko ke janinnya, atau kita ada USG tapi memang hanya 60 persen keakuratannya. Nah sekarang ada pemeriksaan screening efektif, bernama NIPT. Pemeriksaan ini baru beberapa tahun di Indonesia, NIPT bisa dilakukan di 2,5 bulan, diperiksa dengan mengambil darah ibunya nanti hasilnya bisa keluar kurang lebih 10 hari,” kata dokter yang merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu dalam webinar bersama Cordlife, Sabtu.

Meski normalnya pemeriksaan sejenis NIPT kehamilan awal awamnya dilakukan untuk kehamilan berisiko tinggi, namun dokter Dara menyarankan pemeriksaan NIPT itu juga bisa dilakukan oleh ibu yang baru hamil di trimester pertama agar dapat menyiapkan diri jika didapatkan anaknya berisiko mengalami kelainan kromosom.

Dengan keakuratan perkiraan risiko mencapai 90 persen, nantinya ada dua hasil dapat terlihat dari tes NIPT yaitu low risk dan high risk.

Untuk hasil low risk menandakan anak yang berada di dalam kandungan tidak berpotensi mengalami kelainan kromosom dan dapat lahir dengan normal.

Sementara untuk high risk menandakan janin yang dikandung berpotensi besar mengalami kelainan kromosom seperti trisomi 21 atau down syndrome yang sudah cukup dIkenal masyarakat.

“Biasanya jika mendapatkan hasil high risk dari NIPT, dokter kandungan akan menyarankan tes amniocentesis atau pengambilan cairan ketuban untuk memastikan kelainan genetik apa yang dialami dalam kehamilan itu,” kata Dara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Italia minta TikTok perketat pengguna anak-anak
Kamis, 13 Mei 2021 - 09:15 WIB
Regulator perlindungan data Italia meminta TikTok memperketat aturan agar tidak ada anak-anak yang m...
Putri Koster: Jangan jejali anak dengan obsesi orang tua
Selasa, 11 Mei 2021 - 20:20 WIB
Manggala Utama (ketua umum) Pasikian Paiketan Krama Istri (Pakis) Desa Adat MDA Provinsi Bali Putri ...
Percepat penurunan stunting, Kepala BKKBN RI kunker ke Manggarai Timur
Kamis, 29 April 2021 - 17:25 WIB
Dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting  serta peningkatan pelaksanaan program bangga kenc...
Orang dengan autisme capai potensi maksimal dengan lingkungan kondusif
Minggu, 25 April 2021 - 16:18 WIB
Orang dengan spektrum autisme bisa mencapai potensi maksimalnya dengan dukungan lingkungan yang kond...
Orang tua diharapkan tetap kontrol aktivitas anak di era digital 
Selasa, 20 April 2021 - 14:24 WIB
Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Cilacap Tetty Rohatiningsih yang juga merupakan anggota DPR RI F...
Orang tua ujung tombak pendampingan anak autisme saat pandemi
Senin, 19 April 2021 - 13:07 WIB
Pandemi COVID-19 membuat tempat pendidikan membatasi interaksi tatap muka dan beralih ke ruang digit...
Anak pilih-pilih makanan disebabkan oleh kebiasaan ibu saat hamil
Sabtu, 17 April 2021 - 08:45 WIB
Anak yang susah makan atau suka pilih-pilih makanan rupanya dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibunya ...
Kiat mudah membangunkan anak saat sahur
Sabtu, 17 April 2021 - 06:00 WIB
Psikolog keluarga Ayoe Soetomo mengungkapkan kiat agar anak tidak sulit bangun sahur, aktivitas khus...
Psikolog UI jelaskan pentingnya waktu luang ayah untuk anak meski WFH
Minggu, 11 April 2021 - 14:11 WIB
Psikolog anak dan keluarga dari LPT Universitas Indonesia Mira Damayanti Amir mengatakan bahwa penti...
Tips dekorasi ruangan agar lebih meriah sambut Ramadan
Sabtu, 10 April 2021 - 11:47 WIB
Tahun ini menjadi tahun kedua warga muslim Indonesia harus menjalani ibadah puasa Ramadhan di rumah ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV