Wanita tewas tersengat listrik perangkap babi di Kolaka Utara
Elshinta
Sabtu, 20 Maret 2021 - 12:47 WIB |
Wanita tewas tersengat listrik perangkap babi di Kolaka Utara
Ilustrasi - Mayat. (ANTARA/Ridwan Triatmodjo/pri.)

Elshinta.com - Seorang wanita diduga tewas tersengat listrik perangkap babi di Desa Amowe, Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Pada Sabtu tanggal 20 Maret 2021 sekitar pukul 06.30 WITA telah ditemukan seseorang meninggal dunia akibat tersengat listrik yang digunakan untuk ranjau hama babi," kata Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Kolaka Utara Kompol Irbar dalan rilisnya yang diterima di Kendari, Sabtu.

Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Kusman saat hendak pergi ke kebunnya. Dalam perjalanan menuju kebun miliknya dari jarak 8 meter ia melihat ada seseorang sedang terbaring di atas tanah dan tidak bergerak.

"Kemudian Kusman langsung lari menuju ke rumah Kepala Dusun II yaitu Pak Ramadan untuk melaporkan kejadian itu. Setelah mendengar laporan keduanya menuju tempat ditemukannya korban," jelasnya.

Kata Irbar, setelah saksi bersama Kepala Dusun II berada di tempat kejadian dan mendekati korban, barulah diketahui bahwa korban berinisial C.

"Korban tidak bergerak sama sekali karena Kusman dan Ramadan takut untuk mengangkat korban karena melihat posisi korban saat itu sedang memegang kabel telanjang yang dialiri listrik milik Safaruddin Alias Tuwo.

Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung menuju ke lokasi penemuan korban. Sesampainya dilokasi, polisi dibantu warga mengevakuasi jasad korban di bawa ke rumahnya untuk disemayamkan.

"Dari hasil hasil pemeriksaan sementara korban diduga meninggal dunia karena tersengat aliran listrik ranjau babi," kata Irbar menambahkan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Tujuh armada pemadam atasi kebakaran di Karet Kuningan
Selasa, 11 Mei 2021 - 15:10 WIB
Tujuh unit armada pemadam dengan 45 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (S...
Tim SAR gabungan cari ABK KM Marcel Jaya yang tenggelam di Kepulauan Seribu
Selasa, 11 Mei 2021 - 14:58 WIB
Salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Motor (KM) Marcel Jaya 29 dikabarkan terjatuh di Pera...
Ratusan warga binaan Lapas Gorontalo diduga keracunan makanan
Senin, 10 Mei 2021 - 08:00 WIB
Sekitar seratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kota Gorontalo, Provinsi Goro...
Korban kebakaran di RW 04 Kapuk Muara akan jalani tes COVID-19 antigen
Minggu, 09 Mei 2021 - 20:47 WIB
Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan korban kebakaran di RW 04 Kelurahan Kapuk Muara...
Basarnas dan tim SAR gabungan temukan jasad korban tenggelam di Pantai Labu
Sabtu, 08 Mei 2021 - 14:47 WIB
Setelah pencarian ke arah 7 Mil Laut dari bibir Pantai Labu, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mene...
Insiden Balongan, Kajari Indramayu siap dampingi Pertamina 
Sabtu, 08 Mei 2021 - 13:47 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Indramayu, Deni Ahmad, menyampaikan, pihaknya siap mendampingi Pert...
Puluhan warga Cibeber-Cianjur keracunan kikil kulit sapi
Sabtu, 08 Mei 2021 - 08:05 WIB
Puluhan warga Desa Selagedang, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan se...
Kapal Jembatan Musi II kandas di Pulau Suwangi Tanah Bumbu
Kamis, 06 Mei 2021 - 20:20 WIB
Kapal Jembatan Musi II dengan penumpang dari Pelabuhan Fery Batulicin, Tanah Bumbu menuju Pelabuhan ...
Korban keracunan makanan di NTT masih jalani perawatan
Rabu, 05 Mei 2021 - 17:45 WIB
Jumlah warga yang mengalami keracunan makanan pada pesta kenduri di Dusun Pau, Kelurahan Nggalak Lel...
19 warga Ciangkrek Sukabumi jadi korban keracunan ikan pindang
Rabu, 05 Mei 2021 - 07:48 WIB
Sebanyak 19 warga Dusun Ciangkrek, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban keracunan massal u...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV