Pakar UI: Garam bermutu dihasilkan dari panen di atas meja garam
Elshinta
Jumat, 19 Maret 2021 - 22:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pakar UI: Garam bermutu dihasilkan dari panen di atas meja garam
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Guru besar Teknik Kimia dari Universitas Indonesia, Prof. Misri Gozan menyatakan bahwa ada metode pengolahan garam di Indonesia yang dapat menghasilkan garam untuk kebutuhan industri. Garam yang dihasilkan dengan mutu cukup tinggi dapat dilakukan dengan membuat meja garam atau tumpukan garam (salt crystal table). “Panen garam setelah lahan garam terbentuk tumpukan garam yang cukup tinggi, (penampakan) putih bersih,” ujarnya kepada media.

Dia menambahkan pengelolaan garam yang baik dimulai dari perluasan lahan. Kemudian dengan penyediaan air baku (air tua) yang bersih untuk menghasilkan garam dengan kadar NaCl lebih dari 96%. “Dan dengan penggunaan lahan yang khusus untuk industri serta pemanenan diperlukan waktu yang cukup,” tambahnya.

“Pilihan lokasi garam juga penting. Di Indonesia dengan kelembaban udara pada 50%-90%. Makin tinggi angka kelembaban udara maka makin sulit melakukan penguapan air laut. Daerah terbaik utk tambak garam saat ini adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan humiditas sangat rendah dan waktu musim kering cukup panjang,” terangnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta Bayu Koosyadi, Jumat (19/3).

Dia menjelaskan mayoritas pengolahan lahan garam pada saat ini dilakukan secara tradisional dengan lahan yang sempit. Lahan tersebut digunakan bergantian dengan tambak udang/bandeng hingga sawah padi. Pada saat panen, para petani garam tidak sabar menunggu menuai garam yang masih kotor. Hal ini karena petani garam terdesak untuk pemenuhan uang untuk kebutuhan rumah tangga, karena umumnya petani garam menyewa lahan (hutang) dan sudah terikat ijon dengan pihak-pihak tertentu. “DI sisi lain, sering pengijon tidak menghargai pula perbedaan garam baik denagn garam mutu rendah dengan kadar NaCl kurang dari 90%,” terangnya.

Guru besar UI menerangkang penggunaan geomembran oleh petani garam. Geomembran untuk meningkatkan suhu lahan sehingga mempercepat penguapan. Teknologi ini memerlukan modal yang besar bagi petani untuk membeli lembaran plastik khusus. Sehingga pentai garam enggan dengan metode ini karena tidak punya modal. “Biasanya (geomembran) hanya bisa dipakai sekali musim karena robek dan tidak adanya tempat simpan geomembran karena lahan gharus digunakan untuk keperluan lain,” tutupnya.

Sementara itu CEO PT Garam, Achmad Ardianto mengatakan petani garam maupun PT Garam belum dapat menghasilkan garam secara konsisten untuk kebutuhan industri selain industri aneka pangan. Industri yang dimaksud adalah chlor alkali plant (CAP). “Cara menghasilkan garam di lokal melalui pertanian melalui cara manual. Sedangkan garam impor dihasilkan dengan proses mekanisasi. Yakni industrialisasi penghasil garam, proses dengan mekanik, masa panen lebih panjang, sehingga mutu lebih konsisten,” ujarnya pada acara Kompas Bisnis, 18 Maret 2021.

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Peniadaan mudik lebaran, Bandara Adi Sumarmo sepi
Kamis, 06 Mei 2021 - 16:04 WIB
Hari pertama pemberlakuan Peniadakan mudik lebaran ,mulai 6 -17 Mei 2021,Bandara Adi Sumarmo Boyolal...
BI KPw Kalsel sosialisasi dan edukasi cinta rupiah serta QRIS
Kamis, 06 Mei 2021 - 14:45 WIB
Bank Indonesia  Perwakikan (KPw) Kalimantan Selatan mengadakan sosialisasi dan edukasi cinta, ban...
BRGM siap angkut produk petani gambut ke toko online
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:46 WIB
Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) siap membawa produk yang dihasilkan petani lahan gambut k...
Rupiah Kamis pagi menguat 22 poin
Kamis, 06 Mei 2021 - 10:17 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi menguat 22 poin
IHSG Kamis dibuka menguat 11,16 poin
Kamis, 06 Mei 2021 - 10:06 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis dibuka menguat 11,16 poin
Lindungi nasabah KUR, BPJS Ketenagakerjaaan Malang dan PT BSI teken MoU
Rabu, 05 Mei 2021 - 20:11 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang, Jawa Timur  terus menjalin kerjasama dengan berbagai unsur, bai...
BPS: rata-rata upah buruh nasional naik 3,78 persen
Rabu, 05 Mei 2021 - 17:12 WIB
Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan rata-rata upah buruh nasional pada Februari 2...
BPS catat ekonomi triwulan I-2021 terkontraksi 0,74 persen
Rabu, 05 Mei 2021 - 13:27 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia masih tumbuh negatif atau mengalami kont...
Ombudsman minta PDAM Tirtanadi batalkan pencatatan meteran air dengan HP android 
Rabu, 05 Mei 2021 - 13:06 WIB
Ombudsman RI Perwakilan Sumut meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi untuk membatalkan...
Ralali.com jadi Top 10 Marketplace di Indonesia di kuartal I/2021
Rabu, 05 Mei 2021 - 09:48 WIB
Platform wholesale marketplace Indonesia Ralali.com berhasil masuk di daftar Top 10 Marketplace di...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV