KPAI: PJJ terlalu lama dinilai picu siswa berhenti sekolah
Elshinta
Jumat, 19 Maret 2021 - 12:01 WIB |
KPAI: PJJ terlalu lama dinilai picu siswa berhenti sekolah
Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti berbicara dalam sebuah acara di Jakarta. ANTARA/HO-KPAI

Elshinta.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan, penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ) yang terlalu lama dinilai dapat memicu siswa berhenti sekolah dan mendongkrak angka pernikahan dini pada peserta didik.

“Hasil pengawasan KPAI menunjuk kan bahwa PJJ akibat pandemi berpotensi kuat meningkatnya angka putus sekolah dan pernikahan anak,” ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

KPAI, lanjut Retno, mendapat pengaduan orangtua yang sulit membayar sekolah terutama sekolah swasta baik jenjang PAUD hingga SMA/SMA. Pengaduan mulai dari meminta pengurangan SPP karena adanya kebijakan PJJ dan masalah tunggakan SPP, mulai dari tiga bulan sampai 10 bulan.

Kebijakan PJJ yang terlalu lama dinilai akan menjadi salah satu pemicu peserta didik berhenti sekolah dan terancam kehilangan kesempatan belajar. Kondisi para siswa yang tidak memiliki fasilitas pendukung proses PJJ mendorong siswa malas dan putus sekolah sehingga memunculkan niatan menikah dini atau siswa memilih bekerja membantu ekonomi keluarga karena orang tua kehilangan pekerjaan.

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama mencatat terdapat sekitar 34.000 permohonan dispensasi kawin sepanjang Januari-Juni 2020. Dari jumlah tersebut, 97 persen dikabulkan dan 60 persen yang mengajukan adalah anak di bawah 18 tahun.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Miftahul Akhyar mengatakan pernikahan bukan sekadar memenuhi syarat-syarat administratif saja. Islam tidak membatasi usia perkawinan, tetapi ada penekanan kedewasaan dan tujuan keharmonisan.

“Orang bisa mencapai ketenangan jiwa adalah orang yang dewasa, pintar, cerdas, dan bertanggung jawab. Kedewasaan, bertanggungjawab itu bisa didapatkan siapapun selama dia memiliki kemampuan dan pemahaman yang benar,” jelas Miftahul Akhyar.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan kondisi pandemi COVID-19 saat ini turut memicu meningkatnya perkawinan anak yang harus diatasi. Banyak tantangan dan faktor yang terjadi salah satunya adanya pembatasan sosial.

“Adanya pembatasan sosial dan sistem pembelajaran dari rumah mengurangi aktivitas anak dan terbatasnya pelayanan kesehatan reproduksi bagi remaja,” kata Menkes.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Sambangi daerah gempa, Markaz Dakwah FAI UMM salurkan bantuan
Senin, 10 Mei 2021 - 11:24 WIB
Markaz Dakwah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan kembali...
Alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta luncurkan sentra vaksinasi COVID-19
Senin, 10 Mei 2021 - 11:10 WIB
Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur bekerjasama dengan Rumah Sakit Gandaria meluncurkan Sentra Vaksinasi...
Uji coba sekolah tatap muka di Yogyakarta diikuti 80-90 persen siswa
Minggu, 09 Mei 2021 - 12:00 WIB
Uji coba sekolah tatap muka yang digelar di Kota Yogyakarta untuk jenjang SD dan SMP selama hampir d...
Meraih mimpi masa depan melalui beasiswa KIP Kuliah
Sabtu, 08 Mei 2021 - 22:31 WIB
Program \"Merdeka Belajar\" yang salah satunya berupa beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, ...
2.593 guru swasta di Kudus terima tunjangan
Sabtu, 08 Mei 2021 - 19:10 WIB
Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyerahkan Tunjangan Kesejahteraan Guru Swasta (TKGS) kepad...
UB kembali kukuhkan dua profesor 
Sabtu, 08 Mei 2021 - 17:23 WIB
Universitas Brawijaya ( UB) kembali mengukuhkan dua profesor. Kedua Profesor  tersebut masing-masin...
 Tingkatkan minat baca dan menulis, Pemkab Matim gelar lomba bertutur
Sabtu, 08 Mei 2021 - 16:11 WIB
Dalam rangka menumbuhkan minat baca pada generasi muda dan mempersiapkan anak-anak, Pemerintah Kabup...
Pantau santri tidak mudik, Wabup Karawang sidak pesantren
Jumat, 07 Mei 2021 - 13:57 WIB
Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh melakukan sidak ke Pesantren Al-Ikhlas, Tanjungpura, Kecamatan ...
Gubernur: Pendidikan di NTT harus adaptif terhadap potensi daerah
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:36 WIB
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan pendidikan di NTT harus bisa adaptif terhadap pote...
ITN Malang ditunjuk jadi pelaksana pendampingan Program SMK Pusat Keunggulan 2021
Rabu, 05 Mei 2021 - 14:57 WIB
Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur ditetapkan sebagai perguruan tinggi Pelaksana P...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV