MemoRI 19 Maret
19 Maret 1967: Persemar, upaya mendongkel pimpinan Pondok Gontor, lauk pauk, pengurus dapur, administrasi sampai wakaf dijadikan alasan
Elshinta
Penulis : | Editor : Administrator
19 Maret 1967: Persemar, upaya mendongkel pimpinan Pondok Gontor, lauk pauk, pengurus dapur, administrasi sampai wakaf dijadikan alasan
Lonceng besar di depann aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM)-kompsiana

Elshinta.com - Keributan luar biasa terjadi di Pondok Modern Darussalam Gontor pagi itu. Teriakan kata-kata kotor dan provokatif para santri menyeruak. Mereka sambil memukuli benda apa saja. Pondok yang biasanya tenang pagi itu kacau.

Sejumlah santri bergerombol, mirip demonstrasi liar. Beringas, emosional, serta anarkis. Aksi corat-coret vandalis, dengan tulisan agitatif muncul di mana-mana. Teriakan dan peringatan para kyai tak lagi dihiraukan.

Makin siang, makin banyak santri yang ikut-ikutan. Tak hanya kawasan pondok, tapi merembet sampai luar pondok. Mereka membuat markas, hingga di desa tetangga. Mereka menuntun paksa kambing Pak Lurah kemudian disembelih, untuk pesta pora.

Tak bisa dibayangkan bagaimana perasaan para kyai itu menyaksikan ulah para santrinya. Santri yang ia didik dengan kasih sayang layaknya anak kandung, pagi itu berontak, membenci, mengejek, mencemooh, dan mau mengusirnya dari pondok yang ia bangun.

Para santri pemberontak sudah punya pengganti, tentu saja oknum yang sepaham dengan mereka. Itulah Peristiwa Sembilan Belas Maret 1967 (Persemar).

Tuntutan demi tuntutan yang memojokkkan kyai dilontarkan. Mula-mula soal lauk-pauk. Tetapi setelah persoalan lauk selesai, pengurus dapur dijadikan persoalan. Dari urusan pribadi pengurus dapur, merembet ke soal kesejahteraan guru.

Kepala Administrasi juga dipermasalahkan, lalu soal Yayasan dan Wakaf, soal pribadi Pimpinan Pondok Modern Gontor (Trimurti), soal pemilihan umum (Politik), pembantu-pembantu Pimpinan Pondok Modern Gontor diusir, dan puncaknya adalah rencana mereka mendongkel “TRIMURTI” (Sahal, Fananie, Zarkasyi) para pimpinan pondok.

“Kan, sudah membayar uang iuran, tetapi kok, hanya mendapat fasilitas sangat minim? Lauk tidak enak, asrama tidak layak.” Ada juga yang mempertanyakan, “Karena telah diwakafkan, berarti, sekarang Pondok ini milik umat, bukan milik Kyai. Bagaimana mungkin, Kyai yang katanya telah mewakafkan pondoknya, masih menempati tanah wakaf untuk pribadi dan keluarganya? Jadi, Kyai pun boleh diturunkan, bisa diganti,” begitu bunyi tuntuan para santri pemberontak.

Mereka tak tahu kalau dari 1500 orang santri Gontor ketika itu, tidak lebih dari sepertiganya yang membayar iuran uang sekolah, uang asrama maupun uang makan. Kyai dan pondok berkorban, mereka tidak menagih tunggakan iuran kepada santri. Mereka yang menomboki biaya makan dari saku pribadi dan keluarganya.

Iuran dari 500 orang dipakai untuk 1500 orang, jelas tidak mencukupi. Apalagi, ketika itu Indonesia sedang dilanda paceklik berkepanjangan. Tetapi, ambisi menguasai pondok seperti sudah merasuki hati dan pikiran para santri pemberontak.

Esok harinya setelah para tokoh pemberontak dan pengikutnya pindah ke desa sebelah (dengan maksud menyusun strategi), Pak Zarkasyi mengumpulkan santri yang tersisa, santri yang tidak ikut atau hanya ikut-ikutan namum masih taat, di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM).

Pak Sahal dan Pak Zar dengan tegar memutuskan memulangkan semua santri sebanyak 1500-an orang, tak tersisa. Tentu saja, nasihat tulus dan kesungguhan mendidik dikedepankan dalam pidato mereka. Pondok dinyatakan libur sampai waktu yang belum ditentukan.

Semua santri diminta pulang ke kampung halaman masing-masing dan menanti surat panggilan dari pondok, surat panggilan dari Direktur KMI (Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah) yang memberi kesempatan para santri kembali belajar di PM. Gontor.

Bantuan dari TNI (Tentara Negara Indonesia) pun datang. Mereka tinggal dan menjaga pondok serta para Kyai. Sebenarnya karena masalah yang dihadapi adalah masalah intern, mereka tidak memerlukan bantuan keamanan. Namun, kecintaan dan rasa hormat, membuat pemerintah saat itu memberikan bantuan sebagai rasa simpatik.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya Juli 1967, para santri yang mendapat panggilan berdatangan. Setelah dilakukan seleksi, tidak lebih dari 400 orang santri saja yang lolos screening dan kembali diterima. Pondok pun kembali berjalan dengan wajah baru, semangat baru.

Pada hari pembukaan kembali pondok, setelah upacara di depan BPPM (Balai Pertemuan Pondok Modern) Direktur KMI (Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah), KH. Imam Zarkasyi, turun dari mimbar, menuju lonceng besar di depan aula. Tangan dan bibirnya bergetar. Dengan mengucap bismillah, dipegang lonceng itu berkali-kali.

Air mata haru tak terbendung. Pondok kembali berjalan, kembali dimulai dari titik nol, namun dengan loncatan yang luar biasa.

Sumber: kompsiana

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menag ajak peringatan Kenaikan Isa Al Masih perkuat moderasi beragama
Kamis, 13 Mei 2021 - 13:45 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat Nasrani untuk memaknai peringatan Kenaikan Isa Al Ma...
Masjid At-Tin distribusikan zakat dengan protokol kesehatan ketat
Kamis, 13 Mei 2021 - 13:30 WIB
Pengurus Masjid At-Tin, Jakarta Timur, mendistribusikan zakat kepada masyarakat yang berhak menerima...
Ingar bingar meriam karbit di tengah pandemi COVID-19
Rabu, 12 Mei 2021 - 21:40 WIB
Dari tepian Sungai Kapuas, Kota Pontianak, dentuman meriam karbit saling bersahutan, menyongsong kum...
Pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah meniadakan kerumunan
Selasa, 11 Mei 2021 - 19:24 WIB
Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sukoharjo, Jawa Tengah melarang pengumpulan massa dalam...
 Saudi pastikan penyelenggaraan haji, Kemenag: Kita koordinasikan rencana operasionalnya
Senin, 10 Mei 2021 - 18:11 WIB
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab telah mengumumkan bahwa Pemerintah Arab Saudi a...
Perhatikan hal-hal ini sebelum salat Idul Fitri berjamaah
Minggu, 09 Mei 2021 - 18:24 WIB
Sebelum memutuskan untuk shalat Idul Fitri secara berjamaah, dokter menyarankan untuk memastikan dir...
Pemprov Babel larang masyarakat gelar takbir keliling
Minggu, 09 Mei 2021 - 13:15 WIB
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melarang masyarakat menggelar takbir keliling ...
Wali Kota Pontianak persilakan warga shalat idul Fitri dengan prokes
Minggu, 09 Mei 2021 - 13:00 WIB
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mempersilakan umat Islam di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Ba...
Bupati Jember imbau masyarakat shalat Idul Fitri di rumah
Minggu, 09 Mei 2021 - 12:45 WIB
Bupati Jember, Jawa Timur, Hendy Siswanto mengimbau masyarakat di daerah itu melaksanakan shalat Id...
Pesantren Kanzul Ulum Padang gudangnya para pencari ilmu
Minggu, 09 Mei 2021 - 12:15 WIB
Waktu menunjukan pukul 03.00 WIB dini hari, dan seakan tanpa dikomando, ratusan santri di Pondok Pes...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV