Permampu: Perempuan masih hadapi berbagai bentuk diskriminasi
Elshinta
Selasa, 09 Maret 2021 - 17:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Permampu: Perempuan masih hadapi berbagai bentuk diskriminasi
Sumber foto: Misriadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Konsorsium Permampu yang terdiri dari 8 LSM Perempuan di Pulau Sumatera merayakan International Women Day (IWD) secara virtual, yang dihadiri oleh 143 peserta (132 perempuan dan 11 laki-laki) mewakili Aktivis Perempuan, FKPAR Sumatera, Forum Perempuan Muda, Forum Multistakeholder, dan jurnalis, Senin (8/3)

Dalam perayaan tersebut Dina Lumbantobing sebagai Koordinator PERMAMPU membuka acara dengan mengingatkan kembali sejarah yang telah dimulai sejak tahun 1911. Menurutnya meski banyak kemajuan yang dinikmati perempuan, namun perempuan tetap menghadapi berbagai bentuk diskriminasi antara lain kekerasan seksual, perkawinan anak, kriminalisasi perempuan karena mengakhiri kehamilan, dan yang paling akhir adalah pengaturan pakaian perempuan di lembaga pendidikan. 

“Di saat pandemi Covid-19, kekerasan seksual maupun bentuk kekerasan lainnya berbasis online juga semakin marak terjadi, sementara ketegangan dalam rumah tangga yang menimbulkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) juga banyak dialami perempuan” papar Dina, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Misriadi, Selasa (9/3). 

Menurut data di WCC Sinceritas-PESADA di akhir 2020 tetap menunjukkan pola kekerasan terhadap perempuan yang sama, dimana KDRT tetap tertinggi yaitu  68 kasus ( 49.6%), sementara di arena publik sebanyak 44 kasus (32 %), dan 25 kasus Kekerasan Terhadap Anak Perempuan/KTAP (18%),  sementara itu catatan Tahunan 2020, Cahaya Perempuan WCC dan Media Lokal menunjukkan kasus Kekerasan Seksual merupakan kasus tertinggi, yaitu 181 kasus (66 %) Kekerasan Terhadap Anak Perempuan/KTAP 3 kasus (1%) dan kasus KDRT (Kekerasan terhadap Isteri) 90 kasus (32.85%) dan di Palembang sepanjang tahun 2020, Divisi Pendampingan WCC Palembang telah melakukan pendampingan sebanyak 113 kasus, yang terdiri dari: Kekerasan Seksual berupa perkosaan, pelecehan seksual dan kekerasan seksual lainnya 46 kasus (40,71%), KDRT 41 kasus (36,28%), Kekerasan Dalam Pacaran (KDP) 15 kasus (13,27%); dan beragam bentuk kekerasan lainnya 11 kasus (9,74%). Di Lampung Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR memonitor 147 kasus Ktp/a, kasus tertinggi adalah kekerasan seksual dengan jumlah 92 kasus, KDRT 42 kasus, trafficking 12 kasus. 

Dengan data-data tersebut di atas, perayaan IWD yang juga di isi dengan diskusi yang di awali oleh pembicara Ramadhaniati (Direktur LP2M) dan Ketua Forum Perempuan Akar Rumput (FKPAR) Sumatera Barat, Marsusi Luthfi, kemudian dilanjutkan oleh pembicara kedua yaitu Ernawati (Koordinator Program-Flower Aceh) dan Rika Yusrina (Forum Perempuan Muda Aceh) mengkritisi kecenderungan promosi dan praktik perkawinan anak dengan menunjukkan kasus dari hasil penelitian terhadap 36 perempuan yang menjalankan pernikahan pada usia anak di Banda Aceh, Pidie dan Aceh Utara. Perkawinan anak di Aceh disebabkan oleh kemiskinan dan masih kuatnya mitos-mitos yang salah tentang seksualitas & reproduksi perempuan sepertinya perawan tua, khawatir anak melakukan zinah, dan Ia menyebutkan kampanye yang membolehkan perwakinan anak adalah melanggar UU No 7 tahun 1984 tentang Hak Azasi Perempuan dan UU No 16 tahun 2019 perubahan pasal 7 UU Perkawinan No 1 tahun 1974 yang mewajibkan usia perkawinan minimal 19 tahun.  

Di bagian akhir diskusi, 9 orang perwakilan dari lembaga anggota Konsorsium dan perempuan akar rumput menyampaikan perasaan mereka selama 1 tahun pandemic Covid-19 yang menceritakan keluhan dan masalah dari berbagai daerah dan gambaran dari cerita terjadi menunjukkan bagaimana perempuan rentan mengalami kekerasan berbasis gender, feminisasi kemiskinan dan diskriminasi selama pandemic Covid-19. Tetapi juga sekaligus menunjukan resiliensi perempuan dalam menghadapi masa-masa sulit pandemic Covid-19.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ikatan Dokter Gigi Anak: Dot digunakan hanya sampai usia 4 tahun
Sabtu, 29 Mei 2021 - 17:56 WIB
Dokter spesialis gigi anak dari Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI), Eriska Riyanti menuturkan...
Perempuan `penyelamat` ekonomi di tengah pandemi
Senin, 26 April 2021 - 14:18 WIB
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, selama lebih dari satu tahun ini telah memp...
Dua pengusaha wanita ubah sampah plastik jadi bahan bangunan
Rabu, 21 April 2021 - 12:01 WIB
Sampah plastik kemasan sachet banyak digemari konsumen karena praktis dan harganya lebih murah. Tapi...
Berdayakan perempuan, Sukoharjo incar APE 2021
Selasa, 06 April 2021 - 18:12 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah masuk nominasi untuk Penghargaan Parahita Ekapraya 2021.
Perkuat ketahanan keluarga cegah radikalisme-terorisme oleh perempuan
Sabtu, 03 April 2021 - 18:57 WIB
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) meyakini salah satu cara untuk...
Permampu: Perempuan masih hadapi berbagai bentuk diskriminasi
Selasa, 09 Maret 2021 - 17:25 WIB
Konsorsium Permampu yang terdiri dari 8 LSM Perempuan di Pulau Sumatera merayakan International Wome...
Atalia Kamil: Perempuan berperan penting di keluarga saat pandemi
Selasa, 16 Februari 2021 - 19:29 WIB
Ketua Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Barat, Atalia Praratya Ridwan Kamil, men...
Peringati Hari Ibu ke-92, Danrem Merauke berikan tali asih kepada pedagang keliling
Selasa, 22 Desember 2020 - 15:55 WIB
Memperingati Hari Ibu ke-92, Korem 174/ATW Merauke menggelar kegiatan bakti sosial  secara sederh...
Menteri PPPA: Memprioritaskan anak adalah pekerjaan setiap hari
Jumat, 20 November 2020 - 19:20 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengata...
Menteri PPPA: Hari Anak Sedunia momentum penuhi hak anak
Jumat, 20 November 2020 - 10:40 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengata...
Live Streaming Radio Network