Emas kian terpuruk di bawah 1.700 dolar, imbal hasil dan dolar menguat
Elshinta
Sabtu, 06 Maret 2021 - 09:00 WIB |
Emas kian terpuruk di bawah 1.700 dolar, imbal hasil dan dolar menguat
Ilustrasi - Emas murni 99,99 persen. ANTARA/Shutterstock/Allstars/aa.

Elshinta.com - Harga emas kian terpuruk hingga berada di bawah 1.700 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), berkutat di level terendah 9-bulan, setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan mendukung dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menguat lebih lanjut, menempatkan logam dalam penurunan mingguan ketiga beruntun.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, turun lagi 2,2 dolar AS atau 0,13 persen menjadi ditutup pada 1.698,50 dolar AS per ounce, merupakan penyelesaian terendah sejak Juni. Sehari sebelumnya, Kamis (4/3/2021), harga emas berjangka merosot 15,10 dolar AS atau 0,88 persen, menjadi 1.700,70 dolar AS.

Harga emas berjangka juga terpangkas 17,8 dolar AS atau 1,03 persen menjadi 1.715,80 dolar AS pada Rabu (3/3/2021) setelah terangkat 10,6 dolar AS atau 0,62 persen menjadi 1.733,60 dolar AS pada Selasa (2/3/2021), dan merosot 5,8 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.723,00 dolar AS pada Senin (1/3/2021).

"Optimisme dalam hal ekonomi ke depan terus mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi dan yang tentunya banyak menghilangkan keuntungan di pasar-pasar komoditas, termasuk emas," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan pekerjaan bulanan pada Jumat (5/3/2021), menunjukkan Amerika Serikat menciptakan 379.000 pekerjaan baru pada Februari, peningkatan terbesar dalam empat bulan dan jauh lebih baik daripada peningkatan 166.000 pada Januari dan tingkat pengangguran turun menjadi 6,2 persen di Februari dari 6,3 persen pada Januari.

Data pekerjaan AS meningkatkan harapan seputar pemulihan ekonomi yang cepat didorong oleh stimulus fiskal besar-besaran dan dorongan vaksinasi. Data ekonomi yang kuat mengangkat imbal hasil pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan ke level tertinggi sejak Februari 2020, sementara dolar juga melonjak.

Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell pada Kamis (4/3/2021) mengulangi janjinya untuk menjaga kredit tetap longgar dan mengalir sampai warga Amerika kembali bekerja.

Pernyataan Powell mengecewakan investor emas yang mengharapkan dia untuk bertindak atas lonjakan baru-baru ini dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun, yang telah mengirim emas berada di bawah 1.700 dolar AS per ounce.

"Pasar emas mengembalikan keuntungan akibat pandemi. Penurunan di bawah 1.700 dolar AS per ounce membuat pasar tampak rapuh," kata analis HSBC dalam sebuah catatan.

"Pernyataan-pernyataan Powell - meskipun bukan hal baru - telah memadamkan untuk momen segala kemungkinan bahwa Fed akan bertindak atas kenaikan imbal hasil lebih jauh dari kurva. Kenaikan imbal hasil lebih lanjut dapat menurunkan emas dan logam mulia lainnya."

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 17,4 sen atau 0,68 persen menjadi ditutup pada 25,287 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April jatuh 7,0 dolar AS atau 0,62 persen menjadi menetap pada 1.128,30 dolar AS per ounce.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ratu Elizabeth & Inggris akan ucapkan perpisahan untuk Pangeran Philip
Sabtu, 17 April 2021 - 13:23 WIB
Ratu Elizabeth akan mengucapkan salam perpisahan yang terakhir kalinya kepada Pangeran Philip, suami...
Ekonomi Tiongkok tumbuh 18,3 persen pada kuartal pertama
Sabtu, 17 April 2021 - 12:55 WIB
Perekonomian nasional Tiongkok mengalami pertumbuhan sebesar 18,3 persen pada kuartal pertama tahun ...
Italia laporkan empat kematian pembekuan darah vaksin AstraZeneca
Jumat, 16 April 2021 - 09:55 WIB
Empat orang di Italia meninggal akibat pembekuan darah langka usai menerima vaksin COVID-19 AstraZen...
Saham Hong Kong dibuka lebih tinggi, indeks HSI terkerek 0,12 persen
Jumat, 16 April 2021 - 09:36 WIB
Saham-saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Jumat pagi, setelah merosot sehari sebelumnya, dengan...
Pasukan Myanmar tangkap pemimpin unjuk rasa anti kudeta
Kamis, 15 April 2021 - 20:47 WIB
Pasukan keamanan Myanmar menangkap Wai Moe Naing, salah satu pemimpin utama kampanye menentang kekua...
Indonesia raup Rp405 juta dari pameran makanan-minuman di China
Kamis, 15 April 2021 - 10:03 WIB
Sejumlah produk unggulan dari Indonesia terjual dengan nilai transaksi sebesar Rp405,9 juta dari Pam...
Filipina ajukan protes diplomatik baru atas kapal Tiongkok di LCS
Rabu, 14 April 2021 - 21:43 WIB
Filipina mengajukan protes diplomatik baru ke Tiongkok pada Rabu, setelah menuding negara tetanggany...
20 orang tewas dalam kecelakaan maut di Mesir
Rabu, 14 April 2021 - 20:11 WIB
Sebanyak 20 orang tewas dan tiga lainnya cedera dalam kecelakaan maut di jalan raya gurun Mesir Hulu...
Grab berencana IPO di bursa saham Amerika
Rabu, 14 April 2021 - 10:39 WIB
 Grab Holdings inc, penyedia layanan on-demand di Asia Tenggara, berencana melantai di bursa saha...
Perdagangan makanan diet ilegal Rp112 miliar di China libatkan pesohor
Rabu, 14 April 2021 - 09:11 WIB
Produksi dan penjualan makanan diet ilegal di China dengan nilai transaksi mencapai 50 juta yuan ata...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV