Bitcoin berada di `titik kritis` seiring lonjakkan harganya
Elshinta
Selasa, 02 Maret 2021 - 10:16 WIB |
Bitcoin berada di `titik kritis` seiring lonjakkan harganya
Foto dokumen: Kumpulan token bitcoin (mata uang virtual) ditampilkan dalam ilustrasi gambar yang diambil pada 8 Desember 2017. ANTARA/REUTERS/Benoit Tessie/Ilustrasi

Elshinta.com - Bitcoin naik hampir tujuh persen pada Senin (1/3/2021) ketika aset-aset berisiko menguat setelah penurunan obligasi minggu lalu mendingin, dengan Citi mengatakan mata uang kripto paling populer itu berada pada "titik kritis" dan dapat menjadi mata uang pilihan untuk perdagangan internasional.

Dengan dukungan baru-baru ini dari perusahaan-perusahaan seperti Tesla Inc dan Mastercard Inc, bitcoin bisa menjadi awal dari "transformasi besar-besaran" ke arus utama, kata bank investasi tersebut

Sementara, Goldman Sachs telah memulai kembali meja perdagangan mata uang kripto dan akan mulai menangani bitcoin berjangka dan non-deliverable forwards (instrumen derivatif kontrak perdagangan mata uang berjangka) untuk nasabahnya minggu depan, seseorang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

“Penarikan yang paralel dengan ledakan gelembung kripto pada tahun 2017 mungkin tidak memperhitungkan kemajuan teknologi sejak saat itu,” kata Paolo Ardoino, direktur teknologi di bursa mata uang kriptp Bitfinex.

Bitcoin, yang mencapai rekor tertinggi 58.354 dolar AS pada Februari, di masa depan dapat menjadi mata uang pilihan untuk perdagangan internasional atau menghadapi "ledakan spekulatif", kata Citi.

“Ada sejumlah risiko dan hambatan yang menghalangi kemajuan bitcoin,” tulis analis Citi. "Tapi menimbang rintangan potensial ini terhadap peluang mengarah pada kesimpulan bahwa bitcoin berada pada titik kritis."

Mata uang kripto terbesar di dunia itu melonjak 6,8 persen menjadi 48.330 dolar AS dalam perdagangan Senin sore (1/3/2021). Saingannya yang lebih kecil Ether terangkat 6,8 persen menjadi 1.517 dolar AS.

Kinerja Bitcoin baru-baru ini datang bersama meningkatnya keterlibatan investor institusional dalam beberapa tahun terakhir, kontras dengan investor ritel besarnya yang fokus selama sebagian besar dekade terakhir, kata Citi.

Jika perusahaan dan individu mendapatkan akses melalui dompet digital ke kas digital bank sentral yang direncanakan dan apa yang disebut stablecoin, jangkauan global bitcoin, keterlacakan dan potensi pembayaran cepat akan melihatnya "diposisikan secara optimal" untuk menjadi mata uang pilihan bagi perdagangan internasional, Citi menambahkan.

Bitcoin, yang dirancang sebagai alat pembayaran, sedikit digunakan untuk perdagangan di negara-negara besar, terhambat oleh volatilitas tinggi dan transaksi yang relatif mahal. Namun itu telah mendapatkan daya tarik di beberapa pasar negara berkembang, seperti Nigeria, selama setahun terakhir.

Transformasi dramatis ke mata uang de facto perdagangan dunia - status yang saat ini dipegang oleh dolar - akan bergantung pada perubahan pada pasar bitcoin untuk memungkinkan partisipasi kelembagaan yang lebih luas dan pengawasan lebih ketat oleh regulator keuangan, kata Citi.

Namun, pergeseran dalam lingkungan ekonomi makro juga dapat membuat permintaan bitcoin tidak terlalu mendesak, tambahnya.

Lonjakan minat baru-baru ini, yang dipicu oleh narasi bahwa bitcoin dapat bertindak sebagai lindung nilai terhadap inflasi, telah mendorongnya ke rekor tertinggi dan kapitalisasi pasar satu triliun dolar AS.

Tetapi, bitcoin telah mundur kembali lebih dari 11.000 dolar AS dari level tersebut dalam seminggu terakhir karena pertanyaan-pertanyaan tentang keberlanjutan harga tinggi tersebut.

Jaksa Agung New York Letitia James pada Senin (1/3/2021) memperingatkan investor untuk "sangat berhati-hati saat berinvestasi dalam mata uang virtual".
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perusahaan rintisan Uganda manfaatkan limbah pisang
Minggu, 18 April 2021 - 09:00 WIB
Masyarakat Uganda biasanya makan banyak pisang. Kini, perusahaan rintisan lokal berinovasi membuat b...
Ratu Elizabeth & Inggris akan ucapkan perpisahan untuk Pangeran Philip
Sabtu, 17 April 2021 - 13:23 WIB
Ratu Elizabeth akan mengucapkan salam perpisahan yang terakhir kalinya kepada Pangeran Philip, suami...
Ekonomi Tiongkok tumbuh 18,3 persen pada kuartal pertama
Sabtu, 17 April 2021 - 12:55 WIB
Perekonomian nasional Tiongkok mengalami pertumbuhan sebesar 18,3 persen pada kuartal pertama tahun ...
Italia laporkan empat kematian pembekuan darah vaksin AstraZeneca
Jumat, 16 April 2021 - 09:55 WIB
Empat orang di Italia meninggal akibat pembekuan darah langka usai menerima vaksin COVID-19 AstraZen...
Saham Hong Kong dibuka lebih tinggi, indeks HSI terkerek 0,12 persen
Jumat, 16 April 2021 - 09:36 WIB
Saham-saham Hong Kong dibuka lebih tinggi pada Jumat pagi, setelah merosot sehari sebelumnya, dengan...
Pasukan Myanmar tangkap pemimpin unjuk rasa anti kudeta
Kamis, 15 April 2021 - 20:47 WIB
Pasukan keamanan Myanmar menangkap Wai Moe Naing, salah satu pemimpin utama kampanye menentang kekua...
Indonesia raup Rp405 juta dari pameran makanan-minuman di China
Kamis, 15 April 2021 - 10:03 WIB
Sejumlah produk unggulan dari Indonesia terjual dengan nilai transaksi sebesar Rp405,9 juta dari Pam...
Filipina ajukan protes diplomatik baru atas kapal Tiongkok di LCS
Rabu, 14 April 2021 - 21:43 WIB
Filipina mengajukan protes diplomatik baru ke Tiongkok pada Rabu, setelah menuding negara tetanggany...
20 orang tewas dalam kecelakaan maut di Mesir
Rabu, 14 April 2021 - 20:11 WIB
Sebanyak 20 orang tewas dan tiga lainnya cedera dalam kecelakaan maut di jalan raya gurun Mesir Hulu...
Grab berencana IPO di bursa saham Amerika
Rabu, 14 April 2021 - 10:39 WIB
 Grab Holdings inc, penyedia layanan on-demand di Asia Tenggara, berencana melantai di bursa saha...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV