Sekjen FKMTI: Pengusutan kasus mafia tanah jangan sampai `masuk angin`
Elshinta
Senin, 01 Maret 2021 - 16:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Sekjen FKMTI: Pengusutan kasus mafia tanah jangan sampai `masuk angin`
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com - Prihatin terhadap nasib wong cilik  yang tanahnya hilang akibat dirampas para mafia tanah, Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) mengusulkan digelarnya `Acara Adu Data` live di televisi. Dengan cara ini, dipastikan siapa saja yang terlibat dalam jaringan mafia tanah di Tanah Air akan terbongkar. Begitu kata Sekjen FKMTI, Agus Muldya, di Jakarta.  

Kasus mafia tanah di Indonesia menjadi sorotan setelah mantan Wakil Menlu, Dino Pati Jalal mengatakan bahwa sertifikat tanah ibu kandungnya, Zurni Hasyim, telah berubah kepemilikan.

Agus percaya aparat kepolisian di bawah Kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si bahwa aparatnya mampu menuntaskan kasus mafia tanah yang makin menggila. Dia berharap pengungkapan kasus itu tidak masuk angin.

“Kita percaya, dan berharap tidak ada yang masuk angin. FKMTI berharap respon cepat polisi terhadap kasus yang merugikan keluarga Dino Pati Jalal, juga direspon cepat polisi untuk kasus yang menimpa rakyat kecil yang jumlahnya lebih banyak,” pintanya.

Untuk mencegah agar kasus mafia tanah berjalan di jalur yang benar, sehingga rakyat mendapatkan keadilan, FKMTI mengusulkan adu data secara terbuka di televisi.

"Satu-satunya jalan untuk membongkar siapa yang benar dan yang salah dan siapa saja yang terlibat dalam jaringan mafia tanah, adalah dengan melalukan adu data secara terbuka melalui televisi. Adu data adalah jalan pembuka dari solusi perampasan tanah," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (1/3).

Dia menjabarkan, dalam adu data nanti, cukup 5-7 kasus yang diangkat. "Pada acara adu debat nanti, kita akan hadirkan pakar hukum pertanahan, Menteri ATR atau Kepala BPN Sofyan Djalil, Menkpolhukam Mahfud MD, Menpan RB Tjahyo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Ahli Hukum Pidana UI Prof Muhazir, Ahli Hukum Pertanahan Prof Maria Sumardjono, dan mantan Komisioner KPK Busro Muqodas."

Agus sangat yakin, jika konsep yang ditawarkan FKMTI terselenggara, nantinya bisa dilihat masyarakat dari unsur mana saja sebenarnya para mafia tanah itu.

Sebelumnya FKMTI mendesak agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) membuka data awal proses penerbitan sertifikat yang belakangan banyak yang tumpeng tindih dan muncul sertifikat ganda.

Untuk menampung berbagai kasus tanah yang menimpa rakyat kecil, Agus Muldya dkk sudah membuka website www.fkmti.com. Dari data yang masuk, ada tanah sertifikat hak milik, hgb, dan sudah berdasarkan Kepres saja masih dibuldoser. Demikian juga tanah-tanah bersertifikat lainnya diambil alih dengan sertifikat palsu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
OJK: Penggunaan data pribadi tanpa izin termasuk tindak pidana
Selasa, 20 April 2021 - 21:47 WIB
Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mengata...
BI: Transaksi uang elektronik tumbuh 42,46 persen pada Maret 2021
Selasa, 20 April 2021 - 21:35 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebutkan nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp21,4 tr...
BI turunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI jadi 5,1 persen
Selasa, 20 April 2021 - 21:24 WIB
Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2021 yaitu...
IHSG melemah 0,23% ke 6.038 pada akhir perdagangan hari ini 
Selasa, 20 April 2021 - 18:11 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lagi pada perdagangan hari ini setelah kemarin terkoreksi. ...
Rupiah ditutup menguat pasca BI tahan suku bunga acuan
Selasa, 20 April 2021 - 17:46 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup menguat ...
Peluang ekspor Indonesia terbuka lebar di Filipina
Selasa, 20 April 2021 - 17:10 WIB
Indonesia dan Filipina memiliki banyak ruang untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan, khususnya d...
Sebanyak 2.625 KK Kota Pontianak terima sambungan PDAM gratis
Selasa, 20 April 2021 - 15:36 WIB
Sebanyak 2.625 kepala keluarga (KK) masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Pontianak, Kalima...
PDAM Tirta Wampu akan bangun boster tampung untuk peningkatan pelayanan air bersih
Selasa, 20 April 2021 - 15:25 WIB
PDAM Tirta Wampu Kabupaten Langkat, Sumatera Utara ingin melakukan gebrakan peningkatan sarana dan p...
Tak kunjung direspon Kementan, peternak unggas mandiri layangkan nota keberatan ke-3
Selasa, 20 April 2021 - 14:12 WIB
Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) Alvino Antonio melalui kuasa hukum Hermawanto menya...
Layanan GeNose C19 dibuka lagi di tiga bandara
Selasa, 20 April 2021 - 12:58 WIB
Layanan GeNose C19 dibuka lagi di tiga bandara yakni Bandara Raden Inten II (Lampung), Bandara Supad...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV