Sri Mulyani: RI perkuat kerja sama internasional untuk capai pemulihan
Elshinta
Senin, 01 Maret 2021 - 10:31 WIB |
Sri Mulyani: RI perkuat kerja sama internasional untuk capai pemulihan
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati ketika menjadi pembicara pada Diskusi Panel OECD/G20 Inclusive Framework on BEPS: 11th Meeting of the Inclusive Framework on BEPS dengan tema Looking Ahead – Challenges and Opportunities secara video conference, Kamis (28/1/2021). ANTARA/HO-Kemenkeu/pri.

Elshinta.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia akan memperkuat kerja sama internasional dalam rangka mencapai pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 yang membahas Ekonomi Global dan Aksi Kebijakan untuk Pemulihan Transformatif dan Berkeadilan serta Isu-Isu Sektor Keuangan.

“Ekonomi dunia termasuk Indonesia masih membutuhkan dukungan untuk pemulihan,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani mengatakan Indonesia masih mengalokasikan belanja negara yang cukup besar untuk penanganan pandemi pada tahun ini di tengah penerimaan negara yang terbatas.

Meski demikian, ia memastikan Indonesia secara perlahan akan berupaya melepaskan ketergantungan ekonomi pada dukungan fiskal dan moneter dengan melakukan berbagai reformasi untuk memperkuat ekonomi ke depan.

Penguatan kerja sama internasional juga dipertegas oleh para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 untuk menghadapi tantangan global melalui pendekatan multilateralisme yang lebih kuat.

Pemulihan ekonomi global di tahun 2021 diperkirakan akan membaik seiring telah dimulainya pelaksanaan vaksinasi dan relaksasi pembatasan sosial di berbagai negara.

Pertemuan G20 menegaskan komitmen dalam membantu negara-negara miskin yang beban utangnya meningkat melalui restrukturisasi utang dalam kerangka Debt Service Suspension Initiative (DSSI) dan G20 Common Framework on Debt Treatment.

Selain itu, G20 akan melakukan eksplorasi formulasi a Special Drawing Rights (SDRs) General Allocation dalam rangka mendukung pembiayaan global jangka panjang dan kebutuhan devisa bagi negara-negara yang paling membutuhkan.

Sementara itu, pertemuan G20 menggarisbawahi urgensi reformasi sistem perpajakan yang dinilai dapat merespons tantangan globalisasi dan digitalisasi terhadap perekonomian.

“G20 mendorong tercapainya a global and consensus-based solution pada pertengahan 2021 ini,” katanya.

Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 juga menegaskan mengenai kerja sama multilateral terkait isu perubahan iklim dan risiko lingkungan dengan strategi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan merata.

G20 turut mendorong dilanjutkannya upaya penguatan sektor keuangan nonbank dan implementasi G20 Roadmap for Enhancing Cross-Border Payments dalam rangka pengembangan layanan transaksi lintas negara yang efektif, cepat, efisien dan murah.

Dukungan G20 pun muncul melalui usulan peningkatan pemahaman dan kesiapan sektor keuangan atas potensi risiko perubahan iklim melalui pemenuhan data gaps untuk assessing climate related financial risks dan mendorong climate related disclosure.

Kemudian, Sustainable Finance Study Group (SFSG) diaktifkan kembali agar dapat mendorong kesiapan dan kapasitas sektor keuangan dalam mendukung transisi menuju perekonomian yang berkelanjutan.

“Kami berharap forum multilateral dapat terus mendukung upaya pemulihan global. Kami akan menggunakan instrumen fiskal dan terus bekerja sama dengan otoritas moneter untuk memastikan pemulihan yang lebih baik, kuat dan berkelanjutan,” kata Sri Mulyani.

Ia menuturkan pada tahun ini Indonesia sudah terlibat dalam Troika bersama Arab Saudi dan Italia dalam pembahasan agenda pertemuan G20 sebagai wujud peran Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022.

Menurutnya, hal ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan peran dalam kerja sama internasional termasuk terlibat terkait kepemimpinan global atas kerja sama di bidang ekonomi dan politik internasional.

Sri Mulyani mengatakan Indonesia dapat mendorong agenda dan instrumen yang tepat dan efektif untuk mencapai kepentingan seperti perluasan akses pasar, peningkatan investasi, dan kerja sama mencapai pemulihan ekonomi pascapandemi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pengamat nilai program kartu prakerja bantu pemulihan ekonomi
Jumat, 16 April 2021 - 16:23 WIB
Pengamat ekonomi Center of Reform of Economics (Core) Yusuf Rendi Manilet menilai program kartu prak...
BI: Industri rumahan dorong peran perempuan dalam perekonomian
Jumat, 16 April 2021 - 15:37 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan pengembangan Industri Rumahan (IR)...
Pertamina amankan stok dan penyaluran BBM dan LPG selama Ramadan hingga Idul Fitri 1442 H
Jumat, 16 April 2021 - 14:25 WIB
PT Pertamina (Persero) Pemasaran Regional Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan kondisi stok...
Menparekraf ajak masyarakat sukseskan Hari Belanja Brand Lokal 2021 
Jumat, 16 April 2021 - 13:36 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahud...
Pelaku usaha diminta manfaatkan hasil perundingan AFAS dan ATISA 
Jumat, 16 April 2021 - 12:44 WIB
Wakil menteri perdagangan, Jerry Sambuaga mengajak pemangku kepentingan memanfaatkan hasil perunding...
Pertamina pastikan stok BBM di Papua dan Maluku selama Ramadan terpenuhi
Jumat, 16 April 2021 - 11:44 WIB
Di bulan Ramadan, PT Pertamina (Persero) Regional Papua Maluku kembali hadir untuk mendistribusi, me...
Gubernur: Sumba Tengah wujud perubahan peradaban pertanian di NTT
Jumat, 16 April 2021 - 11:11 WIB
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, Kabupaten Sumba Tenga...
IHSG Jumat dibuka menguat 22,88 poin
Jumat, 16 April 2021 - 09:28 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat dibuka menguat 22,88 poin ata...
Rupiah Jumat pagi menguat 5 poin
Jumat, 16 April 2021 - 09:18 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (16/4) pagi menguat 5...
Pertamina lanjutkan proses penggantian kerusakan pasca insiden tangki Balongan
Kamis, 15 April 2021 - 19:57 WIB
Pertamina terus merealisasikan komitmen untuk bertanggung jawab atas insiden yang terjadi di area T3...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV