Klaster keluarga dominasi penyebab penyebaran COVID-19 di kota Madiun
Elshinta
Sabtu, 27 Februari 2021 - 22:09 WIB |
Klaster keluarga dominasi penyebab penyebaran COVID-19 di kota Madiun
Ilustrasi - Pelaksanaan tes usap atau \"test swab\" massal di gedung Wisma Haji Kota Madiun, Selasa (2/2/2021) sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA/Diskominfo Kota Madiun/ Lr

Elshinta.com - Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur menyatakan klaster lingkungan keluarga menjadi faktor dominan penyebab penyebaran kasus COVID-19 di wilayah setempat yang masih terjadi.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan bahwa sebaran virus corona di wilayah Kota Madiun bukan hanya disebabkan karena kunjungan atau perjalanan keluar kota, namun lebih banyak berasal dari penyebaran klaster keluarga.

"Jangan lengah dan terus tingkatkan kewaspadaan dan protokol kesehatan biarpun masih dalam lingkup keluarga," ujar Wali Kota Maidi di Madiun, Sabtu.

Menurut dia, Pemkot Madiun terus masif melakukan upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Selain masih menerapkan pembelakuan pembatasaan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro tahap kedua, pemkot juga melakukan "tracing" dengan menggelar tes usap (swab) massal.

Bagi masyarakat yang diketahui sebagai kontak erat, maka akan dilakukan swab tes untuk menekan penyebaran kasus konfirmasi positif.

"Kalau memang ditemukan positif COVID-19, segera masukkan Wisma Haji atau gerbong Kereta Medis Darurat milik PT INKA untuk diisolasi. Kita rawat, harapannya segera sembuh dan bisa kembali ke masyarakat," katanya.

Sesuai data, di Kota Madiun kasus COVID-19 hingga Sabtu (27/2/2021) mencapai 1.467 orang. Dari jumlah itu,  1.251 orang di antaranya telah sembuh, 51 orang lainnya masih dalam perawatan, 66 orang isolasi mandiri, dan 99 orang meninggal dunia.

Tambahan kasus per Sabtu, konfirmasi baru sebanyak 19 orang, sembuh 24 orang, dan meninggal dunia satu orang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkot Bekasi pastikan harga bahan pokok stabil
Rabu, 14 April 2021 - 13:26 WIB
Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat memastikan harga bahan pokok dalam kondisi stabil dan terkendali ...
Kadin apresiasi pemberian insentif industri baterai dan mobil listrik
Rabu, 14 April 2021 - 13:21 WIB
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi langkah pemerintah yang memberikan insenti...
Polisi Baubau tertibkan balapan liar saat Ramadan
Rabu, 14 April 2021 - 12:37 WIB
Polisi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) menertibkan aksi balapan liar untuk menciptakan si...
Sri Mulyani sebut pemulihan harus berlandaskan ekonomi hijau
Rabu, 14 April 2021 - 12:18 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pemulihan ekonomi global dari dampak pandemi COVI...
Produsen pupuk resmi tercatat di BEI
Rabu, 14 April 2021 - 12:07 WIB
Produsen pupuk PT Nusa Palapa Gemilang Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui mekanisme ...
BI dorong masyarakat gunakan uang pecahan Rp75 ribu sebagai THR
Rabu, 14 April 2021 - 12:00 WIB
Bank Indonesia (BI) mendorong masyarakat menggunakan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) Rp75 ribu seb...
Babel pasang wi-fi gratis di 14 objek wisata
Rabu, 14 April 2021 - 11:45 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memasang layanan wi-fi gratis di 14 ...
Pasar Ramadhan dongkrak ekonomi warga Surabaya di tengah pandemi
Rabu, 14 April 2021 - 11:34 WIB
Komisi B Bidang Perekonomian DPRD Kota Surabaya menilai keberadaan pasar atau bazar Ramadhan mampu m...
Palembang targetkan tekan pengangguran di bawah sembilan persen
Rabu, 14 April 2021 - 11:12 WIB
Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, berupaya menekan tingkat pengangguran di bawah sembila...
IOJI temukan masih ada pelanggaran HAM ABK Indonesia di kapal asing
Rabu, 14 April 2021 - 11:01 WIB
Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) menyampaikan masih menemukan adanya praktik ilegal dan pel...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV