3.074 hektare tanaman padi di Cirebon gagal tanam
Elshinta
Sabtu, 27 Februari 2021 - 20:31 WIB |
3.074 hektare tanaman padi di Cirebon gagal tanam
Areal tanaman padi di Cirebon yang terendam banjir. ANTARA/Khaerul Izan

Elshinta.com - Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat hingga akhir Februari 2021 terdapat 3.074 hektare tanaman padi yang mengalami gagal tanam imbas terendam banjir, yang melanda daerah itu.

"Yang sampai gagal tanam itu mencapai 3.074 hektare areal persawahan," kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman di Cirebon, Sabtu.

Menurut dia, dari total areal persawahan yang terendam banjir seluas 6.800 hektare, 3.074 hektare di antaranya mengalami gagal tanam dan sisanya bisa diselamatkan.

Wasman melanjutkan tanaman padi, ketika terendam lebih dari tiga hari, maka otomatis akan mati, sehingga kalau pun masih dipelihara tidak akan bisa tumbuh maksimal.

"Kalau sudah tiga hari terendam banjir, dipastikan sudah tidak dapat tertolong lagi, karena akan mati," katanya.

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, kata Wasman, akan mengupayakan untuk membantu para petani mendapatkan bibit gratis, akan tetapi butuh proses yang tidak sebentar.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada para petani, agar dapat menanam ulang dan juga mengikutsertakan areal persawahannya  pada asuransi usaha pertanian.

"Kita usahakan untuk para petani yang sawahnya terendam mendapatkan bantuan bibit, tapi mereka harus sabar, karena prosesnya juga memakan waktu lama," tuturnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiga desa di Malra kantongi izin kelola hutan
Minggu, 18 April 2021 - 18:10 WIB
ementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberi izin pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hu...
Toga di Beoga ungkap aksi KKB tidak berperikemanusiaan
Minggu, 18 April 2021 - 18:00 WIB
Tokoh agama di Beoga Provinsi Papua Pdt Jupinus Wama mengungkapkan aksi kelompok kriminal bersenjata...
Pengamat: PPKM mikro bisa diperpanjang dengan bantuan ke nelayan kecil
Minggu, 18 April 2021 - 17:50 WIB
Pengamat sektor kelautan dan Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim m...
Sultra tingkatan kualitas produksi rumput laut
Minggu, 18 April 2021 - 17:20 WIB
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus mend...
TSI gelar Ramadhan di Kampung Karavan berbekal sertifikat CHSE
Minggu, 18 April 2021 - 17:10 WIB
Objek wisata nasional Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggelar p...
Bulog janji serap 50.000 ton beras petani Sumsel hingga Mei 2021
Minggu, 18 April 2021 - 17:00 WIB
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) berjanji menyerap sebanyak 50.000 ton beras petani di Sumatera S...
POM - Dinkes Belitung lakukan uji sampel takjil buka puasa
Minggu, 18 April 2021 - 16:50 WIB
Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dinas ...
Kemenperin pacu investasi sektor elektronik
Minggu, 18 April 2021 - 16:40 WIB
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memacu investasi manufaktur dengan target Rp323,56 triliun pa...
SKK Migas: Hulu migas butuh pnyederhanaan & percepatan perizinan
Minggu, 18 April 2021 - 16:20 WIB
SKK Migas menyebutkan industri hulu migas membutuhkan penyederhanaan dan percepatan perizinan yang t...
831 pondok pesantren di Banten percepat digitalisasi pendidikan
Minggu, 18 April 2021 - 16:10 WIB
Sebanyak 831 pondok pesantren yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provins...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV