Pemkot Magelang jaring saran ekonomi kerakyatan dari pelaku UMKM hingga PKL
Elshinta
Senin, 22 Februari 2021 - 18:10 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Pemkot Magelang jaring saran ekonomi kerakyatan dari pelaku UMKM hingga PKL
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), hingga koperasi, dan lainnya mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang. (Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com)

Elshinta.com - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), hingga koperasi, dan lainnya mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang.

Mereka memberikan saran dan masukan dari sektor ekonomi kerakyatan yang akan menjadi salah satu pertimbangan dalam perumusan kebijakan kepala daerah ke depan. Hadir pula Anggota Komisi A DPRD Kota Magelang, Tyas Anggraeni dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Kepala Bidang Ekonomi dan Prasarana Wilayah Bappeda Kota Magelang, Iwan Triteny Setyadi mengatakan, FGD RKPD 2022 ini paralel dengan pembahasan RPJMD 2021-2022 yang masih berjalan. FGD dilakukan dengan tema yang bervariasi, termasuk kali ini tentang pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Tujuan FGD ini untuk mendapat masukan dan saran dari pelakunya langsung, yakni UMKM, PKL, dan Koperasi. Kita ingin mengetahui kondisi dan masalah di masyarakat, termasuk terkait akibat dari pandemi Covid-19. Begitu pula keinginan mereka seperti apa,” kata Iwan, Senin (22/2).

Menurutnya, pembangunan daerah tidak lepas dari kekuatan ekonomi kerakyatan. Terlebih, Kota Magelang sebagai Kota Jasa yang tulang punggungnya adalah pelayanan baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Melalui forum ini, pihaknya mendapat banyak saran, masukan, dan keluhan dari para pelaku ekonomi kerakyatan. Salah satunya yang masih menjadi kendala utama adalah pemasaran produk mereka yang perlu diperluas lagi.

“Salah satu solusinya memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Banyak sekarang pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi, seperti lewat media sosial, masuk ke marketplace, dan lainnya. Perlu ada pemahaman lebih tentang IT, karena teknologi sekarang jadi kebutuhan untuk pengembangan ekonomi kerakyatan,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati.

Pemkot Magelang, kata Iwan, saat ini sudah memiliki aplikasi Magelang Cerdas. Salah satu isinya promosi dan pemasaran produk UMKM. Kemudian pemerintah juga kerap membuat pelatihan dan pendampingan, termasuk mempertemukan pelaku UMKM dan startup atau pebisnis besar.

“Nah, wali kota terpilih juga memiliki program unggulan, salah satunya membuat aplikasi Magesty (Magelang Smart City). Tujuannya semua layanan terintegrasi di satu aplikasi ini, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” paparnya.

Ditambahkannya, wali kota terpilih juga memiliki program Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneur Center), yang mana tiap kelurahan ditarget ada klinik UMKM. Tugasnya pendampingan terkait manajemen, pemasaran, pengemasan, dan lainnya.

“Ini terkait dengan program unggulan lain, yakni menciptakan 1.500 wirausaha baru. Kita punya sekitar 1.034 RT, sehingga tiap RT paling tidak punya 1-2 pengusaha baru. Mereka dilatih dan didampingi agar berkembang dan maju,” imbuhnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemkot Magelang jaring saran ekonomi kerakyatan dari pelaku UMKM hingga PKL
Senin, 22 Februari 2021 - 18:10 WIB
Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), hingga koperasi, dan lainnya...
Yayasan Dharma Bhakti Astra intens beri pendampingan daring ke UMKM
Jumat, 22 Januari 2021 - 12:29 WIB
Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus memberikan pendampingan daring dan optimalisasi kanal digit...
Survei: Sepertiga UKM di Asia Tenggara akui hadapi ancaman siber
Senin, 23 November 2020 - 11:55 WIB
Berdasarkan survei IT Security Economics 2020 yang dilakukan oleh Kaspersky, lebih dari sepertiga at...
Pelaku ekonomi kreatif keluhkan HAKI belum keluar sejak 2015
Rabu, 18 November 2020 - 09:50 WIB
Seorang pelaku ekonomi kreatif yang membuat tikar dari batang kelapa di Kota Pariaman, Sumatera Bara...
Jangan salah kaprah! Ini tafsir `bisnis tanpa modal`
Jumat, 06 Maret 2020 - 09:58 WIB
Pengertian tanpa modal itu maksudnya bisnis awal dijalani dengan biaya yang sangat minim. Demikian m...
Menjalankan bisnis teman, tapi masih ragu? Jangan, ini tips mengatasinya…
Kamis, 20 Februari 2020 - 10:25 WIB
Berbisnis itu adalah soal kepercayaan baik pada diri Anda maupun pada bisnis tersebut. Jadi Anda mem...
Mau sukses jalankan bisnis franchise? Baca dulu tips ini…
Jumat, 14 Februari 2020 - 10:46 WIB
Bisnis franchise menjadi salah satu pilihan bagi banyak orang. Untuk bisa sukses di bisnis ini, baga...
Dibanding bisnis sendiri, berapa persen tingkat keberhasilan bisnis franchising?
Rabu, 12 Februari 2020 - 11:30 WIB
Apakah sebuah bisnis yang dipasarkan secara sistem franchise bisa meraih kesuksesan seperti membuka ...
4 tips menjadi franchisor sukses, apa saja?
Selasa, 11 Februari 2020 - 15:33 WIB
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan bila usaha Anda hendak di-franchise-kan sehingga tidak m...
Apa sih pertanda bisnis Anda maju? Ini jawabannya...
Jumat, 31 Januari 2020 - 09:55 WIB
Bisnis yang maju dan besar sebenarnya berasal dari kecepatan mengelola pasar yang memungkinkan baik ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV